Ini tanggapan Kepala Desa Cicadas terkait Cut and Fill di Wilayahnya.

Gemantararaya com(Kab.Bogor), Adanya Kegiatan Proyek Cut and Fill di Wilayah Desa Cicadas,Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor akhir-akhir ini jadi Perbincangan di beberapa kalangan. Apa itu Cut and Fill?

Cut and Fill merupakan proses pekerjaan konstruksi tahap awal dalam proyek pembangunan, seperti kinstruksi sipil, pengembangan perumahan dan lainnya, dimana sejumlah material tanah diambil dari suatu tempat dan diurug ditempat lain dengan tujuan supaya permukaan tanah rata untuk memudahkan pembangunan di area tersebut, dan biasanya tidak dikerjakan sendiri, ada yang menyerahkan pengerjaan ke Sub Kontraktor menggunakan Alat Berat.

Dengan adanya informasi terkait Cut and Fill di Wilayah Desa Cicadas, akhirnya Wartawan Gemantararaya.com mendatangi langsung Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan di Ruang kerjanya untuk konfirmasi dan wawancara langsung, Kamis(24/09/2020), dan ternyata sudah ada beberapa Wartawan dari berbagai Media yang ingin Konfirmasi dan wawancarai Kepala Desa Cicadas.

Gbr.Beberapa Wartawan dari berbagai Media bersama Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan

Kepada Wartawan Gemantararaya.com, Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan seusai kunjungan Danramil dan Kapolsek Kecamatan Gunung Putri yang baru menjabat ke Kantornya, menjelaskan sudah bertemu langsung pemilik lahan.

Gbr. Kepala Desa Cicadas Bersama Danramil dan Kapolsek baru beserta Staff Pemdes.

” Saya sudah ketemu dengan si pemilik lahan langsung, Pak.Iwan beserta Pak.Nikson, dia memang punya keinginan dari Tahun 2015 dan Izinnya pun sudah dibuat sebetulnya ke IPPT(Izin Peruntukan Penggunaan Tanah) Kabupaten Bogor dan ditandatangani oleh Sekda saat dijabat Pak Adang kalau gak salah, itu juga tadinya pingin dibuat wisata Outbond sebenarnya dan tujuannya itu memang kalau yang sekarang kegiatannya sudah persetujuan warga, itu untuk pergudangan. Dia ada 3 keinginan sebenarnya, apakah untuk pergudangan, perumahan atau outbond, dan dia bertanya apakah bisa? Saya jawab bisa” jelasnya

” Kalau untuk Outbond saya sangat setuju, anggaplah itu sebagai dasar persyaratan saja untuk pergudangan sekarang, karena dia kan melihat juga Cash Flow keuangan perusahaannya, ketika memang mumpuni diawal tahun 2021 itu ditargetkan untuk bangun Wisata Outbond, izinnya sudah ada dia, udah pegang, itu saya support dengan harapan saat proses Cut and Fill ini Outbond bisa terwujud, berarti di Desa Cicadas Saya ada 3 titik Destinasi Pariwisata, ada di Setu sira Dayeuh, termasuk disini Outbond di dusun dua dan nanti akan melibatkan warga masyarakat didalamnya, bisa tenaga kerjanya atau kulinernya, gitu. Karena Kewajiban saya melayani dan memberikan kenyamanan kepada pengusaha dan Investor yang masuk” jelasnya lagi.

Saat ditanya kebenaran bahwa Karang Taruna menolak kegiatan Cut and Fill yang sekarang berjalan dan Alat berat yang dikuatirkan merusak jalan, Dian menampiknya, dan mengatakan bahwa itu hanya Miss Komunikasi dan Tiang Kabel penyebab masuknya Backhoe ke jalan.

” Itu hanya Miss Komunikasi, meskipun sudah masuk Media dan semalam sudah Clear kita disini, bukan penolakan sebenarnya, tepatnya hanya mempertanyakan, sebetulnya tidak ada permasalahan dan satu Lembaga dengan Lembaga lainnya kita support, sebelumnya juga baik, hanya waktu dan moment saja yang belum tepat” ungkapnya.

” Masalah Alat Berat, sebenarnya begini, dia memang menginjak jalan desa ya, karena posisi diatas itu ada kabel, kan gak mungkin, posisinya 90 derajat antara keluar Backhoe, gak mungkin dari lapangan langsung naik, otomatis harus lurus dulu dan mobil maju sekitar 4 meter kedepan turunan, karena ada kabel kan kuatir korslet, gitu sebetulnya” ungkapnya lagi.

Terkait Jalur Pipa Gas yang merupakan Objek Vital Negara yang dekat dengan Proyek, Dian juga mengatakan bahwa Izin dari Pertagas sudah ada.

” Sudah ada izin yang diberikan kepada pihak pemohon, Koperasi kartika Gajah Mada(Puspom AD), jadi mereka mengajukan permohonan kepada pihak Pertagas, dikaji entah prosesnya seperti apa dia dapatkan izin dan informasikan ke Pemerintahan Desa, itu saya sudah ada dua berkas di saya kaitan perizinan dari Pertagas dan ini selalu dimonitoring, pokoknya saya minta selalu dimonitoring se-aman mungkin. Saya yakin tidak mungkin pihak Pertagas berikan izin tanpa syarat, jadi pertanggung jawaban bukan dari kami tapi dari Pertagas, dia juga mempunyai orang lapangan yang selalu mengecek jalur pipa gas di wilayah Gunung Putri dan wilayah lainnya” terangnya.

Ketika Wartawan Gemantararaya.com menanyakan sejauh mana komunikasi Pemerintahan Desa Cicadas dengan Pemilik Lahan dan Pihak yang melakukan kegiatan Cut and Fill, Dian mengatakan sudah baik setelah Perizinan keluar.

” Alhamdulillah sudah baik, setelah Perizinan itu keluar, Pihak Koperasi Puspom AD pun mengajak Kelembagaan Desa, BUMDes untuk kerjasama Sub Kontrak untuk kerjasama didalamnya kelola area Parkiran, kalau toh memang nantinya ada pasar dalam artian menjual sisa tanah itu, kita kerjasama baik,gitu” jawabnya.

” Jadi, Pihak Puspom AD setelah Perizinan lengkap kerjasama dengan BUMDes Cicadas. Mungkin ini Project Pertama BUMDes berkerjasama yang artinya mendapatkan kepercayaan instansi pemerintah. Alhamdulillah, Kita mendapatkan kepercayaan dan kita harus menjaga itu tanpa mengabaikan apa yang menjadi ketentuan dari Pertagas dan tentu tidak melanggar aturan Pemerintah” tutupnya(Marlon,S.E.).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*