Na’ato Gea dan Kepala Puskesmas Tuhemberua Sampaikan Klarifikasi

Media Cyber Gemantararaya.com

Nias Utara -Terkait tanggapan orang tua korban kecelakaan yang beredar di media sosial yang menyebutkan “Kapus Tuhemberua Jadikan Mobil Ambulance Sebagai Kendaraan Pribadi”

Beginilah klarifikasi dari orang tua korban Pdt. Na’ato Gea dan Kapus Tuhemberua Jurisman Nazara, di Puskesmas Tuhemberua, Sabtu, (17/04/2021)

Na’ato Gea orang tua dari korban kecelakaan lalulintas membenarkan bahwa anak saya memang benar jatuh dari sepeda motor karena kelalaian sendiri pada tanggal 08/04/2021, “jelasnya

Tetapi hal ini sempat heboh di media sosial baru-baru ini, dimana orang tua korban merasa kecewa terhadap petugas puskesmas atau kepada Kepala Puskesmas Tuhemberua yang disebabkan bahwa Kapus Tuhemberua jadikan mobil ambulance sebagai kendaraan pribadi, “ungkapnya

Lanjut Na’ato Gea memang benar saya kecewa tapi bukan kepada petugas atau kepada kapus, tetapi hanya karena bukan mobil ambulance yang mengantar anaknya ke RSUD dr. M. Thomsen Nias pada saat itu.

Dimana pada saat itu anak saya tidak dapat ditangani di Puskesmas Tuhemberua
kabupaten Nias Utara provinsi Sumatera Utara.

Maka pihak petugas Puskesmas Tuhemberua menyampaikan kepada saya bahwa korban harus dirujuk ke RSUD dr. M. Thomsen Nias yang ada di Gunungsitoli.

Tetapi petugas saat itu menjelaskan sama saya bagaimana mengantarkan ke RSUD dr. M. Thomsen Nias, supir mobil ambulance tidak ada. Lalu saya pertanyakan kepada petugas kenapa tidak ada supirnya, namun petugas mengatakan bahwa kami sudah berupaya berkali-kali menghubungi nomor kontaknya tapi tidak aktif.

Pada saat itu memang benar saya kecewa dengan hal itu, tetapi ketika ditunjukkan sama saya kunci mobil ambulance, ternyata benar ada mobilnya namun supirnya yang tidak ada, “sebut Na’ato Gea”

Pdt. Na’ato Gea orang tua korban kecelakaan menjelaskan kepada kru media, bahwa setelah kami tiba di Puskesmas Tuhemberua saat itu langsung dilayani oleh petugasnya.

Dan setelah ditangani maka dirujuk ke RSUD dr. M. Thomsen Nias di kota Gunungsitoli, tentu membutuhkan mobil ambulance untuk mengantar kesana.

Namun setelah kami mempertanyakan kepada petugas saat itu, lalu dijawab bagaimana pak supirnya berulang-ulang kami telpon namun tidak tersambung dan kunci mobilnya langsung ditujukan sama saya, “jelas Na’ato Gea”

Pada saat itu juga saya berusaha mencari mobil untuk menyelamatkan anak saya, lalu ada salah seorang warga menawarkan saya untuk dibantu mengantarkan ke RSUD dr. M. Thomsen Nias pakai mobil pribadinya maka saya langsung mengiyakan tanpa menunggu-nunggu mobil ambulance, “ujarnya

Beberapa hari kemudian ada salah seseorang yang menelpon saya, setelah saya pertanyakan maaf ini siapaโ€ฆโ€ฆlalu dia jawab maaf saya dari mediaโ€ฆ.namun saya tanya apa kira-kira yang perlu dibantu jelas Na’ato Gea.

Penelpon tadi mempertanyakan sama saya apa benar bapak sebagai orang tua korban kecelakaan pada tanggal 08/04/2021 saya jawab benarโ€ฆ.lalu dia tanya saya dapat informasi pak salah satu petugas Puskesmas Tuhemberua bahwa saat itu tak ada mobil ambulance untuk mengantar anak bapak ke RSUD dr. M. Thomsen Nias, lalu saya jawab mobilnya ada pak tapi supirnya yang tidak ada.

Beberapa hari kemudian saya baca di media sosial, terkesan bukan seperti yang saya sampaikan kepada yang menelpon saya itu. Makanya langsung saya menyampaikan di kolom komentar di postingan itu.

Akun saya Naatogea Tomo
“Ini komentar saya”

Perlu kami klarifikasi berita diatas bhw tidak ada pernyataan kami mobil ambulance dijadikan kendaraan Kapus.

Saat pasien dirujuk ke RSD Thomsen, salah seorang petugas kesehatan mengatakan bahwa supir tdk ada sambil memperlihatkan kunci mobil Ambulance.

Kami memang kecewa tapi tdk ada pernyataan bahwa mobil ambulance dijadikan kendaraan pribadi Kapus
Puskesmas Tuhemberua

Saat itu saya minta supaya dibenahi atau di perbaiki kembali beritanya. Karena menimbulkan Ketidak harmonisan antar petugas kesehatan, jgn berdampak pd pelayanan kesehatan yg merugikan masyarakat atau pasien dalam keadaan darurat. Kita berharap ada perbaikan dan pembenahan. TYM “paparnya”

Na’ato Gea merasa kecewa atas pemberitaan itu, terkesan seakan-akan menambah-nambahkan tanggapan saya atau merupakan ada tujuannya untuk pencemaran nama baik Kapus dan atau Instansi, dan hal ini secara pribadi saya merasa kesal, “ucapnya”

Ketika dipertanyakan kepada Kapus Tuhemberua Jurisman Nazara waktu yang sama, Dia menjelaskan bahwa saya sudah lebih satu tahun di tempat di Puskesmas Tuhemberua sebagai Kapus tak pernah saya sentuh mobil ambulance tersebut apa lagi saya bawa ke rumah atau saya jadikan sebagai kendaraan pribadi. Dan hal itu jika dibuktikan oleh narasumber saya siap mempertanggung jawabkan, dan siap menerima sanksinya, “tegasnya”

Tambahnya lagi yang sebenarnya mobil ambulance tersebut tetap ada di Puskesmas Tuhemberua, cuman saja supirnya yang tidak aktif.

Dan hal ini sudah berapa kali saya sampaikan ke dinas Kesehatan Nias Utara untuk segera diganti supirnya, namun sampai saat ini tak pernah direspon.

Saya tidak bisa bertindak sendiri karena bukan kewenangan saya untuk mencari pengganti supir untuk mobil ambulance dimaksud, “jelasnya”

Kemudian kru media mencoba konfirmasi kepada petugas saat itu yang tidak siap untuk ditulis namanya, tapi dia mengaku bahwa saya yang sedang bertugas yang menangani korban pada saat itu dan saya yang menunjukkan kunci mobil ambulance sama orang tua korban. Tapi saya sampaikan bahwa ada mobil ambulance namun supirnya tidak ada.

Tetapi dengan munculnya berita di medsos kami terkejut kok beritanya beda dengan kenyataan saat itu.

Kami berharap kepada oknum pers atau jurnalis pembuat berita itu agar informasi itu sebaiknya akurat dan sesuai dengan hasil konfirmasinya. Coba bayangkan orang tua korban saja tidak keberatan karena bukan itu yang dia sampaikan kepada oknum tersebut.

Tentu hal ini merupakan pencemaran nama baik Kapus Tuhemberua dan kami sebagai petugas merasa tidak nyaman dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, kesalnya (Fzal/red)

By Seru