Rapat Minggon Kecamatan Cileungsi,bahasPilkades,Covid-19 di Desa Limusnunggal

Muspika Kecamatan Cileungsi lakukan Kegiatan Rapat Minggon dalam Rangka Sosialisasi Pilkades, bertempat di Desa Limusnunggal,Kec.Cileungsi,Kab.Bogor,Rabu(16/09/2020).

Hadir dalam rapat tersebut, Camat Cileungsi, Zaenal Ashari, Danramil Cileungsi, Mayor Inf. Acep Komaruddin, Kanitlantas Cileungsi, Iptu.Asep Saipudin mewakili Kapolsek, para Kepala Desa Se-Kecamatan Cileungsi dan Jajaran Muspika Lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Cileungsi, Zaenal Ashari, berharap Jangan sampai ada sengketa pilkades.

” Saya berharap jangan sampai ada nanti sengketa Pilkades, Kita berharap Para Tokoh Masyarakat bisa sebagai penyejuk” Ucapnya

” Saya ingatkan, BPD kalau ikut berpolitik harus mundur, juga perangkat desa hati-hati, jangan sampai terbawa arus, RT juga, kalau jadi RT ya RT saja, jangan terbawa arus, kita ingin Cileungsi ini aman dan kondusif, jangan buat masalah lah,  yang 10 Kandidat kemarin saat pilkades, Alhamdulilah gak ada masalah” ucapnya lagi

Sementara Danramil Cileungsi, Mayor.Inf.Acep Komaruddin dalam sambutannya menekankan 3 Point yang harus diperhatikan yaitu;
Masalah pilkades, Covid-19 dan Musim Penghujan.

” Selama Saya bertugas Pengalaman sdh banyak, yang jadi masalah yang harus diperhatikan terkait Pilkades yaitu menyangkut Database, pertama yang harus di perhatikan RT, RW, BPD, Panitia yaitu Tahapannya, Database jumlah Pemilih, jadi hasil kesepakatan yg ada, buatkan administrasi selengkap lengkapnya oleh panitia. Karena kita harus antisipasi Intrik dan polemik yg ada disitu, kalau dilaporkan 5 jangan buat lagi laporan 6 atau 8, supaya gak ada protes, karena keputusan itu kan pastinya sudah ada pertimbangan kesepakatan bersama, Kalaupun diperkarakan aturan sudah dilakukan, dan Saya berharap Jangan sampai ada aparat Perangkat Desa yang ikut terlibat dukung mendukung, resikonya besar. Saya sering berhadapan yang seperti itu, resikonya besar karena berkaitan juga dgn keamanan. Kita berharap, Jangan sampai ada yg menang malah berperkara” terangnya

” Kaitan dengan covid-19, harus banyak dilakukan edukasi, beberapa kali razia masker, dilapangan masker dibawa tapi gak dipakai oleh Warga, jadi edukasi itu sangat perlu, peranan semua Stake Holder sangat diperlukan, itu kelemahan kita, jadi percuma masker dibagi tapi gak dipakai, masih banyak Warga yang belum sadar bahayanya covid-19, mari kita sama-sama saling mengingatkan termasuk aturan-aturan yang ada, termasuk Peraturan Bupati(Perbup) masih banyak yg gak tau, malah warga ada yang bekum tau apa itu PSBB,mudah-mudahan Cileungsi bisa jadi Zona hijau dari sekarang yang masih Zona Merah, dan yang terakhir, ini kan Sudah mulai hujan, memasuki pergantian musim, saya minta perangkat desa antisipasi musim penghujan, bisa buat sodetan-sodetan, Drainase untuk mencegah banjir. Kita cari solusi hindari banjir, kasihan warga kita nantinya bila kebanjiran” terangnya lagi.

Kanitlantas Cileungsi, Iptu.Asep Saipudin, mewakili Kapolsek Cileungsi, berharap semua unsur bisa menjaga Kondusifitas Pilkades nanti dan Razia disaat Pandemi Covid-19 akan tetap dilakukan Karena itu Instruksi Presiden, Panglima TNI dan Kapolri.

” Berkaitan pilkades nanti, mari semua unsur jaga kondusifitas, apapun yg sudah kita sepakati termasuk TPS, dilaksanakan saja, kalau ada tambahan dampaknya akan lain, karena pilkades rawan juga sehingga nantinya kemungkinan akan butuh personil yang banyak, Kita akan minta bantuan Polri, baik dari Polres atau Polda,karena kerawanan itu pasti ada, jadi Perangkat Desa wajib koordinasi dengan Babinsa Bhabinkamtibmas,mudah-mudahan semua lancar sesuai harapan Masyarakat” ujarnya.

” Terkait masalah Covid-19, perlu kita pahami bahwa virus itu ada tapi tidak terlihat, TNI Polri dapat perintah atau tugas langsung dari Presiden, juga Kapolri dan Panglima, ujungnya ke kita sampai tingkat Kecamatan dan Desa, kita akan terus lakukan operasi masker,dan lainnya karena masih banyak warga yang belum sadar sehingga perlu dirazia,  dengan tetap mengedepankan Humanisme termasuk menjalankan Sanksi sesuai aturan yang ada, saat malam sasarannya tempat hiburan, restoran,tempat nongkrong, karena kita diperangkat paling bawah wajib beri pengarahan ke Masyarakat terkait covid-19″ ujarnya lagi.

Masih ditempat yang sama, Ketua APDESI( Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kecamatan Cileungsi, Jamhali,BJ,S.E., yang juga sebagai Kepala Desa Dayeuh, menjawab pertanyaan Camat Cileungsi terkait Arahan Bupati mengenai pengadaan Masker setengah milyar, mengatakan bahwa Pengadan Masker berkaitan dengan Dana Desa.

” Mengenai Program Setengah Milyar Masker kaitannya dengan Dana Desa(DD),  juga menyangkut APBDES perubahan, meningat kejadian pengalaman lalu, sebelum turun Surat Edaran (SE) Bupati, kita sudah sepakati, artinya jangan sampai Vendor(Suplier) kecewa, tapi kita sudah antisipasi dan Kita tetap melakukan pelayanan maksimal kepada Masyarakat, kita coba jalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan sebagai bentuk swadaya” Ungkapnya

” Ada dua sumber Pengadaan Masker, Dana Desa dan Swadaya. Kita upayakan pendekatan supaya perusahaan bisa bantu meski banyak juga yang kolaps, Kita Prihatin juga, tapi Alhamdulillah ada beberapa perusahaan yg mau bantu, tentunya kita tidak mau keluar dari koridor aturan, sebelum turun aturan Bupati kita gak mau ubah APBDES, karena kita taat aturan yang ada. Memang itulah resiko seorang kades, bersedia nombok karena kondisi yg ada. Yg jelas, Insya Allah,masalah pengadan masker kita sudah siap” tutupnya.

Masih terkait pengadaan Masker untuk pencegahan Covid-19, Kepala Desa Pasir Angin, Ismail,H.S yang juga sebagai Ketua K.O.K Cileungsi mengatakan perlunya penekanan karena masih banyak Warga yang tidak Displin dan tidak taat aturan Protokol Kesehatan.

” Perlu ada Ada penekanan ketika menjalankan Program Setengah Milyar Masker, karena ini menyangkut Penggunaan  Dana Desa, ini masalah penekanan kedisplinan terhadap Warga supaya taat aturan Protokol Kesehatan” terang Ismail.

” Cileungsi Siapkan  Sebanyak 70.000  Masker, kalau gak ada penekanan akan percuma, Desa Pasir angin 7.500 Masker saat ini masih minim penggunaan masker yang dari Provinsi, saya kuatir nantinya Dana Desa jadi mubazir bila Warga tetap tidak taat aturan Protokol Kesehatan, kalau tidak dimanfaatkan Masyarakat secara maksimal dalam pencegahan Covid-19, kita tetap harus Optimalkan Razia di Masyarakat termasuk ke Pengusaha atau Pedagang supaya Optimal dan bermanfaat” terangnya lagi

” Kami dari masyarakat Pasir angin juga meminta Muspika jalin komunikasi dengan Waskita terkait Drainase karena sudah menjelang musim Penghujan, karena berdampak juga, sebab kali ada yang alami penyempitan, Kita minta dibuatkan Sodetan, tapi bukan dibuang ke kawasan industri pergudangan, melainkan ke kali Cileungsi, ini bisa dilakukan sebenarnya untuk mengurangi dampak banjir di Wilayah Pasir angin dan limusnunggal” tutupnya

Menjawab permintaan Warga Desa Pasir angin perihal Sodetan mencegah banjir, Camat Cileungsi mengatakan akan Libatkan PUPR dan Pihak terkait.

” Masalah Sodetan untuk cegah banjir, Kiita harus libatkan PUPR, minggu depan kita jadwakan undang PUPR, BPN, Waskita juga kita undang, dan Saya setuju pembuangan ke kali cileungsi, karena saya perhatikan sudah gak bisa menampung air limpahan” jawabnya singkat.(Marlon,S.E.).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*