Gemantararaya.com, Gunung Putri(Kab.Bogor), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, H. Entis Sutisna mengatakan bahwa Pembelajaran Tatap Muka(PTM) belum disetujui Bupati Bogor, Ade Yasin, hal ini disampaikan Kadisdik sesuai Appointment pertemuan kepada Wartawan Gemantararaya.com di ruangan Kepala Sekolah SMPN 1 Citeureup,M.Taryana, sesaat sebelum acara Rapat Pembinaan dimulai, Kamis(18/02/2021).

Kadisdik juga mengatakan banyak kegiatan fokus membantu Bupati terkait Penanganan Covid-19 dan bagaimana kesiapan PTM di Zona tertentu.

” Kita memang banyak kegiatan-kegiatan fokus bagaimana membantu Bupati terkait penanganan Covid-19, bagaimana juga kesiapan-kesiapan setiap kali kita konsentrasi, mungkin minggu depan bagaimana terkait ini dan itu, Pembelajaran Tatap Muka(PTM), Zona mana saja yang harus segera dimulai, mana yang beluk boleh, segala macam, nah.., sekitar itulah kesibukan Disdik saat ini” terang Kadisdik,Entis Sutisna.

” Tiap hari di setiap Wilayah/daerah kan, kita 40 kecamatan menanyakan kapan masuk?, Kapan masuk? Sekitar itulah kegiatan yang kita bahas dengan Ibu Bupati, bagaimana anak-anak belajar sudah jenuhlah, jenuh dengan Daring bahkan ada yang belum bisa Daring, yang jelas kebijakan-kebijakan yang selalu kita bicarakan dengan teman-teman di Disdik, solusi yang resikonya diminimalisir, bagaiman menjelaskan kendala-kendala seperti ini” terangnya lagi.

” Ada beberapa Wilayah/daerah, bukannya liar ya..?artinya tanpa bimbingan Guru lah, sebab Edukasi itu dapat diterima oleh anak-anak apabila bertemu dengan Gurunya, Daring itu tidak efektif” sambungnya.

” Berapa banyak sih Masyarakat kita yang ngerti, mampu membimbing anaknya di rumah? Sisanya rata-rata  orang tua begitu masuk sekolah menyerahkan segalanya ke sekolah, titip anak saya nih..,anak saya tidak bisa..,tolong diberi pembelajan, semua diserahkan ke sekolah, ketika sudah di rumah,orang tua bingung, padahal kan waktu terlama anak itu di rumah bukan di sekolah” ungkapnya.

Entis Sutisna juga menyampaikan bahwa Disdik sudah lakukan Verval Sekolah percontohan PPM, tapi Bupati belum berkenan.

” Disdik sudah lakukan Verifikasi dan Validasi(Verval) ke Sekolah-sekolah yang ditunjuk untuk percontohan PTM, tapi dengan kondisi Ibu Bupati mengeluarkan Perpanjangan PPKM(dulu namanya PSBB), meski kita sudah susun rapi semua, tapi Ibu Bupati belum berkenan, walaupun aturan yang kita susun sudah Insya Allah maksimal sebenarnya, akhirnya kebijakan dikembalikan ke Ibu Bupati,tapi kita bagaimanapun juga Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) ini disikapi dengan kabid, masih memungkinkan anak-anak dibentuk group-group belajar, kelompok-kelompok belajar dan bisa datang ke sekolah untuk menerima tugas langsung dari Gurunya, walaupun kelompok-kelompok kecil,kan gitu. Ini salah satu yang kita buat edaran agar anak tidak jenuh, datang ke sekolah bersama temannya, walaupun hanya 5 atau 8 orang minimal1 kali seminggu, tapi bisa bertemu Guru dengan tetap taat Protokol Kesehatan,juga ada narasi-narasi dan edukasi dari Guru untuk mengingatkan anak, sehingga anak tau bagaimana bahayanya Covid-19, sehingga anak siap dan tau” pungkasnya(Marlon,S.E).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *