RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTORAL DAN STAKEHOLDER PELABUHAN GUNUNGSITOLI DALAM OPTIMALISASI MUATAN BALIK KAPAL TOL LAUT

GUNUNGSITOLI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli secara maraton melakukan terobosan-terobosan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapal tol laut melalui Pelabuhan Gunungsitoli yakni menyenggarakan rapat lintas sektoral dan stakholder Pelabuhan Gunungsitoli dengan melibatkan instansi teknis terkait Pemda / Pemko Se-Kepulauan Nias antara lain Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan Dinas Koperasi serta pelaku usaha / Pengusaha Se-Kepulauan Nias guna mewujudkan kolaborasi dan sinergitas dalam mengoptimalkan pemanfaatan kapal tol laut guna meningkatkan perekonomian masyarakat Kepulauan Nias dan termasuk peningkatan inflasi daerah.

Program kapal Tol laut adalah program yang dicanangkan pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan Republik Indonesia dengan bertujuan yakni untuk memberikan jaminan konektivitas barang yang memadai secara khusus daerah 3 T ( Terisolir, Tertingga dan Terluar dan mengurangi disparitas harga barang antar daerah serta meningkatkan perekonomian masyarakat maupun peningkatan inflasi daerah dan tentu secara gambaran umum letak geografis Nias merupakan daerah Kepulauan dan termasuk daerah 3 T, sehingga seyogianya moda transportasi angkutan laut yang memadai dan tersistematis sangat dibutuhkan sekali memiliki nilai peranan penting untuk kemajuan daerah Kepulauan Nias dan dapat dipastikan investor dari luar daerah akan melirik Kepulauan Nias untuk menanamkan sahamnya baik aspek dibidang pertanian maupun perikanan dan termasuk pariwisata.

Tentu harapan kita bersama semoga kapal tol laut dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat pelaku usaha atau pengusaha untuk mengirimkan barang baik hasil alam maupun barang pangan dan bahan bangunan karena tarif kapal Tol laut subsidi pemerintah pusat yang sangat murah, mudah dan kompetitif dan tentu itu sangat menguntungkan masyarakat karena biaya angkutan jauh lebih rendah dibandingkan biaya pengangkutan kapal niaga yang lain.

Semoga pelaku usaha atau pengusaha dapat membuka akses pasar baik di Padang maupun di Jakarta untuk menjual hasil alam Kepulauan Nias baik Kopra, Karet, Coklat, Pinang, Pisang, Kelapa Muda, Ikan, Udang, lobster dan lain-lain Guna meningkatkan perekonomian masyarakat Kepulauan Nias.

Media Cyber – red

By Geya