Tolong aku Pak Jokowi, Bagaimana Nasibku ini Pak Presiden Jokowi Teriakan Seperti apa yang bisa Didengar di Negeri ini…?

Gemantararaya.com – Asahan Sumut, Pernah kah kita dengar istilah ini, tikus menggali lobang tapi ular yang jadikan sarang. Zaman Belanda nenek moyang kita yang berjuang mati-matian taruhan nyawa serta merasakan tendangan sepatu penjajah tapi giliran merdeka tetap juga orang lain yang tak ikut berjuang berkuasa atas keringat darah orang, dialah salah satunya yang merasakan Krisman Manurung warga Bandar Pasir Mandoge kabupaten Asahan Sumut. Orangnya tidak tenar tapi lewat kisahnya dia bisa tenar. Pria berusia 76 tahun ini miskin karena lahannya di inventarisir tanpa ganti rugi, entah kapan di usianya yang senja yang hanya tinggal menunggu panggilan Sang Penciptanya. Begitu berat beban derita yang Ia alami demi memperjuangkan haknya yang diperoleh dari warisan orangtuanya sejak zaman Belanda sejak tahun 1818 .

Namun setelah dua PT hadir di daerahnya sejak 1975 dan tahun 1985 kedua PT ini telah menginventarisir lahannya dengan curang tanpa ada ganti rugi hingga sampai saat ini. Difitnah di penjara disiksa luka di tubuhnya bukti kesaksian deritanya saat dihukum tak bersalah dengan vonis bebas, tidak hanya itu dia hanya memperjuangkan haknya dan menyurati pemerintah meminta haknya diperhatikan namun justru dia dituduh juga mencemarkan nama baik dan harus berhadapan dengan pengadilan.

Saat ditemui di kediaman beliau Krisman Manurung menyampaikan keluhannya serta permintaanya terhadap pernyataan Presiden RI Joko Widodo atas kepeduliannya terhadap rakyat yang lahan bermasalah. 5 keturunan lahannya dimana mereka hidup dan beraktifitas disana. Bukankah negara mengakui serta melindungi hak rakyat yang diperoleh turun temurun sebelum Republik ini ada, Hukum ini milik siapa Pak ?,”ujarnya kesal.. mungkin setelah ada keadilan buatnya bagi pahlawan perkasa yang memiliki power tanpa harus membebaninnya lagi untuk berjuang siapakah orangnya … ? hendak berjuang lewat berpengadilan sampe kiamat pun saya tak akan mampu melawan mereka uang saya darimana? sedangkan biaya berobat saya pun 600.000 setiap minggu saya sudah pusing memikirkannya,”ujar beliau.

Baginya perjuangan keadilan masih hanya slogan belaka, tapi jauh panggang dari api, kalau dia tak mampu untuk memperjuangkan haknya terus yang sudah mendengar kisahnya apakah hanya berkata kasihan ya….” apakah cukup kata-kata kasian buat orang sekarat yang butuh uluran tangan …? apakah cukup slogan keadilan, kejujuran buat orang yang tertindas tentu tidak saudaraku…”lihatlah orangtua yang tinggal menunggu panggilan Sang Penciptanya…Kalau aku sudah terima ganti rugi serta keadilan kulihat di mataku maka aku siap di panggil Allah SWT ujarnya pria tua ini….

Diakhir pembicaraannya dia berharap Presiden RI Joko Widodo akan memperdulikan nasibnya serta adanya solusi terbaik dari masalah ini serta perjuangannya selama ini tidak sia-sia agar masa depan anaknya serta cucunya bisa menikmati angin segar dibalik duka serta derita yang dialami oleh orangtuanya serta kakeknya dimasa penjajahan dulu untuk mempertahankan tanah air tercinta ini. (LH)

By Seru