Habiskan Dana Rp87 Juta, Proyek Pamsimas Desa Bukit Betung Tidak Bermanfaat

Habiskan Dana Rp87 Juta, Proyek Pamsimas Desa Bukit Betung Tidak Bermanfaat

KAMPAR– SKC
Pembangunan proyek PAMSIMAS di Desa Bukit Betung, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada Tahun 2018 lalu, diduga tidak sesuai harapan serta tidak dapat dimanfaatkan masyarakat setempat hingga saat ini.

Pembangunan Pamsimas yang menelan biaya sebesar Rp 87.000.000 itu, diduga tidak melibatkan jasa di luar Pemdes, tetapi dilaksanakan langsung dari Desa melalui pelaksana lapangan oleh seorang oknum Kaur Desa Bukit Betung berinisial NN, Tahun anggaran 2018 sebesar Rp87 juta.

Hal ini diungkapkan salah satu pengurus LPM Desa setempat. “Pada awalnya kami diundang untuk membahas proyek tersebut, namun wujud dari pembicaraan itu senyab begitu saja. Kemudian diteruskan pembahasan, tetapi kami tidak dilibatkan lagi,” kata M kepada media ini, Senin (14/9/2020) Pukul 13.08.WIB.

Pengurus LPM ini menambahkan bahwa, anggaran pelaksanaan pembangunan Pamsimas tersebut cukup besar mencapai Rp87 juta, namun kenyataannya di lapangan tidak sesuai harapan. Tempat pengambilan air yang dibangun tidak setetes pun mengalur. Pipa air juga tidak ditanam, dibenamkan di bawah tanahbatau di Kali. Justeru berserakkan di permukaan tanah. LPM dan BPD merasa Pamsimas itu bermanfaat.

“Kami sudah tak heran lagi dengan kondisi ini. Karena hampir setiap kegiatan Desa, tidak melibatkan warga untuk mengerjakan, tetapi diambil alih langsung pihak Desa melaksanakannya. Kami dari LPM dan BPD setempat merasa heran dan prihatin atas kondisi ini. Sedangkan anggarannya cukup besar, bangunan dan Pipa itu mubazir karena tidak dapat dimanfaatkan warga, oknum perangkat Desa yang menikmatinya. Karena perangkat Desa yang menjalankannya,” terang M.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan kepada media ini via WA bahwa, selain proyek Pamsimas yang gagal manfaat, masih banyak lagi masalah proyek di Desa tersebut yang dinilai banyak kerugian keuangannya karena pelaksanan di lapangan tidak sesuai RAB, baik tahun 2018, 2019 dan 2020 ini. Intinya, setiap kegiatan proyek selalu terjadi indikasi korupsinyan karena oknum di kantor Desa bermain dari volume dan material seperti, Besi, Semen dan lainnya.

“Dari sebagian yang kami sampaikan ini ke media disertai foto dan data lainnya, semua akan kami sampaikan untuk diteruskan ke aparat penegak hukum. Kami juga merasa ada yang tidak beres, diduga ada oknum dari media yang pernah kami sampaikan informasi masalah proyek Pamsimas ini. Namun berita tidak muncul karena menurut info, oknum wartawan inisial Wdm diduga mendapat uang tutup mulut Rp10 juta,” ungkap sumber media ini dari warga setempat.

Oknum Kaur NN yang dikonfirmasi tertulis via WhatsApp pada Rabu, (16/9/2020) Pukul 13.27.WIB hanya membaca kemudian bungkam tanpa membalas. Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada Kepala Desa Bukit Betung, Ponrizal melalui hubungan WA, Kamis (17/9/2020) malam Pukul 23.15.WIB, namun HP tidak dijawab hingga tayangnya berita ini.

Lp: Kaperwil Riau

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*