Pedagang Seputar Hamparan Jembatan Siak IV Menjerit Atas Pungli Preman.

Pedagang Seputar Hamparan Jembatan Siak IV Menjerit Atas Pungli Preman.

Pekanbaru-Media (tim)

Ditengah himpitan ekonomi di tengah pandemi, bahkan susahnya mau cari nafkah. Tetapi justru pedagang di hamparan jembatan Siak IV menjadi sasaran intimidasi yang di duga dilakukan oleh preman yang yang semakin nembias.

Sejumlah pedagang di dekat jembatan Siak IV jalan sudirman, belakangan ini merasa resah. dan menyampaikan penderitaan yang dialami mereka kepada orang yang melintas di area mereka berdagang tersebut. Bahkan jurnalis media tim Gemantararaya.com tidak luput dari keluhan hati para peraup rezeki di pinggiran jembatan tersebut.

Dengan aksi sejumlah preman, yang selalu mendatangi pedagang dan disinyalir mengancam pedagang untuk pindah tempat sebagai alasan penekanan dalam menghalangi hak orang untuk hidup lewat pencarian nafkah berdagang tersebut.

Dengan alasan, bahwa mereka yang punya kuasa di daerah tersebut dan bahkan ada salah satu pedagang kopi yang hidupnya susah tidak luput dari tekanan para preman tersebut

Salah satu dari pedagang yang namanya akrab dipanggil buk de. Mereka tinggal disana sama anak dan suaminya, dan mereka salah satu korban pengancaman dari preman-preman tersebut.

Dan bahkan, menurut buk de acanman preman hingga memaksa pindah dalam waktu 3 hari, dan kalau tidak pindah “akan tau akibatnya” begitu pengakuan dari salah satu preman tersebut yang ditirukan oleh pedagang. Sehingga buk de ini merasa resah dan tidak nyaman dengan apa yang di perlakukan oleh preman tersebut terhadap buk de dan kawan-kawan.

Tabiat premanisme memicu keresahan warga karena menghalalkan segala cara, dengan kerap menggunakan pendekatan kekerasan, itu pula yang membedakan masyarakat terdidik dan primitif. Adapun yang disebut kedua menghadapi persoalan apa saja.

Langkah-langkah antisipasi, jangan sampai terlambat mengantisipasi apalagi melakukan pembiaran, karna ini sudah meresahkan masyarakat yang berjualan di sekitaran jembatan Siak IV sudirman.

Rilis:
Ardi Ilham (red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*