Muspika dan Kepala Desa Se-Kecamatan Cileungsi Rapat Minggon di Desa Dayeuh

Gemantararaya.com(Kab.Bogor), Muspika Kecamatan Cileungsi dengan Kepala Desa Se-Kecamatan Cileungsi adakan Rapat Minggon, bertempat di Desa Dayeuh,Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor,Rabu(30/09/2020).

Hadir dalam Rapat Tersebut, Camat Cileungsi, Zaenal Ashari, Kapolsek Cileungsi, AKP.Benny, Pelda Edi Nuryo mewakili Danramil. Kepala Puskesmas Cileungsi,Dr.Deli, Kepala Puskesmas Pasir Angin yang lama,Dr.Lizka, Kepala Puskesmas Pasir Angin yang Baru Dr.Harry, beserta Para Kepala Desa Se-Kecamatan Cileungsi.

Dalam Sambutannya, Camat Cileungsi, Zaenal Ashari, membahas terkait Pilkades yang tidak lama lagi akan di selenggarakan di Dua Desa di Wilayah Kecamatan Cileungsi  yaitu Desa Cileungsi Kidul dan Desa Limusnunggal yaitu dalam hal Pengawasan pilkades dari 10 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Cileungsi.

“,Saya berharap rekan-rekan 10 Kepala Desa bisa membantu dalam hal Pengamanan Pilkades nanti, tanpa dibantu,kita akan kerepotan karena sistim pelaksanaan pilkades berbeda dengan yang lalu, yaitu TPS yang tersebar, di Ceungsi Kidul ada 5 TPS, Desa limusnunggal juga 5 TPS, hindari Konflik permasalahan, selalu dipantau, diawasi, terutama netralitas Aparatur, biasanya ada masalah muncul akibat Panitia pilkades gak netral” ungkapnya.

” Sabtu,Tanggal 3 Oktober 2020, Kita akan melaksanakan muscam MUI, karena Tingkat Kabupaten sudah dilakukan Musda, sekarang mulai turun ke Kecamatan, dan untuk kecamatan Cileungsi yang pertama dari 40 kecamatan yang ada  di kabupaten Bogor. Mudah-mudahan yang terpilih di tingkat Kecamatan betul-betul bisa mengayomi kita semua, kalau dulu sistem voting, sekarang tidak melibatkan MUI Desa,tapi sistem Formatur, yang ditunjuk 7 orang, Camat sebagai Ketua Pembina” ungkapnya lagi

Zaenal Ashari juga menyinggung Terkait KRL(Kampung Ramah Lingkungan) yang selama ini sudah mulai dijalankan di tiap Desa,juga masalah Covid-19.

“Terkait KRL, kembali Saya katakan, Banyak potensi-potensi yang bisa dilakukan masyarakat, untuk itu perlu kita dukung dan jaga , jangan sampai Produk unggulan yang ada hilang sendirinya,  KRL itu sangat berpengaruh dan relevat dengan masalah  Covid- 19, Masyarakat dituntut berperilaku PHBS(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), selalu lakukan 3 M(Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak), mudah-mudahan Para Kepala Desa gak bosan mengingatkan dan mensosialisasikan Kepada Seluruh Warga Masyarakat betapa berbahayanya Covid-19. Mudah-mudahan kita bisa jalankan Protokol Kesehatan dan Realisasikan Perbup No.60 Tahun 2020. Program ini wajib dijalankan, saya titip para Kepala Desa jangan bosan menghimbau, sampai Tingkat RT RW, karena Cileungsi ini merupakan Zona merah, yang gak turun dan gak naik. Sekarang Cileungsi Peringkat 4 Se-Kabupaten Bogor dalam hal Covid-29. Ini membuktikan bahwa Virus Corona Covid-19 itu ada dan sangat berbahaya, tolong RT RW mensosialisasikan kepada Seluruh Warga, sebab kami kekuatannya terbatas, desa pun terbatas” terangnya.

“Saya ingatkan, Kita harus betul-betul menghindari kerumunan massal, perlu diwaspadai dan di tertibkan Seperti di Harvest, juga Di Desa Cipenjo ada satu angkringan di Metland Sektor 7 sangat sulit diatur dan sudah beberapakali ditertibkan, jangan bosan-bosan, upayakan ketegasan menjalankan Aturan Protokol Kesehatan, karena penularan virus ini sangat berat dan berbahaya, apalagi kita pernah Zoom Meeting dengan Mendagri Pak Tito, bahwa penularan paling bahaya itu dari piring, sendok,gelas, makanya kita harus waspada, dan sampaikan ke warga masyarakat, sekarang Masa
PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB) Kabupaten Bogor diperpanjang lagi yang Ke Empat sampai 27 Oktober 2020, Wajib Kita jalankan dan patuhi. Situasi covid, ini tidak semata-mata Posyandu tidak berjalan atau berfungsi, sesuai yang dikatakan Sekda , Kami mengajak dan menghimbau supaya Posyandu tetap harus jalan, kita fungsikan program-programnya dengan tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan. Mohon Kepala Desa sosialisasikan bahwa Posyandu harus betul-betul berjalan dan aktif, jangan sampai muncul penyakit baru seperti lumpuh layu atau kurang gizi. Kita harus antisipasi, jadi posyandu harus tetap buka, mari kita sama-sama aktifkan Posyandu, dan mohon Puskesmas diatur kehadirannya dan sosialisasikan kepada semua Kader Posyandu” terangnya lagi.

Sementara Kepala Puskesmas Cileungsi,Dr.Deli dalam sambutannya mengatakan bahwa di kecamatan Cileungsi ada 3 Puskesmas dan ada Rotasi atau Pergantian Kepala Puskesmas.

” Di Kecamatan Cileungsi ini ada 3 Puskesmas dan Minggu lalu Tanggal 24 September 2020, terjadi pergantian dan Rotasi Kepala Puskesamas di wilayah  Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Cileungsi” jelasnya

” Diantara 3 Kepala Puskesmas tersebut, salah satunya dr.Liska, Kepala Puskesmas Pasir Angin di rotasi ke Puskesmas Ciangsana,dan aktif per 1 Oktober 2020 nanti, dan digantikan oleh dr.Harry yang tadinya Dinas di Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Bogo,Call Center dan rujukan covid-19, juga pernah di UGD RSUD Cibinong, untuk Kepala Puskesmas Gandoang diisi oleh dr. Andi” jelasnya lagi

Ditempat yang sama Dr.Liska, Kepala Puskesmas Pasir angin yang akan tugas di Puskesmas Ciangsana, dalam sambutannya mengatakan bertrimakasih kepada Kepala Desa  Pasir Angin,Ismail,H.S., atas kerjasamanya selama ini.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Pasir Angin, Bapak Ismail karena selama Saya bertugas di Puskesmas Pasir Angin,Bapk Kepala Desa sangat aktif dan respon dalam hal Komunikasi dan koordinasi dengan Puskedsmas Pasir Angin, kalau kita butuh apa-apa bahkan kalau kurang armada, Kepala Desa Pasir Angin sangat cepat tanggap atau Gercep, saya ucapkan trimakasih, sebelumnya dan saya minta maaf jika selama saya bertugas di Puskesmas Pasir Angin ada pelayanan yang kurang memuaskan, semoga ditempat baru bisa lebih maksimal lagi” ucapnya singkat(Marlon,S.E.).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*