Gemantararaya.com, Cileungsi(Kab.Bogor), Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Fraksi Gerindra, Beben Suhendar mengatakan bahwa SKPD paling Malas minta bantuan Ke Pemerintahan Provinsi DKI dan Paling malas bikin Proposal. Hal ini disampaikan Beben Suhendar pada saat Acara Reses Anggota DPRD Masa Persidangan 2 Tahun 2020-2021, Dapil 2, di Kantor Kecamatan Cileungsi, Selasa(09/02/2021).

Beben Suhendar yang merupakan Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor ini juga mengatakan bahwa penertiban Para Pedagang di Flyover harus keras sedikit.

” Semrawutnya flyover Cileungsi , sampai kapanpun kalau berharap, jika seperti itu terus saya jamin tidak  mungkin dilakukan  ketertiban,kebersihan dan kenyamanan, apalagi berharap pada APBD, ini bukan ranah APBD, saya mengajak kalau semua ingin cileungsi sekitar Flyover, harus lakukan cara lain, lebih keras lah” Ungkap Beben Suhendar.

” Ada dua sumber baik CSR, atau bantuan keuangan Pemprov DKI, tahun 2019 Kabupaten Bogor paling terkecil dapat bantuan keuangan dari pemprov jakarta, hanya 7,5 Milyar, bandingkan dengan kota bekasi 400 Milyar, kota bogor 30 Milyar, depok 26 Milyar,  cianjur saja melebihi bogor 16 Milyar, kabupaten bogor hanya 7,5 Milyar, padahal yang banyak merusak wilayah diatas itu warga jakarta kan, harusnya kan kabupaten bogor besar, nah…., di sidang paripurna saya sampaikan, saya ingin dengan rekan-rekan dewan semua, bagaimana pemprov dki memberikan perhatian ke kabupaten bogor, saya sampaikan kalau dki masih juga seperti ini memberikan perhatian kecil, ayo saya paling depan lah…” sambungnya.

” Kenapa pemda Bogor dapat paling kecil,  saya bilang di Bappeda, alasannya apa? Pak.kenapa kita paling kecil? Karena SKPD kita paling malas untuk minta bantuan kepada pemprov dki, paling malas pada bikin proposal, kenapa saya bilang? Ada SKPD yang gak mau,nah.., kades pun bisa sampaikan ke SKPD yang kaitannya dengan hibah, di SKPD banyak disana. Nah untuk ini  kita ada dua pilihan yaitu dari CSR Kawasan Industri dan Bantuan Pemprov Dki” pungkasnya.(Marlon,S.E.).