Gemantararaya.com(Kab.Bogor, Pemerintahan Kecamatan Cileungsi akan berkoordinasi dengan UPT Pertanian Gunung Putri terkait Keluhan Petani dan keberadaan Kelompok Tani saat ini. Hal ini disampaikan oleh Plt. Camat Cileungsi Wawan Suryana, saat diwawancarai Wartawan Gemantararaya.com di sela-sela acara kegiatan Rapat Minggon Kecamatan Cileungsi yang diadakan di Desa Mekarsari, Rabu(02/12/2020).

Saat dimintai Wartawan Gemantararaya.com tanggapannya sebagai Leading Sektor Kecamatan Cileungsi terkait Keluhan Petani di Desa Mampir, Wawan mengatakan akan berkoordinasi dengan UPT Pertanian Gunung Putri.

” oh..iya, tentang masalah Keluhan Petani yang di Desa Mampir ya? Nanti Kami akan Koordinasikan dengan pihak UPT Pertanian Gunung Putri, apa sebenarnya Permasalahannya” jawabnya.

” Kan begini, Kita dari Pemerintahan Kecamatan Cileungsi kan sebagai Fasilitator, ya tentu akan kita fasilitasi melalui koordinasi dengan pihak UPT Gunung Putri, diluar itu ada kewenangan Dinas yang membidanginya” jawabnya lagi.

Ketika ditanya apa sebenarnya Tugas dari UPT Pertanian dan adanya keinginan Petani supaya semua bantuan ke Kelompok Tani di Desa Mampir untuk di audit sebagai bentuk Transparansi dan Akuntabilitas untuk diketahui Para Petani, khususnya Anggota yang terdaftar, Wawan mengatakan bahwa UPT Pertanian banyak Tugasnya termasuk Penyuluhan dan akan berkoordinasi untuk bantu keluhan Para petani.

” UPT Pertanian itu kan banyak Tugas nya, termasuk Penyuluhan, Nanti itu juga Kewenangan ada di Dinas juga, dan kita akan koordinasi dengan UPT Pertanian Gunung Putri untuk mengetahui Persoalan yang ada sesuai keluhan Petani” ungkapnya.

” Tentu ini nanti jadi bagian Evaluasi Akhir Tahun, nanti Kita akan Koordinasi dulu ya!” Pungkasnya singkat.

Sebelumnya Gemantararaya.com sudah memberitakan terkait Keluhan petani di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, salah satu Petani yang mengeluh Bernama Pak.Umin(70 Tahun), dimana selama puluhan Tahun jadi Petani belum pernah dapat bantuan Pertanian baik dari pusat, Provinsi, bahkan pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor. Selama jadi Petani pun belum pernah ada penyuluh Pertanian dari UPT Pertanian Gunung Putri yang menemuinya untuk mendengarkan keluhannya, bahkan Kepala UPT Gunung Putri, Nulianti Ayuni pernah mengatakan sesuai Penelusuran Penyuluh nya dilapangan bahwa Bapak Umin sudah masuk dalam Kelompok Tani setempat, sehingga Pak.Umin bingung dan kaget karena merasa tidak pernah jadi Anggota Kelompok Tani setempat, bahkan Nama Poktannya saja Pak.Umin tidak tau dan tidak pernah ketemu Ketua Poktannya yang bernama RW Manan(Nama Panggilan). Sehingga jadi pertanyaan besar dimana Penyuh pertanian dari UPT Pertanian Gunung Putri bukan nya mendatangai Pak.Umin langsung untuk mendengar keluhannya, malah hanya mendengar keterangan dari Pihak(Petani) lainnya.

Foto: Pak.Umin dan Istri, Petani Tua yang mengeluh dan belum didatangi langsung UPT Pertanian Gunung Putri.

Kepada Gemantararaya.com, Pak Umin berharap Keluhannya ini didengarkan oleh Ibu Bupati Bogor, Ade Yasin untuk ditindaklanjuti, dan berharap ada transparansi semua bantuan yang dikucurkan ke Kelompok Tani yang diketuai RW Manan untuk diaudit, sebagai Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, karena semua Bantuan yang ada bersumber dari Anggaran Negara untuk Masyarakat,Khususnya Petani. Apalagi saat ini Kabupaten Bogor sedang gencar-gencar nya membuat Program Pancakarsa dimana didalamnya Pertanian salah satunya, melalui peningkatan Produksi pertanian untuk peningkatan kebutuhan Pangan dengan memberdayakan Para petani penggarap dimana saat ini sudah banyak lahan yang beralih Fungsi, sehingga perlu membantu para petani penggarap dan memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk pertanian.(Marlon,S.E.).