Gemantararaya.com, Gunung Putri(Kab.Bogor), Musyawarah Desa Khusus(Musdesus), dalam rangka Validasi, Finalisasi dan Penetapan Penerima BLT DD, Tahun Anggaran 2021, Desa Nagrak  Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menetapkan Penambahan Penerima BLT DD Tahun Anggaran 2021, Kamis(18/03/2021) bertempat di Aula Kantor Desa Nagrak.

Rapat Musdesus Pemerintahan Desa Nagrak dihadiri langsung oleh Kepala Desa Nagrak, Sekdes, Ketua BPD, Ketua LPM, Para Kadus, Para RT RW dan Perwakilan Tokoh Masyarakat setempat.

Foto: Rapat Musdesus Penetapan Penerima BLT DD Desa Nagrak

Kepala Desa Nagrak, H.Agus Sahrudin mengatakan bahwa Ada penambahan KPM penerima BLT DD.

” Saat ini ada penambahan KPM penerima BLT DD sebanyak 10 KPM di Tahun Anggaran 2021, dari jumlah KPM sebelumnya di Tahun Anggaran 2020, karena ada penambahan penerimaan Dana Desa di Tahun Anggaran 2021 dari Kementerian Desa PDTT” Ucapnya.

” Desa Nagrak merupakan satu-satunya Desa terbaik di kabupaten bogor yang mendapatkan penghargaan langsung dari Kementerian Desa PDTT sebagai Desa tercepat dan tepat waktu dalam penyaluran BLT DD Kepada Warga Masyarakat terdampak Covid-19.” Ucapnya lagi

” Warga Penerima BLT DD di Desa Nagrak masih tetap penerima yang lama bahkan ada penambahan, hanya saja ada Warga yang sudah merasa mampu sehingga dialihkan kepada yang tidak mampu karena memang di prioritaskan kepada penerima yang tidak mampu.
Adapun Nilai Bantuan Dana Desa di Tahun Anggaran 2020 untuk Desa Nagrak sebesar Rp.880 juta, dan  sekarang di Tahun Anggaran 2021 Sebesar Rp.1,3 Milyar ada kenaikan sekitar 500 juta.
Dari Nilai Dana Desa sebesar Rp.1,3 Milyar itu wajib digunakan untuk Kepentingan Warga Masyarakat melalui BLT DD dan juga untuk kepentingan program-program pembangunan berkelanjutan sesuai skala prioritas.” Sambungnya.

Untuk saat ini penerima BLT DD di Desa Nagrak sebanyak 157 KPM di Tahun Anggaran 2021, sebelumnya penerima BLT DD sebanyak147 KPM di Tahun Anggaran 2020, adapun besaran Nilai BLT DD yang akan diterima di Tahun 2021 dengan Nilai besaran Rp.300 ribu per bulan per KPM selama 1 Tahun, mulai dari Januari 2021-Desember 2021,dengan total Rp.556 Juta lebih dari Total DD sebesar Rp.1,3 Milyar, dan akan digunakan juga untuk penanganan penanggulangan Covid-19, dalam penanganan Covid-19 sudah diatur dalam PerBup minimal 8 persen dari Nilai DD Rp.1,3 Milyar yaitu sebesar 106 juta, dan akan dikaji lagi apakah cukup atau tidak. Jika digunakan 10 persen Dari Nilai DD ,maka nilainya sekitar RP.130 juta dan Harus ada dampak positifnya kepada  Masyarakat,  Karena dampak covid ini angka kemiskinan bertambah(miskin baru), jadi harus ada juga program padat karya tunai untuk memberdayakan masyarakat, apalagi yang tidak punya penghasilan tetap, contoh untuk Pemeriharaan jalan, drainase, bantaran sungai dan lainnya. Perombakan susunan pengurus BUMDes dan mendata Masyarakat pelaku UMKM.

Kepala Desa Nagrak juga dalam penjelasannya mengatakan bahwa Siltap yang diterima oleh para Kasie, Kaur dan Kadus akan pakai rekening Bank BJB bukan pakai BRI lagi, dan berharap supaya dibuatkan rekening masing-masing.(Marlon,S.E.).