Ratusan Gabungan Cipayung Demo Di Mapolres Nias

Ratusan Gabungan Cipayung Demo Di Mapolres Nias

Gemantararaya.com (Gunungsitoli) Ratusan Gabungan Mahasiswa GMNI, PMKRI dan GMKI Cipayung bersama aktivis melakukan unjuk rasa di Mapolres Nias, Jln. Melati Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (4/11)

Aksi Damai ini dimulai dari jam 11.30 wib sampai dengan pembebasan 5 orang mahasiswa yang ditangkap dan diamankan karena bentrok dengan aparat kepolisian Nias ketika berorasi. Pada penyampaian orasi damai yang disampaikan oleh Ketua BPC GMKI Sepriman Zai, Ketua DPC GMNI Joko Puryanto Mendrofa dan Ketua Presidium PMKRI Miser Kordiasdomi Zega meminta kepada Kapolres Nias AKBP. Wawan Iriawan, S.I.K agar memberikan sanksi hukum maupun adat kepada oknum polisi yang melakukan perbuatan kekerasan dan penganiayaan kepada salah seorang perempuan pada saat menyampaikan aspirasi di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias pada tanggal 03/11/2020 yang lalu terkait adanya dugaan bahwa petugas Rumah Sakit Umum Gunungsitoli mengcovidkan pasien yang sedang berobat belum lama ini.

Sepriman Zai menegaskan bahwa perbuatan oknum aparat Polres Nias pada saat mengamankan orasi mahasiswa telah melanggar hak azasi manusia bahkan tidak mematuhi SOP pengamanan dengan tidak menggunakan tameng, sekaligus melecehkan marwah tupoksi amanah Kepolisian Republik Indonesia dengan tidak memberikan pelayanan, mengayomi dan melindungi masyarakat sebagai warga negara yang taat hukum serta melecehkan harga diri perempuan dengan cara kekerasan tanpa perlindungan dan bermoral, “tegasnya.

Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, S.I.K menyampaikan hak jawabnya di depan ratusan mahasiswa dengan sikap tegas mengatakan bahwa oknum anggota Polres Nias yang melakukan perbuatan dengan kekerasan sedang diproses secara hukum dan kita menunggu waktu karena dalam tahap penyelidikan, “ucapnya

Setelah melakukan penyampaian aspirasi maka mahasiswa kelompok Cipayung Pimpinan aksi, an. Silsilah Kasih Putra Abagi Halawa, menyampaikan tiga pernyataan sikap yaitu: Pertama, mendesak Kapolres Nias mengusut tuntas kasus penganiayaan kepada mahasiswa yang dilakukan langsung oleh oknum anggota Kepolisisan Resor Nias sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Kedua, mendesak Kapolres Nias menindak tegas oknum Kepolisian Resor Nias yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang mahasiswa. Ketiga, mendesak agar oknum tersebut dikenakan sanksi baik secara hukum maupun secara adat karena korban penindasan adalah perempuan. (Asali Lase)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*