Musrenbang Kecamatan Ma’u Hasilkan Beberapa Kesepakatan

Nias – Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Ma’u kabupaten Nias provinsi Sumatera Utara tahun 2021 digelar, Senin (8/2)

Dalam kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan Ma’u dihadiri oleh anggota DPRD Dewia Zebua Ketua fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Nias, F. Gulo anggota DPRD dan M. Gulo anggota DPRD Kabupaten Nias, staf ahli bidang kemasyarakatan, Nuzlam Hia, ST Kadis PUPR Kabupaten Nias, Elisati K. Telaumbanua staf Bappeda, dan beberapa SKPD lainnya yang ikut turut hadir, Forkopimka, seluruh para kepala desa, perangkat desa dan delegasi desa serta beberapa BPD.

Oleh Sentosa Waruwu, S.I.P, M.A.P, selaku Kasi PMD melaporkan beberapa hal yang terkait pada pelaksanaan Musrenbang RKPD 2021 untuk pendanaan tahun 2022 adalah sebagai berikut, I. DASAR PELAKSANAAN, 1. Undang Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem pembangunan Nasional. 2. Surat Bupati Nias Nomor : 050/061/Bappeda tanggal 26 januari 2021 dengan perihal pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Nias di kecamatan Mau tahun 2021 untuk pendanaan tahun 2022. Surat Camat Mau Nomor : 050/103/PMD/ II/2022/ tanggal 03 Februari 2021 dengan perihal, pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Nias di Kecamatan Ma’u tahun 2021. Makdud dan tujuan, Musrenbang RKPD Kabupaten Nias diselenggarakan dengan tujuan antara lain: Musrenbang RKPD Kabupaten Nias di Kecamatan Ma’u diselenggarakan dengan tujuan secara umum yaitu terlaksana Musrenbang dari semua tahapan dengan melibatkan sebagai kelompok masyarakat. Membangun mekanisme musyawarah rencana pembangunan yang lebih partisipatif. Mengedepankan kaidah musyawarah dan mufakat. Dan tujuan secara khusus adalah membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan prioritas kegiatan pembangunan yang ada di wilayah kecamatan Mau. Dan menyepakati serta mengelompokan kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah kabupaten Nias. Waktu pelaksanaan adalah sesuai dengan surat Bupati Nias melalui Bappeda kabupaten Nias bahwa pada hari ini Senin 8 Februari 2021 untuk pendanaan tahun 2022. Pembiayaan adalah pembiayaan kegiatan pihak Musrenbang RKPD kabupaten Nias di kecamatan Mau tahun 2021 dan secara khusus pada tim delegasi masing-masing desa yang tiga orang sesuai dengan mandat kepala desa akan mendapatkan bantuan pengganti trasportasi. Output kegiatan adalah dokumen yang dihasilkan dari Musrenbang RKPD kabupaten Nias kecamatan Mau adalah sebagai berikut berita acara kesepakatan hasil Musrenbang RKPD. Kegiatan prioritas daftar usulan yang belum disetujui Musrenbang RKPD Kabupaten Nias di kecamatan Ma’u dan daftar hadir peserta Musrenbang RKPD dan juga daftar nama delegasi yang telah mengikuti forum Musrenbang.

Kasman Laoli unsur Forkopimka dalam kata sambutannya mengatakan bahwa yang seyogianya Kapolsek Moi yang menyampaikan sambutan ini akan tetapi karena ada urusan tugas yang tidak dapat dielakan. Pada Musrenbang ini tentu harapan kita membawa kemajuan Ma’u kearah pembangunan yang lebih baik. Dan kami yang bertugas di Ma’u telah merasakan sendiri bagaimana jalan dari Gido menuju kecamatan Ma’u, jalannya sangat rusak untuk itu harapan kita semua agar diprioritaskan usulan pembangunan infrastruktur jalan pada Musrenbang ini.

Rudin Waruwu, S.T, dalam sambutannya menyampaikan bagaimana hasil ekspos wilayah kecamatan Ma’u bahwa kecamatan Ma’u sangat strategis secara geografis karena diapit oleh tiga kecamatan, dan jumlah penduduk kecamatan Ma’u ada 13.600 jiwa dan 11 desa. Sebagaimana kita mengetahui bahwa di kabupaten Nias ada 24 desa yang masih terisolir dan termasuk 7 desa yang tergolong desa yang terisolir.

Lanjut Plt. Camat mengatakan untuk mengatasi desa terisolir adalah satunya prioritasnya adalah pembangunan infrastruktur jalan. Dan diharapkan kepada dinas peternakan agar bantuan pemberian bibit babi untuk dipelihara oleh masyarakat, maka dalam hal ini dalam proses pembangunan harus ada yang kita utamakan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak secara umum, untuk itu kita harus bijak dan ilmiah.

Staf ahli bidang kemasyarakatan mewakili Bupati Nias dalam arahan dan bimbingan menerangkan bahwa yang seharusnya Bupati Nias yang datang akan tetapi ada halangan yang tidak dapat dihindari beliau. Pada arahannya Bupati Nias melalui stafnya mengatakan bahwa tentang sistem perencanaan pembangunan nasional RKPD Musrenbang tahun 2021 dalam rangka penyusunan perencanaan kerja pemerintah daerah kabupaten Nias tahun 2022 sebagaimana yang kita laksanakan pada forum hari ini mengacu pada UU Nomor 25 tahun 2004 tentang perencanaan pembangunan nasional yang dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah disebutkan bahwa dalam rangka susunan rencana kerja pemerintah daerah atau RKPD. Maka setiap tahunnya diselenggarakan musyawarah pada masing-masing tingkat pemerintah mulai tingkat desa atau kelurahan sampai tingkat nasional, dengan regulasi berupa peraturan Menteri dalam negeri Nomor 86 tahun 2017 pada pasal 95 bahwa Musrenbang RKPD Kabupaten Nias, dilaksanakan dengan tujuan membahas menyepakati serta merumuskan permasalahan prioritas pembangunan daerah dan pelaksanaan Musrenbang merupakan puncak dari mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Dan kita berharap agar tercipta pandangan yang sama dalam skala prioritas dan senergi dalam prioritas yang akan dibangun pada tahun 2022 yang akan datang.

Dewia Zebua menyikapi dan menjawab pertanyaan para kepala desa dan tokoh masyarakat dalam ruang diskusi. Dewia Zebua menanggapi bahwa kami sebagai anggota dewan sebagai wakil masyarakat Ma’u kami terus berjuang kepada pemerintah untuk pembangunan di wilayah kecamatan Ma’u. Pembangunan infrastruktur jalan adalah wewenang pemerintah dan kami anggota legislafif menyalurkan aspirasi masyarakat. Pada pola pembangunan dilaksanakan sesuai dengan arah pembangunannya maka diharapkan kepada para kepala desa jangan egois pada pelaksanaan pembangunan yang masuk di desa masing-masing. Dan sebagai contoh desa saya sendiri di desa Sihareo III induk baru bisa dibangun dengan infrastrukturnya misalnya lewat simpang Gaji tentu yang duluan dibangun adalah lingkungan Gajinya tidak mungkin melompat walaupun dananya diarahkan di pemerintahan desa Sihareo III. Untuk itu diharapkan agar ada kerjasama yang baik antara kepala desa dibuang rasa egois yang hanya bisa menghambat proses pembangunan. Dan kami ingatkan juga dinas pendidikan agar penempatan guru disesuaikan dengan back groundnya karena selama ini kita temukan dilapangan banyak guru yang bukan jurusannya, sehingga tidak ada kualitas peserta anak didik. Dan diharapkan pihak Bappeda dan PUPR dapat merealisasikan dan menetapakan apa yang menjadi skala prioritas, “pungkasnya

Kadis PUPR Kabupaten Nias tanggapannya mengatakan bahwa sepertinya dalam hasil diskusi kita mengerucut hasilnya bahwa hasil masyawarah masyarakat terwujud dan fokus pada pembangunan jalan dari Gido menuju lokasi kecamatan Ma’u atau desa Lasara Siwalubanua. Apa yang menjadi usulan desa tidak seluruhnya terakomidir karena disesuaikan dengan kesepakatan bersama dengan skala prioritas.

Elisati K. Telaumbanua staf Bappeda sampaikan bahwa Musrenbang harus sinkron pada perencanaan pembangunan nasional berdasarkan Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 dan RJPD adalah menjadi pedoman dalam perumusan visi misi calon bupati yang terpilih.

Aliyus Waruwu Kades Lasarasiwalubanu pada keterangan persnya mengatakan bahwa berharap kepada pemerintah kabupaten agar pengaspalan secara hotmix dari dari kecamatan Gido menuju desa Lasarasiwalubanua sebagai lokasi ibu kota kecamatan Ma’u. Dan usulan kegiatan yang telah disepakati baik melalui Musrenbang yang dilaksanakan hari ini dan seperti pembangunan jalan dari simpang Gaji menuju desa Sihareo III induk dan Sihareo III Bawasalooberua bahkn menuju wilayah kecamatan Somolo-Molo dan demikian juga jalan dari Lasarasiwalubanua menuju desa Balodano, desa Leweguru II bahkan menuju wilayah kabupaten Nisel dan bila terakses jalan dengan perbatasan kecamatan Huruna kabupaten Nisel maka menjadi alternatif jalan masyarakat Nisel terutama kecamatan Huruna dan sekitarnya dengan pastinya melewati jalan dari desa Balodano karena dekat dibanding melewati arah Nias Tengah maka dengan akses jalan ini maka ada peningkatan ekonomi masyarakat. Berharap kepada pemerintah agar memperhatikan bidang pendidikan, kesehatan dan aliran listrik karena banyak desa-desa yang ada di kecamatan Ma’u yang belum dialirin listrik,” harapnya”.

Rudin Waruwu, ST menutup acara Musrenbang dan membacakan hasil kesepakatan seluruh desa dan tim delegasi dan menyepakati adalah sebagai berikut 1. Pemeliharaan jalan dari Hiliweto Gido menuju Kecamatan Ma’u, 2. Lanjutan peningkatan jalan dari Lasarasiwalubanua menuju Leweguru II, 3. Lanjutan peningkatan jalan dari Lewa-Lewa menuju desa Tuhemberua, 4. Lanjutan peningkatan jalan simpang Gaji menuju desa Sihareo III dan Sihareo III Bawasaloo Berua, 5. Lanjutan peningkatan jalan simpang tulus menuju Sihareo III Hilibadalu, 6. Lanjutan peningkatan jalan dari desa Balodano menuju desa Lasarasiwalubanu dan 7. Lanjutan peningkatan jalan menuju kantor camat Ma’u.” tutup Camat Ma’u.

ArG/red

By Geya