Mahasiswa Dan Dosen AKNIRA Gelar Aksi Demo di Kantor Bupati Nias Utara

Mahasiswa Dan Dosen AKNIRA Gelar Aksi Demo di Kantor Bupati Nias Utara 

Gemantararaya.com (Nias Utara) Mahasiswa dan para Dosen Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA) Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara (Sumut).Melakukan Aksi demo di depan kantor Bupati Nias Utara(Nisut) Senin, 31/08.

Perguruan Tinggi AKNIRA (Akademi Komunitas Negeri Nias Utara) telah berdiri sejak tahun 2013 saat kepemimpinan Edward Zega mantan Bupati Nias Utara. Dengan berbagai polemik dari tahan 2018 – 2019 dimana hubungan kerja sama dengan pihak Payakumbuh telah berakhir pada tahun 2018 sesuai MoU antara Pemerintah Daerah Nias Utara dengan pihak Payakumbuh. 

Maka Pihak Pemerintah Nias Utara (Nisut) Sesungguhnya memikirkan Nasib Mahasiswa AKNIRA untuk melakukan kerjasama dengan USU (Universitas Sumatera Utara) untuk penandatanganan MoU untuk menjadi PSDKU tetapi dengan berbagi alasan Pemerintah Nisut, maka sampai saat ini MoU antara USU (Universitas Sumatera Utara) untuk menjadi PSDKU tidak ada. Maka pada Tahun Ajaran 2020 tidak ada Penerimaan Mahasiswa Baru.

Melalui beberapa Orasi para Mahasiswa menyampaikan bahwa, dengan kekhawatiran kami Mahasiswa dan Alumni Aknira bagaimana masa depan kami dan serta legalitas izajah kami dan begitu besar pengorbanan orang tua untuk biaya kuliah baik tenaga terlebih-lebih materi yang sudah kami keluarkan.

Dalam orasi mereka kami berbagai cara yang sudah kami tempuh bersama dengan Dosen, seperti melakukan RDP di kantor DPRD Kab. Nias Utara beberapa bulan lalu, sampai menyurati Bupati Nisut M. Ingati Nazara, pada tanggal 26 Mei 2020 untuk mempertanyakan Nasib AKNIRA tetapi hanya sebatas janji dan janji” ungkap para pendemo”

Karena belum ada jawaban yang jelas dari Pemkab Nias Utara baik melalui RDP di Lembaga DPRD Nisut maupun jawaban dari surat yang telah disampaikan oleh Mahasiswa kepada Pemkab Nisut maka Mahasiswa kembali melakukan aksi demo mendatangi Kantor Bupati pada tanggal 31/08/2020 untuk bertemu langsung dengan Pimpinan Daerah. 

Menurut penjelasan dari Wakil Bupati Nisut kepada para Mahasiswa saat itu, kami beritahukan bahwa Bupati bukan tidak siap menerima kehadiran sdr/i Mahasiswa dan juga para Dosen Aknira.Tetapi Bupatinya kebetulan pada hari ini ada Musda Partai Golkar se Kepulauan Nias yang di laksanakan di Kota Gununugsitoli.

Haogosokhi menyampaikan apa bila berkenan kepada para Mahasiswa untuk kami mewakili maka silahkan masuk di ruangan mari kita bahas bersama apa yang perlu disampaikan kepada Pemerintah Daerah tentang Aknira.

Maka para Mahasiswa menyatakan sikap bahwa kami mau ketemu langsung kepada Bupatinya Sebagai pimpinan daerah Nias Utara karena selama ini yang kami terima hanya sebatas janji tetapi yang kami harapkan saat ini adalah kepastian bagaimana nasib kami sebagai mahasiswa Aknira apa bila tidak berjalan lagi (Tutup) tanpa ada tanggung jawab Pemerintah Nias Utara maka perlu kami sampaikan bahwa kami ingin ketemu langsung Bupati sampai kapanpun kami siap Menunggu di kantor ini”tegas para Mahasiswa” 

Ada beberapa poin pernyataan sikap aksi Aliansi Aknira:

  1. Harus ada kejelasan status AKNIRA peralihan ke PSDKU
  2. Menuntut kejelasan MAHASISWA untuk segera di WISUDA dan memperjelas status mahasiswa angkatan 2019-2020 termasuk status alumnus.
  3. Segera realisasikan dan penuhi janji bupati Nias Utara tentang beasiswa mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3.00 dan SPP gratis bagi seluruh  mahasiswa/i aktif.
  4. Mendesak agar alumnus terbaik diploma Aknira TA. 2018/2019 segera menerima bea siswa alih jenjang seperti tahun tahun sebelumnya
  5. Terbitkan SK dosen dan kepegawaian Tahun  2020.
  6. Percepat pencairan dana operasional Aknira TA 2020 agar aktifitas akademika dapat berlangsung sebagai mana mestinya.
  7. Bayarkan honor dosen dan kepegawaian sejak Januari 2020 hingga saat ini. 
  8. Apabila tidak diindahkan hingga tanggal 02 September 2020 maka kami seluruh dosen dan kepegawaian akan melakukan aksi mogok dan berhenti melakukan kegiatan PBM di kampus Akademi Komunitas Negeri Nias Utara dan akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih besar.

Setelah berorasi lebih dari satu jam peserta aksi  diterima oleh Wakil bupati Nias Utara Haogosokhi Hulu dan Setda Nias Utara Yafeti Nazara, namun massa aksi menolak karena mereka hanya mau bertemu dengan bupati Nias Utara M. Ingati Nazara, namun bupati Nias Utara tidak ada ditempat dan diketahui sedang mengikuti rapat musda Golkar di kota Gunung sitoli.

Melihat bupati tidak ada ditempat, massa aksi kembali ke Tribun nias utara yang terletak di jantung kota Lotu persis di depan pendopo dan beristirahat siang, setelah itu kembali lagi ke kantor bupati dan berorasi lagi.

Massa aksi yang kembali diterima oleh setda Nisut Yafeti Nazara dan mencoba memberi penjelasan, namun mahasiswa dan para dosen tetap tidak meyakini apa yang disampaikan Setda serta membubarkan diri sekitar jam 16.30 secara teratur Aksi Demo tersebut di kawal ketat oleh anggota Polres Nias .(Fzal) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*