Media Cyber Gemantararaya.com

N I A S – Dalam waktu hitungan bulan berakhirnya jabatan bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM dan wakil bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH pada bulan Juni 2021 adanya kejanggalan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) karena direkomendasi oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) untuk pindah ke daerah lain seperti Sibolga, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Tebing Tinggi, Kota Medan, Simalungun, Deli Serdang, dan Kota Gunungsitoli, dan jumlah lebih banyak ASN dipindahkan adalah diluar pulau Nias, Selasa (13/04/2021)

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media di masyarakat kabupaten Nias sangat menyesalkan kebijakan bupati Nias mengizinkan pindah ASN baik pegawai fungsional maupun pegawai struktural. Pada akhir jabatan bupati dan wakil bupati Nias kebijakannya hanya membawa kekecewaan yang tidak berpihakkan pada kepentingan masyarakat kabupaten Nias. Kondisi banyaknya ASN di dinas pendidikan kabupaten Nias hanya 780 orang dan sementara yang dibutuhkan ASN dibidang pendidikan sekitar 2.000 orang. Demikian juga halnya dinas kesehatan, banyak puskesmas yang tidak difungsikan karena tidak ada penempatan ASN sebagai tenaga dokter atau bidan, sehingga akibat kekurangan ASN nya maka pelayanan secara medis kepada masyarakat tidak maksimal, pelayanan medis secara 24 jam tidak terlaksana karena kekurangan ASN nya, dalam hal ini tenaga medis sangat kekurangan.

Berdasarkan data ASN yang diangkat mulai dari tahun 2008 s/d 2018, pada saat pelamaran menjadi ASN di kabupaten Nias telah membuat surat perjanjian pengabdian selama 10 tahun, maka bila ASN mengajukan permohonan pindah sebelum 10 tahun tersebut berakhir maka PNS yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri sesuai surat perjanjian sebelum jadi PNS di kabupaten Nias, dan bahkan ada yang baru 3 tahun mengabdi di pemerintah kabupaten Nias sudah mengajukan pindah.

Sebaiknya perlu diusut kebijakan pemerintah kabupaten Nias dalam hal pemindahan ASN ini, agar tidak terjadi gangguan pada pelayanan publik di kabupaten Nias. Karena terkesan kepala daerah saat ini memanfaatkan masa akhir jabatan untuk tujuan menyakiti penerus pemerintahan terutama bupati dan wakil bupati Nias terpilih, karena kuota jabatan PNS yang sama akan mengalami kesulitan disetujui oleh Men-PAN/RB seandainya diusulkan pengangkatan PNS baru mengganti yang pindah tersebut. Dan perlu ada pengawasan dari pihak terkait apa yang menjadi motivasi pemindahan secara massal ini tidak disertai motif komersialisasi masa jabatan.

Kepala BKD kabupaten Nias Yulianus Zai, M.Si dalam keterangan pers di kantornya, mengatakan bahwa membenarkan adanya pemindahan ASN yang dilakukan pemerintah kabupaten Nias, dan Ianya tidak bisa memberikan informasi secara detail terkait pemindahan ASN tersebut.

Lanjut Yulianus Zai, M.Si sampaikan bahwa lebih baik ditanya sekretaris BKD, karena itu yang lebih tahu tentang pemindahan ASN ini, “jelasnya.

Ketika dihubungi kadis pendidikan kabupaten Nias Drs. Syukur Mendrofa melalui via selulernya sampaikan bahwa benar telah ada pemindahan ASN termasuk dilingkungan dinas pendidikan kabupaten Nias.

Sambung kadis pendidikannya mengatakan ada 18 orang tenaga guru yang dipindahkan ke daerah asalnya, dan guru SD 10 orang, guru SMP 8 orang yang telah dipindahkan oleh pemerintah daerah kabupaten Nias, “ucapnya.

Di tempat terpisah Ketua Komisi I DPRD kabupaten Nias Yosafati Waruwu, SH tanggapan pers di ruang kerjanya mengatakan bahwa saya menyesal sekali atas sikap bupati Nias terkait ASN diizinkan pindah ke daerah asalnya, dan bukan jumlah sedikit yang diberi izin ASN pindah terlebih-lebih tenaga guru dan kesehatan, “kesalnya

Yosafati Waruwu, SH tambahkan daerah kabupaten Nias sangat kekurangan tenaga guru dan tenaga medisnya, misalnya di SD EUWAU desa Holi kecamatan Ulugawo sama sekali tidak ada pegawai negeri yang ada hanya GTT (Guru Tenaga Honor), dan ini sangat disayangkan kebijakan pemerintah daerah kabupaten Nias tidak meninggalkan kesan yang berpihak kepada masyarakat Nias, dan berharap kepada BKD provinsi dan BKN (Badan Kepegawaian Nasional) memberi pengawasan atas pemindahan ASN ini di kabupaten Nias, ‘tutupnya.

Penulis : Aroziduhu Gulo
Editor : Redaksi

By Geya