Nerita Zai Tidak Terima Diberhentikan Dari Jabatan Kaur Keuangan

Gemantararaya.com – Nias

Nerita Zai tidak terima diberhentikan dari jabatan Kaur Keuangan, yang dilakukan oleh Kades Sifaoroasi kecamatan Ulugawo kabupaten Nias provinsi Sumatera Utara, Rabu (17/03/2021).

Ketika wartawan Gemantararaya.com konfirmasi kepada Kades Sifaoro’asi Yanuari Zai terkait pemberhentian Nerita Zai sebagai Kaur Keuangan menjelaskan pengangkatan Nerita Zai sebagai Kaur Keuangan adalah dilakukan secara penjaringan. Berdasarkan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa sudah diatur berdasarkan undang-undang No. 6 tahun 2014, dan ada tiga hal dalam pemberhentian perangkat desa yakni, berhalangan tetap, melakukan kriminal, dan meninggal dunia. Saya menilai Nerita Zai ini adalah sudah tidak aktif dari bulan Januari 2020, dan saya memberikan surat teguran pertama tanggal 7 September 2020 dan pada bulan Oktober 2020 surat pemberhentian Nerita Zai berdasarkan rekomondasi Camat Ulugawo, “jelas Kades”

Sambungnya, Keaktifan Nerita Zai ke kantor hanya pengambilan penarikan BLT dari dan ADD/DD di Bank, dan setelah itu tidak aktif lagi berkantor. Dengan saya melakukan pemberhentian Nerita Zai adalah sudah memenuhi unsur-unsur berdasarkan adanya surat rekomondasi Camat Ulugawo. Ketidak aktifan Nerita Zai berkantor terpaksa saya melakukan langkah yang mendesak karena desakan kepentingan masyarakat desa Sifaoro’asi, dari pada saya disalahkan lebih baik diambil kebijakan yang tepat untuk memberhentikan Nerita Zai sebagai kaur keuangan. Selama tidak aktif Nerita Zai ini mulai dari bulan Januari saya memberi toleransi dan menghargai sebagaimana secara manusiawi, dan berkali-kali saya ingatkan orangtuanya agar Nerita Zai kembali berkantor, ternyata tidak diindahkan oleh bersangkutan. Seandainya Nerita Zai tidak menerima karena di pecat sebagai Kaur Keuangan, maka itu urusannya secara pribadi, “jelas Yanuari Zai (Kades Sifaoro’asi).

Nerita Zai pada keterangan jumpa persnya di kantor Camat Ulugawo menyampaikan dengan pemberhentian saya sebagai salah satu perangkat desa dalam hal ini Kaur Keuangan merasa dijolimi dan salah prosedur artinya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Lanjut Nerita Zai menuturkan bahwa Kepala Desa menganggap saya tidak aktif dari bulan Januari sampai bulan Oktober 2020. Sementara saya sebagai Kaur Keuangan yang aktif masih menerima gaji mulai dari Januari sampai Oktober 2020, dan bila saya tidak aktif sebagai perangkat desa tentu tidak menerima gaji dan justru saya masih aktif makanya boleh melakukan penarikan uang di Bank. Dan pada pertengahan bulan Oktober 2020 pergi kesebrang untuk berobat karena saya dalam keadaan sakit, dan baru saya pulang di bulan November dan beberapa hari kemudian setelah pulang melapor kepada Kepala Desa untuk berkantor kembali seperti biasanya. Sementara Kepala Desanya tidak mengizinkan saya masuk kantor alasannya karena situasi covid-19 dan harus di isolasi selama 14 hari lamanya karena barusan pulang dari sebrang. Dan Kepala Desa memberi surat pemberhentian saya bulan September 2020, dan pemberhentian saya sebagai Kaur Keuangan sekaligus diberikan tanpa di melalui tahapan surat peringatan, “tutur Nerita Zai Kaur Keuangan.

Nerita Zai tambahkan dengan saya diberhentikan sebagai Kaur Keuangan adalah sikap dijolimi, salah prosedur dan tidak adil, karena masih ada staf desa atas nama Arisman Zai anak Kepala Desa itu sendiri dibuat masih aktif sampai sekarang, sementara Arisman Zai sudah tidak berada di desa karena telah sedang menjalani proses hukum terjerat dengan kasus narkoba, “pungkasnya.

Saya sampaikan bahwa tindakan Kepala Desa adalah merupakan sikap yang buru-buru, tidak adil, dan tidak sesuai prosedur dalam hal pemberhentian saya sebagai Kaur Keuangan. Dan saya merasa keberatan dan akan melaporkan kepada pihak pemerintah atas dan juga pihak terkait, “tutup Nerita Zai.

(ArG)

By Geya