Rakercab II DPC PDI Perjuangan Nias Utara, Kota Gunungsitoli dan Nias, Fokus Pada Pembangunan Desa

Media Cyber Gemantararaya.com

GUNUNGSITOLI – Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II DPC PDI Perjuangan Nias Utara, Kota Gunungsitoli dan Nias Induk yang dilaksanakan di Aula Ya’ahowu Lounge Hotel Soliga Gunungsitoli, kota Gunungsitoli, provinsi Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).

Pelaksanaan rakercab II ini tampak hadir Drs. Penyabar Nakhe wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumut bidang organisasi sekaligus anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Yamitema Tirta Jaya Laoly wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumut bidang ekonomi kreatif, Bima Nusa wakil sekretaris internal DPD PDI Perjuangan Sumut, Yaatulo Gulo, SE, SH, M.Si bupati Nias terpilih periode 2021-2024, Sowa’a Laoli, SE wakil Walikota Gunungsitoli, Yanto ketua DPC PDI Perjuangan kota Gunungsitoli sekaligus ketua DPRD kota Gunungsitoli, Sabayuti Gulo ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Nias sekaligus wakil ketua DPRD kabupaten Nias, Emanuel Zebua ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Nias Utara, seluruh pengurus fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan, KSB PAC Gunungsitoli, Nias dan Nias Utara, serta seluruh pengurus organisasi sayap dan BSPN tiap-tiap kabupaten/kota.

Ketua panitia Rakercab II yang juga wakil ketua DPC PDI Perjuangan kota Gunungsitoli Adrianus Zega, ST mengatakan bahwa pelaksanaan Rakercab II DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli, Nias dan Nias Utara dengan Tema “Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat” dan Sub tema “Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara” yang artinya peran desa harus selaras dengan pembangunan yang dilakukan Presiden RI Ir. Joko Widodo maka peran desa dalam dinamika politik harus diperkuat, “ujarnya

Penyabar Nakhe dalam sambutannya menyampaikan kalau rakercab kali ini dibalik, yang seyogianya duluan rakernas baru rakerda kemudian baru terakhir rakercab. Sesuai dengan amanah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan pentingnya pembangunan Indonesia ke depan yang dimulai dari desa. Desa adalah ujung tombak pemerintahan, yang berada di garda terdepan pelayanan publik, sekaligus tempat hidup tradisi dan adat istiadat, “tuturnya

“Desa adalah taman sari kearifan lokal nusantara. Itulah sumber kebudayaan dan kepribadian bangsa”

Sambung Penyabar, Bung Karno mengingatkan kita semua para kader bahwa desa merupakan salah satu benteng pertahanan negara. Kebijakan dan program pembangunan haruslah menitik-beratkan pada pemberdayaan desa. Membangun Indonesia dari desa. Jika desa kuat, maka Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. Itulah Indonesia maju yang berdaulat, Indonesia yang berakar dan bertumpu pada desa yang kuat,” jelasnya.

Dalam rakercab ini PAC & DPC diharapkan menetapkan langkah-langkah strategis partai antara lain agenda politik, pemantapan organisasi & program agar gerak konsolidasi secara berkesinambungan, tiada hari tanpa pergerakan politik hingga 2024, “harapnya

Tambahnya lagi, PAC & Ranting diharapkan sebagai penggerak potensi desa: politik ekonomi, SDM/diklat kader, pengelola potensi desa, menguasai media & teknologi informasi, “tutup Penyabar Nakhe

  • Geya

By Geya