Wagubri Berikan Apresisasi DPP APPI, Edi Natar: Gebrakan Baru Pewarta Ini Harus Mendapatkan Dukungan Semua Pihak

Tanam Tabebuya di Pusdiklat DPP APPI, Wagubri: Menjaga Ketahanan Pangan Riau, Langkah Ini Harus Didukung

Tak Sekedar Pusdiklat DPP APPI, Pondok Pesantren juga Dibangun, Wagubri: Ya Harus Didukung Semua Pihak

KAMPAR- Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edi Natar Nasution kembali berkunjung ke kawasan Pusdiklat Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pewarta Pertanian (DPP APPI) di Jalan Uka, Desa Rimbopanjang, Kampar, Riau.

Kehadiran Wagubri disambut hangat Ketua Umum DPP APPI, Alexander Pranoto. Keduanya terlihat berdiskusi seputar pertanian dan pengembangan kawasan agrowisata bergulir di Pendopo Pusdiklat yang nyaman.

Wagubri saat kunjungan juga melihat kondisi kawasan Pusdiklat yang sudah mulai ditanami beraneka jenis tanaman. Dia mengusulkan agar kawasan ini dapat terus dikembangkan. 

Pejabat nomor dua di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini, juga menanam tanaman pelindung tabebuya.

Dia mengatakan sebagai Pusdiklat, tempat belajar dan menimba ilmu pertanian, lokasi ini bisa bermanfaat besar untuk pertanian di Riau.

“Dengan kehadiran teman-teman para wartawan di sektor pertanian ini, maka ada gebrakan baru untuk memajukan dunia pertanian. Pemerintah dan pihak swasta harus memberikan dukungan positif ini,” ujarnya, Senin (7/12/2020).

Perlunya dukungan seluruh pihak, sebab kata dia lagi, di lokasi Pusdiklat DPP APPI ini akan dibangun pondok pesantren. Artinya, santri yang menimba ilmu keagaman juga di bekali ilmu pertanian, perkebunan, peternakan,dan perikanan.

Ketua Umum DPP APPI, Alexander Pranoto mengatakan, langkah yang telah dilakukan kali ini yaitu dengan memanfaatkan lahan kosong gar bisa memproduksi pangan dan tentunya dapat membantu dalam memproduksi pangan di daerah.

 “Upaya ini tentunya membantu agar tetap memproduksi sehingga kesediaan pangan tetap aman,” katanya.

 DPP APPI, sebut dia, juga telah melakukan gerakan menanam untuk meningkatkan ketahanan panganan dan menginstruksikan DPD hingga DPC menggerakkan program ketahanan pangan ini.***