Gemantararaya.com – Nias

Rosarosimani Bawamenewi datangi Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, harapkan tuntutan hukuman yang seberat-beratnya pada pembunuhan suaminya an.Firminus Faozanolo Gulo (korban) penduduk dusun 4 desa Gazamanu kecamatan Bawolato, kabupaten Nias provinsi Sumatera Utara, Jum’at (11/03/2021).

Rosarosimani Bawamenewi keterangan jumpa persnya di Kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli mengatakan bahwa kejadian pembunuhan suaminya yang dilakukan oleh Yanuari Zai alias Ama Zeri pada saat itu saya sedang berada di Medan. Dan anak saya menghubungi sekitar pukul 10 malam untuk memberitahukan bahwa ayahnya telah dibunuh oleh Yanuari Zai alias Ama Zeri.

Lanjut Rosarosimani Bawamenewi menyampaikan sebelum adanya pembunuhan terhadap suami saya, pelakunya telah bermasalah dengan suami saya pada tahun 2017, dan saya meyakini bahwa perbuatan Yanuari Zai adalah ada unsur dendam.

Dan selama berlangsungnya persidangan, dan tidak pernah diberikan surat panggilan kepada kami sebagai saksi pihak keluarga korban, dan juga tidak pernah pihak penyidik dalam hal ini Polsek Bawolato memanggil kami sebagai saksi keluarga korban untuk menyaksikan rekonstruksi yang dilakukan pelaku.

Rosarosimani Bawamenewi tambahkan, berharap kepada JPU agar dituntut hukuman yang seberat- beratnya sesuai perbuatannya. Dan seandainya tidak ada konflik antara suami saya dengan Januari Zai, maka pelakunya tidak merencanakan pembunuhan terhadap suami saya, karena ada unsur dendam maka berhasil membunuh suami saya dengan sadis pada hari minggu tanggal 1 November 2020.

Untuk itu saya harapkan kepada JPU, untuk menuntut pelakunya seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya karena pembunuhan yang dilakukan pelaku pembunuhan berencana,”ucapnya.

Ketika diminta keterangan Hasugo Gulo adalah sebagai saksi yang mengetahui kronologi kejadian mengatakan atas nama Firminus Faozanolo Gulo (korban) telah singgah dirumah saya, dan Firminus Faozanolo Guo ( korban) lalu pergi dirumah Sadarman Gulo alias Ama Feni. Dan ada sekitar 20 menit kemudian, datang Sadarman Gulo histeris menyampaikan bahwa Firmanus Faozanolo Gulo telah dibunuh oleh Yanuari Zai. Lalu kami datang ke TKP ternyata benar dan korban kami lihat telah berlumuran darah dengan tidak bernyawa lagi. Dan pada saat itu juga pelakunya lari,”tutur Hasugo Gulo.

Ketika wartawan Gemantararaya.com konfirmasi kepada JPU Yudhi Pramana, SH diruang kerjanya mengatakan tahapan persidangan sudah lima kali dilaksanakan, dan tinggal satu kali lagi sidang tuntutan terhadap terdakwa. Dan pasal yang dikenakan terhadap pelaku (terdakwa) adalah pasal 338 KUHP dan pasal 351 KUHP ayat 3.

Wartawan Gemantararaya.com menanyakan apakah pihak keluarga korban pernah dipanggil sebagai saksi, JPU Yudhi Pramana SH menjelaskan saksi dari keluarga itu tidak diharuskan didatangkan pada proses persidangan, boleh orang lain yang menjadi saksi yang benar-benar mengetahui kronologi kejadiannya,”jelas Yudhi Pramana, SH. (Arg).

By Geya