Diduga Kelompok Poklahsar CARI NAFKAH Membohongi Anggota Kelompoknya (Mitaria Zendrato)

Nias – Diduga kelompok Poklahsar CARI NAFKAH membohongi anggota kelompoknya (Mitaria Zendrato) penduduk desa Biouti kecamatan Idanogawo kabupaten Nias provinsi Sumatera Utara, Kamis (11/02).

Mitaria Zendrato kepada awak media Gemantararaya.com menjelaskan bahwa kelompok CARI NAFKAH di desa Biouti yang terbentuk sejak tahun 2017, dengan tujuan pembentukan kelompok ini untuk memberdayakan anggota kelompok yang kerjanya penggalas ikan agar ada peningkatan ekonomi kami sebagai penggalas ikan yang dibantu oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, “jelasnya”.

Mitaria Zendrato menuturkan rasa kesalnya pada kelompoknya, karena merasa diskriminasi dan pilih kasih pada pemberian bantuan tersebut dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias. Dan kami anggota kelompok CARI NAFKAH terdiri dari sepuluh orang dan hanya saya sendiri yang tidak menerima bantuan alat pengasapan Ikan tahun 2018 dan juga tahun 2020, penerimaan bantuan kulkas dan box fiber ikan dan juga tak kunjung saya terima. Oleh ketua kelompok CARI NAFKAH meminta uang kepada saya mulai dari tahun 2017 sampai 2020 sebesar 850.000 (delapan ratus ribu rupiah) dan ternyata tidak satupun saya terima bantuan yang dimaksud dan merasa saya dibohongi dan dirugikan oleh kelompok CARI NAFKAH karena uang saya telah dikorbankan, “tutur kesalnya.

Lanjut Mitaria Zendato menyampaikan bahwa ada satu orang perangkat desa yang ada di kelompok kami CARI NAFKAH tetapi masih menerima bantuan kulkas dan box fiber ikan di tahun 2020. Dan setelah saya kritik iuran yang diminta oleh pengurus kelompok CARI NAFKAH yang sebesar Rp.20.000 (dua puluh ribu rupiah) karena yang sesungguhnya hanya Rp. 2.000 / orang sesuai petunjuk Dinas Perikanan dan Kelautan. Dan pada tanggal 29 Juli 2020 pihak Ketua Poklahsar CARI NAFKAH dan beserta anggota membuat berita acara musyawarah untuk dikeluarkan saya sebagai anggota kelompok CARI NAFKAH hanya karena membantah alasan iuran sebesar Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) itu.

“Saya berharap kepada bapak bupati Nias dan juga kepada kepala dinas memberikan hak saya yang sama dengan anggota lainnya yang telah menerima bantuan yang dimaksud. Dan jangan saya di diskriminasi atau di zolimi karena pekerjaan saya benar-benar penggalas ikan setiap harinya, “pungkasnya.

Saya berharap kepada dinas perikanan dan kelautan untuk melakukan survei di lapangan, sebenarnya siapa yang layak menerima bantuan tersebut, “harap Mitaria

Ketika awak media mau konfirmasi kepada kepala desa dan juga ketua Poklahsar tidak ketemu dirumahnya. Dan lanjut tim awak media langsung di rumah sekdes Biouti Olembata Zai, AMK untuk meminta tanggapannya dan Olembata Zai, AMK mengatakan bahwa terkait dengan kelompok CARI NAFKAH adalah sudah lama kejadiannya bahkan sudah sampai di meja Bupati Nias hanya belum ada tuntas, karena Mitaria Zendrato masih tidak terima dan merasa dirugikan oleh kelompoknya. Dan masalah ini adalah tanggungjawab pengurus kelompok itu sendiri bukan pemerintah desa dan kepala desa hanya menyutujui musyawarah dan mufakat kelompok itu sendiri.

Sekdesnya tambahkan di setiap kelompok ada aturan yang yang harus dipatuhi berdasarkan musyawarah dan mufakat kelompok itu sendiri dan semoga ada solusi dan membuang rasa ego masing-masing. (Arg)

By Geya