Profesor Wiwit Penemu Pupuk Organik Seresah :Sampah Daun, ternyata Bernilai Emas yang Menyuburkan Tanaman

Profesor Wiwit Penemu Pupuk Organik Seresah :Sampah Daun, ternyata Bernilai Emas yang Menyuburkan Tanaman

Pekanbaru – Sampah daun dan ranting serta cabang-cabang tanaman yang sudah lapuk dan gugur ke tanah, ternyata bisa jadi emas hitam berharga yaitu jadi pupuk organik yang menyuburkan berbagai tanaman.

“Pupuk organik ini sudah diekspor ke Jepang sejak 13 tahun lalu. Pupuk sampah organik yang disebut pupuk organik Seresah ini berkesimbangunan menyuburkan tanaman, beda dengan pupuk kimia seperti TSP. Kalau terus menerus TSP ditabur di tanah untuk tanaman lama-lama tanaman sulit menyerap unsur hara lainnya dan tanah makin tak subur,” kata Prof Wiwit ahli pupuk organik sampah Minggu (6/9/2020).

Hal ini disampaikan Prof Wiwit dalam pertemuan dengan sejumlah petani di lokasi Pusdiklat Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Korwil Riau di Jalan UKA Km 3 Pekanbaru, Riau, Minggu (6/9/2020).

Hadir di lokasi Pusdiklat itu, Direktur Operasional BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) Anton Mart Irianto, Ketua Seknas BUMP Indonesia Dr Ir Edi Waluyo didampingi Eddy Purjanto, Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto didampingi Antoni, Indra Tersebut dan sejumlah petani.

Menurut Prof Wiwit, penemuannya di pupuk organik “Seresah” ini belajar dari hamparan hutan kenapa hutan itu subur. Ternyata subur karena dapat asupan pupuk dari sampah, ranting-ranting dan cabang tanaman itu sendiri yang gugur ke tanah.

“Ternyata sampah daun yang sudah kering dan gugur, ranting, cabang-cabang tanaman yang sudah lapuk itu sangat bernilai tinggi, dan kalau di tanah anda sampah daun kering yang gugur jangan dibakar, tapi tumpukkan ke tanaman agar menjadi pupuk dan dapat diolah oleh berjuta-juta bakteri di tanah, dan tanah jadi subur,” kata Prof Wiwit.

Kunjungan Prof Wiwit yang akrab dipanggil Pak Anton asal Klaten Jawa Tengah ini dalam rangka rencana kerjasama dengan Seknas BUMP Indonesia Korwil Riau dalam hal pemupukan organik agar tanaman panennya melimpah dan berkualitas.

Menurut Ketua Seknas Indonesia Dr Ir Edi Waluyo, apakah nanti rencana kerja sama itu berupa diadakan pelatihan cara membuat pukuk alami itu di Pekanbaru Riau, atau pupuk organik dipesan dari Jawa dikirim ke Riau ini tapi cukup besar biayanya. Ini ada rencana tanam jagung secara besar-besaran di Riau pada Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2020 mendatang dan rencana akan dibuka resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto menambahkan pula sebagai kontraktor replanting/peremajaan sawit program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dia melihat ada peluang bisnis tanaman sela jagung yang bisa ditanam di sela-sela tanaman sawit yang baru ditanam.

Di Kabupaten Kuantansingingi Riau ada sekitar 8.800 ha potensi perkebunan sawit yang akan diremajakan, di sela tanaman sawit yang baru ditanam itu ada 3.000 ha bisa ditanam jagung. Di Desa Muaradua Bengkalis Riau juga ada potensi 8.000 ha perkebunan sawit yang akan diremajakan. Di Rengat Kabupaten Inhu Riau ada sekitar seluas 3.000 hingga 5.000 ha potensi lahan yang bisa ditanam padi.

Atas penjelasan ini Prof Wiwit yang belajar selama 5 tahun di Jepang melihat kenapa Jepang bisa mempertahankan kesuburan tanahnya yang berkesinambungan. Sementara membandingkan di Indonesia petani nasibnya kurang baik, tapi tidak ada pilihan petani harus tetap bertani. Dan ia ingin membantu petani dan berniat agar petani bisa sejahtera.

“Untuk pengiriman pupuk organik Seresah dari Klaten Jawa Tengah ke Riau mungkin tak mungkin. Karena kebutuhan untuk lokal Klaten saja cukup besar sekitar 5.000 ton per bulan dan tak bisa melayani permintaan Riau. Mungkin ke depan pupuk organik seresah ini dibuat di Pekanbaru di BUMP Korwil Riau dengan mengirim tim ahli dari Klaten Jateng. Karena sampah daun, ranting tanan yang sudah lapuk kering melimpah,” kata Prof Wiwit.

Menanggapi penegasan Prof Wiwit bahwa pupuk organik Seresah ini akan dibuat di Korwil BUMP Riau di Pekanbaru, disambut baik oleh Ketua Seknas BUMP Indonesia Dr Ir Edi Waluyo dan Korwil BUMP Riau Alexander Pranoto.

Menurut Prof Wiwit pupuk organik Seresah bisa dipakai untuk berbagai tanaman pangan dan tanaman perkebunan di Riau termasuk pemupukan bibit sawit di pembibitan. Pupuk ini juga bisa dibutuhkan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau. (****)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*