Gemantararaya.com(Kab.Bogor), Tanah Proyek TPT(Tembok Penahan Tanah) Irigasi  atau Turap yang terletak di tanjakan Desa Nambo. kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor amblas sehingga beresiko mengakibatkan Turap yang baru selesai dibangun kurang lebih 1 Bulan lalu itu bisa longsor dan amblas kembali, termasuk badan jalan Cor yang diperkirakan baru 1 Tahun selesai dikerjakan.

Dari Pantauan Wartawan Gemantararaya.com dilapangan, terlihat Tanah Proyek TPT Amblas sehingga mengakibatkan Lobang besar yang menganga sedalam -+ 1 Meter, Lebar -+ 2 Meter dan Panjang -+ 5 Meter yang mengakibatkan Setiap Hujan Turun air merembes masuk kedalam Lobang tanah yang Amblas.

Menurut beberapa Warga setempat yang berada diLokasi tanah Proyek TPT yang amblas saat diwawancarai Wartawan Gemantararaya.com, Rabu(20/01/2021) mengatakan bahwa Proyek tersebut baru selesai dikerjakan -+ 1 Bulan oleh Kontraktornya.

” Tanahnya Amblas membentuk Lobang besar di bawah bahu jalan, padahal Proyek ini baru selesai -+ 1 bulan yang lalu, sudah langsung amblas seperti ini, kenapa ya Proyek baru selesai begini sudah amblas saja tanahnya, bukankah harusnya dipertimbangkan secara teknis bahwa memang tanah disini labil” ungkap salah satu Warga.

” Ini sangat beresiko karena Badan jalan yang di Cor ini, bawahnya di satu sisi sudah bolong dan bolongnya pun panjang, takutnya saat dilintasi Truk bermuatan berat akan amblas, entah kenapa Proyek masih baru selesai sudah seperti ini, padahal kan nilai proyek ini gak sedikit Anggarannya” ungkapnya lagi.

Kepala Desa Nambo, Nanang ketika ditemui Wartawan Gemantararaya di Kantor Desa, Rabu(20/01/2021) mengatakan Bahwa Tanah Proyek TPT di sisi badan jalan longsor dan amblas karena kemungkinan tanahnya gak diisi padat dulu.

” Itu Proyek TPT irigasi ada badan jalan disisinya, dibawah jalan tersebut longsor dan amblas, mungkin setelah selesai Proyek tersebut gak diisi tanah dan gak dipadatkan terlebih dulu, itu sangat beresiko jika gak segera dibenahi, badan jalan juga bisa patah dan bisa longsor lagi” ungkap Nanang.

” Itu kan Proyek PUPR Kabupaten Bogor dari APBD dan ada Kontraktor yang mengerjakannya yang dapat lelang Proyek tersebut, saya lupa nama Perusahaan Kontraktornya tapi saya sudah Komunikasi ke Kontraktornya dan sudah Saya sampaikan informasi Kondisi Proyek nya, Kita kuatir saja jika terjadi longsor dan jalan Cor nya patah” sambungnya.

” Memang dulu sudah pernah dikerjakan, belum lama longsor, awalnya itu kita kerjakan secara swadaya sementara dari pihak PUPR hanya tambahan saja, karena lahannya labil gak lama longsor, dan sekarang dikerjakan lagi oleh Kontraktor yang mendapat lelang proyek tersebut, belum lama selesai tanahnya amblas” terang Nanang.

Saat ditanya berapa Panjang, Lebar dan Kedalaman Proyek TPT, Nanang mengatakan bahwa Panjang Proyek kurang lebih 20 meter.

” Panjang -+ 20 Meteran, kedalaman sekitar -+ 4-5 meter, harusnya kan dipadatkan dulu tanah nya, Kita sudah Bell Pihak PUPR, termasuk UPT Jonggol sudah kita sampaikan informasi kondisinya. Kan Pelaksana Proyek ini masih punya kewajiban, dan Proyek ini sudah serah terima” tutupnya.

Ketika Permasalahan proyek ini hendak dikonfirmasi kepada kepala UPT Jalan jembatan Jonggol, yang bersangkutan gak ada ditempat(Marlon,S.E.).