Bahan Material Dana Desa Sifaoro’asi Kecamatan Lahewa di Protes Warga

Gemantararaya. com (Lahewa) Pelaksanaan lanjutan dana desa anggaran tahun 2019 (Silfa) yang dikerjakan pada tahun 2020 menuai protes dari masyarakat pemanfaat. Kenapa tidak …..masyarakat bertanya-tanya terkait pemakaian bahan material yang di duga tidak sesuai dengan juknis dalam RAB APBDes.

Seyogianya bahan material batu sungai ukuran 5/7 dalam RAB adalah batu sungai pecah. Namun yang dilaksanakan oleh Tim adalah bahan materil terambil dari gunung (Batu Napil) terlihat bahan yang ada dilokasi seperti kue lapis sebut salah seorang Nara sumber kepada awak media, Selasa (18/08/2020)

Menurut beberapa warga yang dikonfirmasi oleh awak media di lokasi pekerjaan menuturkan bahwa kami merasa dirugikan dalam pelaksanaan ini, dengan kurang transparan Tim dan Kepala Desa Sifaoroasi an.Atiaro Zalukhu sebagai pengguna anggaran (PA)

Salah seorang Kepala Dusun V an. Tahonaigo Zalukhu alias Ama Yana termasuk Tim pengawasan kegiatan Dana Desa itu menjelaskan kalau harga bahan material dalam RAB Rp. 400 ribu perkubik tetapi pada kenyataannya di lapangan, dibayar satu Unit Pick-ap L.300 dengan haraga 400 ribu/Pic-up. Tentu kalau kita hitung hitungan harga RAB dengan harga di lapangan otomatis ada perbedaan atau kelebihan harga di karenakan dalam RAB itu perkubik bukan per L.300 “Bebernya”

Warga dan tokoh masyarakat Desa Sifaoroasi mengharapkan dari pihak pengawasan baik dari kecamatan, kabupaten dalam hal ini inspektorat, untuk turun di lapangan melihat langsung bahan material tersebut sebelum masyarakat dirugikan.

Ketika awak media menemui Tim pelaksanaan di lokasi kegiatan An.Otoli Zalukhu bersama dengan ketua BPD Ibearman Zalukhu pada hari yang sama terkait penggunaan bahan material tersebut, Ketua Tim menjelaskan bahwa beberapa lokasi yang akan dikerjakan pengaspalan telah di angkut bahan material yang berukuran 5/7, 3/5, 2/3.

Namun bahan tersebut sebagian nanti akan dipisahkan dan atau tidak digunakan karena kualitas dan ukurannya tidak sesuai yang kita harapkan, menurutnya dalam RAB belum ditentukan bahwa bahan itu di ambil dari sungai atau dari gunung yang penting sama kami batu pecah “Ungkapnya.

Lokasi kegiatan yang akan dibangun dusun I, II, III dan dusun IV. 

Sesuai dengan pantauan kru media di lokasi kegiatan masyarakat sangat antusias dan mendukung kegiatan dana desa tersebut, hingga anak-anak di bawah umur bekerja untuk membangun desanya. Hal ini setelah di pertanyakan kepada tim pelaksanaan kegiatan menjelaskan bahwa anak-anak itu tidak di bayarkan HOK (Hari Orang Kerja) “Tutupnya. (001/red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*