Kapus Tuhemberua Dituding
Halangi proses Vaksinasi.

Gemantararaya.com (Nias Utara) Pemerintah pusat sampai ke daerah melakukan percepatan pengadaan vaksin covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi covid-19.

Namun sepertinya bertentangan dengan sikap Kapus Tuhemberua, Jurisman Nazara yang diduga terkesan menghalangi proses vaksinasi terhadap beberapa tenaga kesehatan puskesmas Tuhemberua.

Hal ini terungkap setelah awak media mendapatkan informasi dari beberapa Nakes Puskesmas Tuhemberua, pada Kamis (01/04/2021)

Ketika dikonfirmasi salah seorang nakes yang belum bersedia disebut namanya, via selular menjelaskan bahwa beberapa nakes dan staf di Puskesmass Tuhemberua pada penyuntikan vaksin untuk dosis I dan ke II, banyak yang belum kebagian ada berkisar 30 orang, sehingga beberapa teman – teman nakes dari Tuhemberua datang ke kantor Dinkes Kabupaten Nias Utara untuk di vaksin.

Namun pada saat itu dinas kesehatan melalui Kabid P2P, menyarankan agar Kapus Tuhemberua memberikan surat permintaan vaksin.

Lalu setelah kami sampaikan kepada Kapus apa yang disarankan oleh dinas kesehatan, tapi anehnya, Kapus Tuhemberua Jurisman Nazara tidak memberikan surat permintaan vaksin yang diminta oleh dinas kesehatan, dengan alasan bahwa dia tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu akibat vaksinasi terhadap para nakes Puskesmas Tuhemberua, terang sumber informasi.

Hal senada juga yang disampaikan Syukur Telaumbanua, salah seorang vaksinator di puskesmas Tuhemberua, ketika dikonfirmasi via selular pada Kamis (1/4/21), Ia menjelaskan bahwa untuk melaksanakan vaksinasi harus ada permintaan vaksin dari Kapus ke Dinkes.
Dan itulah yang diharapkan dinkes supaya Kapus membuat surat permintaan vaksin, jadi kita tidak tahu mengapa hal tersebut tidak direspon oleh Kapus.

Sehingga dinkes melalui Kabid P2P menyurati Kapus dalam hal peninjauan kembali vaksinasi tenaga kesehatan, terang Syukur.

Ketika dikonfirmasi dengan Kapus Tuhemberua, Jurisman Nazara via WhatsApp, Jumat (2/4/21) mengenai kebenaran kalimat yang disampaikan oleh narasumber bahwa, Ia telah melontarkan kata-kata diruang Kabid P2P dengan menyebutkan “saya tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu setelah divaksin”,

Serta tanggapannya mengenai surat yang di sampaikan dinkes kepadanya, Jurisman menjawab singkat “kalau ada yang mengatakan hal itu, mereka tidak tahu” dan mengenai surat yang disampaikan kepada saya baru kemarin sampai sama saya dan akan saya tindaklanjuti, “jawabnya”

Disinggung tentang pemberitaan salah satu media yang sudah terbit Kapus menjawab silakan ditanya kepada media tersebut yang memberikan berita. Mungkin dia lebih tau tentang pemberian vaksin di Puskesmas Tuhemberua dan saya tidak pernah menghalang-halangin pemberian vaksin,”ucapnya”

Jurisman Nazara jelaskan lagi bahwa berita itu tidak benar dan menyesatkan.
buktinya sudah terlaksana vaksinasi terhadap nakes, Polri dan TNI di Puskesmas Tuhemberua dan sudah berjalan dengan baik.

Apa bila kurang percaya silahkan di konfirmasi ke pak Kapolsek THB dan Koramil saat pelaksanaan vaksin Polri dan TNI di Puskesmas Tuhemberua,”ujarnya”

Yang memberikan informasi ke media tersebut merupakan berita yang menyesatkan dan merusak reputasi saya.”kesalnya”

Surat dari dinas kesehatan baru saya dapat semalam dan itu sedang kami proses sehingga berita diatas berita sangat menyesatkan saya juga tidak tau siapa yang memberikan keterangan itu,”tanyanya”

Kapus Tuhemberua Jurisman Nazara, Itu semua berita tidak benar dan berita yang hanya sepihak beritanya. Setelah saya terima surat dari dinas kesehatan, surat tersebut sedang saya proses permintaan vaksin dan penjadwalan vaksin bulan ini yang ditangani oleh PJ.P2P Tuhemberua. Sekali lagi bahwa sumber berita itu sangat disesalkan,”tutupnya. (Fzal)

By Geya