Gemantararaya.com (Kab.Bogor), Acara Peringatan Hari Aids Sedunia Kabupaten Bogor diadakan di Cafe Jenggot, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu(02/12/2020). Adapun Motto Peringatan acara Hari Aids ini yaitu:” Perkuat kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas, 10 Tahun Menuju Akhir Aids 2030″.

Acara tersebut dihadiri Oleh Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cileungsi,Dr.Deli, Kabid P2P(Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dr.Dedi Syarif, Ketua Pelaksana Harian Sekretariat Penanggulangan Aids KPA(Komisi Penanggulangan Aids) Kabupaten Bogor, Sugara, Pj.Kepala Desa Limusnunggal, Mastur dan dihadiri Para PSK setempat.

Foto: Dr. Deli, Kepala UPT Puskesmas Cileungsi

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian Sekretariat penanggulangan Aids KPA Kabupaten Bogor,  Sugara mengatakan bahwa Acara Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Acara peringatan Hari Aids Se-dunia.

” Acara Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Acara Peringatan Hari Aids Se-Dunia yang mana diperingati setiap Tanggal 1 Desember setiap tahunnya, Warga Dunia, KPA, Dinkes juga lakukan peringatan Hari Aids” ungkapnya.

” Kita juga sudah laksanakan rangkaian Acara Kegiatan kampanye simpatik, seperti di wilayah Cawi, Cibinong dan wilayah lainnya, dalam kegiatan tersebut Kita bagikan Masker, Bunga dan lainnya, dan nanti acara ini berakhir tanggal 7 Desember 2020, dan akan dilaksanakan di Hotel Ayuda Puncak dengan mengundang para SKPD, MUI, dan Instansi terkait, juga Bupati Insya Allah bisa hadir” ungkapnya lagi.

Sementara Pj.KepalaDesa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Mastur dalam sambutannya mengatakan bahwa Peringatan Hari Aids Se-Dunia ini bertujuan untuk mengingatkan Masyarakat Dunia betapa mahalnya kesehatan dan mengingatkan supaya Kita bisa mencegah penularannya.

” Peringatan Hari Aids Se-Dunia ini bertujuan mengingatkan seluruh Masyarakat Dunia betapa pentingnya menjaga kesehatan, dan betapa pentingnya mencegah penularan Penyakit Aids” terangnya.

” Memang ini bukan keinginan Masyarakat,khususnya yang terjangkit Penyakit HIV/AIDS, banyak Faktor-faktor Penyebabnya, dan mudah-mudahan kedepan para Pekerja Sex Komersial bisa meninggalkan Profesi nya untuk beralih ke hal-hal kreatif untuk kemajuan kedepannya, karena memang rentan dan Desember 2020 ini kita berharap supaya Masyarakat ikut Pilkades dan tetap menjaga keamanan dan kondusifitas, tapi jangan sampai ada kerumunan massa , jangan kerahkan massa, karena sudah ada perpanjangan PSBB ke-6, setiap ada kerumunan akan tetap kita bubarkan, untuk cegah cluster penyebaran covid-19″terangnya lagi.

Foto: Mastur, Pj.Kepala Desa Limusnunggal

Ditempat yang sama, Kepala UPT Puskesmas Cileungsi, Dr. Deli dalam sambutannya mengatakan dengan adanya kegiatan Hari Aids sedunia yang diperingati 1 Desember, mengucapkan trimakasih kepada Bapak Sugara dan team dari KPA, termasuk para hadirin atas kehadirannya pada acara hari ini.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sugara dan Team dari KPA dengan diadakannya acara peringatan Hari Aids Se-Dunia ini,  kami dari puskesmas memang agak sangat susah untuk kumpulkan para neng-neng ini(PSK,Red). beberapa waktu lalu Kami berjalan dari pintu ke pintu jemput bola untuk mwnemui mereka ke tempatnya masing-masing, tapi pas Neng-neng cantik ini tidur saat malam kami dimarahi, tapi kami juga maklum, cuma…, saya berbicara disini untuk Neng-nen sekalian, tolong disampaikan ke teman-temannya bahwa kami dari Puskesmas datang memeriksa kesehatan untuk kepentingan neng-neng dan tamu” ujarnya.

” Kalau pun ada temuan penyakit jangan stress, ada obatnya, kalau tidak diperiksa kan kita gak tau, kan ada kelihatan sehat tapi bisa saja positif HIV/AIDS, jadi bagaimana supaya aman, nyaman, dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita juga tau Dijaman saat ini kita semua pasti tau berita covid-19, kita sampai saat ini cileungsi termasuk limus nunggal masih zona merah, daya tular covid-19 ini luarbiasa cepat,  jadi harus selalu taat protokol kesehatan, harus selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak(3M). Mudah-mudahan Neng-neng semua kedepan bisa alih profesi, itu suatu harapan, untuk cegah peningkatan kasus HIV” ujarnya lagi.

Dokter Deli juga mengatakan Kedepan  akan membagikan Quesioner kepada para PSK.

” Kedepan kita ingin melakukan Survey dan menyebarkan Quesioner(pertanyaan), biar kita tau nanti hasilnya, Neng-neng nanti mau kan jawab Quesioner nya?ujar Dokter Deli dan sontak disahut para PSK ; ” Mauuuu……!.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor,Dr. Dedi Syarif, disela acara kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini sudah terjadwal.

” Kegiatan ini sudah terjadwal, dan Kabupaten Bogor saat ini sudah mempunyai KPA(Komisi Penanggulangan Aids). Aids bisa tertular salah satunya melalui hubungan sex. Kita disini bekerjasama untuk tingkatkan capaian target SPM, salah satunya melakukan pelayanan kesehatan terhadap yang terdeteksi Aids, karena beresiko harus dideteksi, kalau sudah terdeteksi kita bisa sinergi untuk pengobatannya” Imbuhnya

” Jadi perlu dilakukan screening juga, sebab HIV AIDS bisa berkembang, HIV/AIDS ketauan setelah 5 tahun masuk fase Sindrome Aids, banyak ciri-cirinya, misalnya jadi kurus, kena hepatitis, dan lainnya, dan akhirnya akan meninggal dunia,karena obatnya belum ada, yang ada hanya obat meningkatkan daya tahan tubuh(imunitas) sehingga tidak mudah terpapar penyakit lainnya, jadi melalui KPA Kita berharap bisa bersinergi dengan elemen-elemen lainnya” pungkasnya.(Marlon,S.E.).