Camat Lahusa Bantah Tuduhan Penganiayaan Salah Seorang Warga Desa Sinar Baru Daro-Daro

Media Gemantararaya.com

Nias Selatan – Camat Lahusa Bahukusatulo Halawa bantah tuduhan pada dirinya tentang penganiayaan salah seorang warga dusun Silima Ewali desa Sinar Baru Daro-Daro kecamatan Lahusa kabupaten Nias Selatan propinsi Sumatera Utara, Sabtu (17/04/2021).

Camat Lahusa Bahukulahusa Halawa dalam keterangan persnya dikediamannya desa Sinar Baru Daro-Daro mengatakan bahwa kronologi kejadian keributan itu mulai dari rumah Tolonaso Amazihono yang merupakan pemilik kedai tuak/miras pada hari minggu, 11 April 2021, kira-kira jam 15.00 wib sore sampai jam 20.00 wib malam masih mereka ramai-ramai dan karaokean. Dan ada seorang pria yang bernama Onanego Amazihono alias Asadira dan dia memaki-maki, lalu warga setempat mendorong di rumahnya. Dan orang yang berada di kedai tuak/miras berhamburan keluar dan beberapa menit kemudian ada lemparan batu di atap rumah saya dan langsung saya melihat dan berdiri di depan pintu rumah, dan berkata ada apa itu, dan kita hargai rumah orang, dan tidak lama kemudian datang kepala dusun atas nama Berkat Baene dan ada boncengannya pria atas nama Haogozisokhi Halawa dan motor yang di kendarainnya suaranya sangat bising lewat di depan kerumunan orang, dan orang-orang yang ada dikerumunan itu mengejar dan memberhentikan pengendara motor tersebut. Dan lalu saya mendatangi rumah sekdes Toro’aro Amazihono, dan terus lemparan batu sehingga saya lari kerumah, dan lemparan batu tersebut kena jendela rumah orangtua saya, dan yang melempar batu itu yang dilakukan oleh Tolonaso Amazihono yang punya kedai tuak/miras. Karena tidak berhenti keributan, maka saya menelpon Polsek Lahusa, dan tidak lama kemudian setelah saya hubungi Polsek Lahusa maka langsung datang ke lokasi kejadian dan kerumunan keributan pada bubar, “papar Camatnya.

Lanjut Camat Lahusa Bahukusatulo Halawa sampaikan bahwa atas tuduhan Tolonaso Amazihono atas penganiayaanya yang dinyatakan melalui beberapa media, dan saya bantah itu fitnah dan mencemarkan nama baik saya selaku camat Lahusa dan tidak mungkin saya lakukan hal yang tidak terpuji apalagi menganiaya masyarakat dan saya punya jabatan dan ditambah lagi sebagai orangtua. Dan ini benar-benar diputar balikan fakta yang sesungguhnya, justru rumah saya menjadi korban lemparan batu. Dan pemberitaan salah satu media Warta Sidik.Com yang menuding saya sebagai penganiayaan Tolonaso Halawa, tentu ini berita yang tidak berimbang hanya sepihak, apa salahnya di konfirmasi kepada saya terkait penganiayaan tersebut. Dan bila terus saya dituduh sebagai penganiayaan Tolonaso Amazihono akan saya laporkan kepada pihak berwajib dan juga pelemparan rumah saya. Dan sejauh ini masih belum secara resmi saya laporkan kasus ini, akan tetapi saya pertimbangkan akan lebih indahnya berdamai secara kekeluargaan mungkin kesalahpahaman karena dampak mabuk tuak. Dan saya sampaikan bahwa akan menempuh jalur hukum, karena ini merugikan saya sebagai camat, dan saya menduga bahwa ada konsep terencana untuk di politisi karena saya adalah pejabat publik yang merupakan perpanjangan tangan bupati dalam mensukseskan program pemerintah kabupaten Nias Selatan, “ucap camatnya.

Sambung Camat Lahusa nyatakan bahwa atas tudahan penganiayaan terhadap Tolonaso Amazihono adalah fitnah yang menjatuhkan wibawa saya sebagai camat dan kita selaku yang punya kepercayaan berani bersumpah demi nama Tuhan tidak saya lakukan penganiayaan tersebut, dan saya percaya pihaknya penyidik lebih profesional ketika lanjut keranah hukum, tentu kita menantikan apakah proses secara hukum atau jalur damai secara kekeluargaan, “tutupnya.

Penulis : Aroziduhu Gulo
Editor : Redaksi

By Geya