Di Duga Menyalahi Aturan Pengangkatan KAUR TU Desa Harewakhe

Di Duga Menyalahi Aturan Pengangkatan  KAUR TU Desa Harewakhe 

Gemantararaya.com (Nias Utara) Berdasarkan pernyata’an masyarakat Desa Harewakhe Kacamatan Afulu Kabupaten Nias Utara (Nisut)  Sumatera Utara (Sumut) yang sudah ikut mencalonkan diri sebagai Calon Kaur Tata Usaha dan Umum sesuai dengan pengumunan yang disampaikan oleh Kepala Desa Harewakhe pada 28 Juli 2020 

Dalam surat pengumuman itu, tanpa ada pembentukan Panitia Penjaringan/Penyaringan sesuai dengan peraturan yang ada.

Kepala Desa sendiri yang telah menentukan alamat penyerahan berkas calon langsung di rumah kepala desa Harewakhe an. Masali Zebua bukan di Kantor Desa.

Beberapa orang masyarakat yang sudah menyerahkan berkasnya untuk ikut penjaringan/penyaringan sebagai Perangkat desa, (KAUR- TU) yang merasa keberatan dan dirugikan karena kepala desa telah memilih sendiri calon yang menjadi pemenang tanpa ada penjaringan dan penyaringan atau seleksi ujian tertulis atau wawancara secara terbuka.

Peserta yang telah memberikan Berkas Calon pada saat itu, ada empat orang masing masing masyarakat Desa Harewakhe Kecamatan Afulu.

NOTAFATI LASE

DAMSAH WARAE

MEIZARO ZALUKHU

YAMUTOLO LASE

Setelah berjalannya waktu mereka mempertanyakan kepada Kepala Desa kapan dilaksanakan penjaringan/penyaringan KAUR – UT sesuai dengan pengumuman yang disampaikan oleh Kades.

Ternyata jawaban Kepala Desa kepada mereka sebagai peserta calon yang telah menyampaikan berkas bahwa, saya telah menetapkan pemenang an.Yamutolo Lase sebagai KAUR Tata Usaha dan Umum. Lalu dipertanyakan oleh ketiga orang peserta kapan dan dimana dilaksanakan penjaringan dan penyaringan atau seleksi tertulis atau wawancara, Kades menjelaskan bahwa tidak perlu lagi dilakukan itu karena sudah ada surat Edaran Bupati Nisut.

Dengan terjadi dugaan pelanggaran dan ada yang merasa dirugikan pada saat penetapan pemenang, maka yang tiga orang lagi membuat surat pernyataan kepada lembaga DPD Gemantara Raya Kepulauan Nias yang ditanda-tangani oleh Notafati lase, Damsah Warae dan Meizaro Zalukhu. 

Ketika di konfirmasi kepada Kepala Desa Harewakhe an, MASALI ZEBUA Selasa, (22/09) di depan halaman rumah kades karena halaman rumahnya yang dijadikannya kantor desa bukan diruangan, menjelaskan bahwa penjaringan/penyaringan yang sudah dilaksanakan itu sudah memenuhi peraturan, berdasarkan perda No 3 tahun 2017, tentang prangkat desa, dan perda no 13 tahun 2018 tentang perubahan perda nomor 3 tahun 2017.”ungkap kades”

Lanjutnya “Kepala Desa berhak memilih sendiri perangkat desa tanpa ada seleksi ujian tertulis atau wawancara sekalipun mereka semua telah lewat seleksi berkas. Kepala Desa memilih yang bisa pro sama kepala desa untuk menjalankan roda-roda pemerintah desa jelas kades sambil mengakhiri.

Ketika dipertanyakan kepada salah seorang masyarakat menyatakan bahwa perangkat desa yang di angkat kades itu adalah KEPONAKANNYA KANDUNG. Dan anehya lagi kades telah melakukan pemotongan gaji aparat desa sebesar 7% setiap aparat desa jelas masyarakat yang tidak mau disebut identitasnya untuk sementara. 

Ketua DPD Gemantara Raya Kepulauan Nias An.Febeanus zalukhu ketika diambil tanggapannya di Lotu (23/09/2020) mengatakan bahwa inilah akibatnya Kepala Desa yang tidak mempelajari aturan pemerintah atau perda dan perbup tentang pemberhentian dan pengakatan perangkat desa. 

Setiap penetapan yang kita ketahui selama ini hanya formalitas pengumuman itu tetapi para oknum kades yang kebal hukum hanya memikirkan kepentingan pribadi yang berunjung nepotisme.

“Dalam hal ini dapat kita duga bahwa pengangkatan itu akan cacat hukum di karenakan tidak sesuai dengan mekanisme.”

Febeanus Zalukhu meminta kepada Bupati Nias Utara dan pihak Inspektorat Nisut supaya segera menangani masalah ini, dan meninjau ulang SK yang telah di terbitkan oleh Kades Harewakhe kepada Yamutolo Lase sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Harewakhe.”harapnya” (M.Zal)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*