Gemantararaya.com(Kab.Bogor), Kecamatan Cileungsi,Kabupaten Bogor adakan kegiatan Rapat Minggon di Desa Mekarsari, Rabu(02/12/2020. Acara berlangsung halaman rumah Kepala Desa Mekarsari, H.Imron Rosadi.

Hadir dalam acara tersebut, Plt.Camat Cileungsi, Wawan Suryana, Kepala UPT Puskesmas Pasir Angin,Dr.Harry Triono Hartadi, Perwakilan UPT Pendidikan Cileungsi, Usman, MUI Kecamatan Ceungsi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Apdesi sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Cileungsi, Jamhali,B.J.,S.E. dan Para Kepala Desa Se-Kecamatan Cileungsi.

Dalam sambutannya, Ketua Apdesi Kecamatan Cileungsi, yang juga sebagai Kepala Desa Dayeuh, Jamhali,B.J.,S.E. menekankan Pentingnya menjaga Protokol Kesehatan,Khususnya melaksanakan 3M.

” Dengan situasi saat ini bahwa Covid-19 masih tetap harus diwaspadai penyebarannya, kita wajib tetap mentaati protokol kesehatan, khususnya melaksanakan 3 M(Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Memakai Masker) untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19″ ungkapnya

” Perlu kesadaran dan tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada Masyarakat supaya tetap taat protokol kesehatan, dan selalu hindari kerumunan untuk kepentingan kita bersama” ungkapnya lagi.

Senada dengan Plt.Camat Cileungsi, Wawan Suryana, dalam sambutannya juga menghimbau supaya tetap taat protokol kesehatan.

” Kita harus tetap taat Protokol kesehatan, dan tetap sosialisasikan perpanjangan ke-6 PSBB AKB(Adaptasi Kebiasaan Baru) yang diterbitkan Bupati Bogor melalui Perbup” terangnya.

” Perpanjangan ke- 6 PSBB AKB ini mengingat bahwa bahwa kondisi covid-19 sampai saat ini masih naik turun, belum aman. Cileungsi saat ini naik lagi, yang pasti perlu pengendalian dan penanganan, melaksanakan 3 M itu kewajiban, termasuk  jangan berkerumun, karena kerumunan akhir-akhir ini sudah jadi sorotan seperti di media Televisi dan online, kerumunan harus dibubarkan untuk cegah covid-19″ terangnya lagi.

” Sesuai Surat Edaran(SE) sudah jelas semua elemen Masyarakat harus patuhi protokol  kesehatan,iya.., peraturan ini cukup ketat. Untuk Penyelenggaraan Kegiatan apapun yang mengundang keramaian Panitia harus lampirkan Foto Copy KTP, apalagi pesertanya sampai 150 orang. Dalam hal ini Hajatan di masyarakat sudah dibuat aturannya, semua wajib taati protokol kesehatan secara ketat dan dilengkapi surat pernyataan bahwa dalam penyelenggaraan Acara Kegiatan sudah sesuai protokol kesehatan,dan jika tidak sesuai aturan, siap dibubarkan, berharap hal ini Supaya diinformasikan ke masyarakat” jelasnya.

Selain masalah Protokol kesehatan terkait Covid-19, Wawan Suryana juga menyampaikan kepada para Kepala Desa pentingnya membuat laporan-laporan.

“Kepada rekan-rekan Kepala Desa disini disampaikan pentingnya membuat laporan-laporan, ini sekedar mengingatkan para kepala desa karena bulan Desember merupakan akhir tahun, jadi supaya memulai penyusunan laporan,baik terkait perubahan anggaran juga hal-hal lain terkait penyelenggaraan pememerintahan desa sesuai aturan yang berlaku, termasuk Pelayanan Publik di kecamatan Cileungsi, pada pelaksanaannya harus bersinergi. Pengaduan masyarakat jangan sampai ada permasalahan dalam pelayanan” pungkasnya.

Sementara dari Koramil Cileungsi,yang diwakili Pelda. Edy Nuryo, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kami hanya menekankan dengan siatuasi saat ini, mari Kita tetap Jaga persatuan dan kesatuan, jangan terprovokasi Oknum ormas-ormas luar, harus dihalau, itu tugas koramil dan polsek beserta Masyarakat” ucapnya singkat.

Usman, mewakili UPT Pendidikan Kecamatan Ceungsi,dalam sambutannya mengatakan ada wacana Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Januari 2021.

” Ada Wacana Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,sebab Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) baik secara daring dan lainnya setelah di evaluasi bahwa tingkat efektifitasnya kurang, tapi apa boleh buat daripada anak-anak tidak bisa belajar, sebab Pembelajaran Jarak Jauh hanya dijejali cognitif pengetahuan, sementara perlu diketahui sikap dan juga keterampilan putra putri kita” ucapnya.

“Kepada Masyarakat melalui Camat dan juga para Kepala desa, karena ini Tanggung jawab kita bersama tentang dunia pendidikan dan juga tidak terlepas dari  Tanggung jawab orangtua dengan adanya wacana Belajar Tatap Muka mulai januari 2021, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan ketentuan yg akan diatur lebih detail lagi dengan Maksimal 50 persen bisa tetap patuhi protokol kesehatan, khususnya Pendidikan Dasar(Dikdas), jadi dimohon kerjasamanya” pungkasnya(Marlon,S.E.).