Ibunda Yaatulo Gulo (Bupati Nias Terpilih) Dikebumikan

Media Cyber Gemantararaya.com

NIAS – Ibunda Yaatulo Gulo bupati terpilih, Ina Adimina (Fatina Laoli) dikebumikan pada hari Minggu di desa Hilibadalu kecamatan Sogaeadu kabupaten Nias, Minggu (09/05/2021).

Dalam acara pemakaman Ina Adimina (Fatimina Laoli) turut hadir bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM dan jajaran SKPD kabupaten Nias, wakil ketua DPRD kabupaten Nias Sabayuti Gulo, Dewia Zebua (ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten Nias), PAC PDIP kecamatan Bawolato dan kecamatan Ma’u, wakil walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, tokoh agama dan tokoh adat serta tamu lainnya.

Pdt. Idaman Gulo, S.Th dalam kata pengantarnya sebagai pemandu acara menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kasih-Nya kepada kita sehingga kita bersama-sama pada pemakaman ibu kami tercinta Ina Adimina, dan semoga acara ini berlangsung dengan baik, “ucapnya.

Bowosokhi Gulo alias Ama Wima dalam kata pembukaannya mengatakan bahwa kami keluarga besar dengan meninggalnya orangtua kami yaitu ibu Ina Adimina adalah merupakan rencana Tuhan, secara manusiawi tentu kami tidak merelakan kepergian ibu ini selamanya, tetapi mau tak mau kami ikhlaskan karena rencana Tuhan jauh lebih indah dibanding rencana manusia, “tuturnya.

Emanuel Gulo yang merupakan putra bungsu Ina Adimina membacakan riwayat hidup almarhum ibunya mengatakan bahwa ibu kami hanya seorang ibu rumah tangga, dan jenjang pendidikan sekolah rakyat (SR), pekerjaan sebagai petani. Dan ibu kami adalah sosok penyayang dan pekerja keras demi anak-anaknya, “sebutnya

Lanjut Emanuel sampaikan bila ada sangkutan ibu kami selama hidupnya mohon disampaikan kepada kami sebagai anaknya dan juga bila ada kesalahan yang kurang berkenan selama ini kami anak-anaknya memohon maaf sebesar-besarnya, “dengan ucapan sedihnya.

Ama Gaucok Laoly dipihak keluarga paman Yaatulo Gulo mengatakan dengan kepergian tante kami Ina Adimina kami merasa sedih dan kehilangan, karena sosok tante kami ini sangat tinggi kepeduliannya dengan keluarga. Setiap ada acara di keluarga kami, tante Ina Adimina selalu hadir. Untuk itu kami berharap dari keluarga paman (sokhò), jangan kita berlarut-larut bersedih karena firman-Nya berkata Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, “pungkasnya.

Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM dalam sambutan penguatan dalam keluarga duka mengatakan sesungguhnya tidak mewakili atas nama pemerintahan tetapi atas nama keluarga, karena hubungan keluarga kami adalah ibu saya dengan ibu Ina Adimina (alm) adalah bersaudara kandung. Dan kami sekeluarga kami merasa kehilangan sosok ibu ini, karena beliau adalah pekerja keras dan berhasil mendidik anak-anaknya dan kita harus ikhlas dengan meninggal ibu yang tercinta ini walaupun berat. Dan umur ibu ini atau tante kami umurnya sudah mencapai 87 tahun, dan selama hidupnya jarang sakit sehingga tidak banyak merasakan rasa sakit, dan begitu sakit masa tuanya tentu itu hanya sebuah alasan yang sesungguhnya sudah diatur oleh Tuhan kapan kita meninggalkan dunia ini, “tuturnya

Lebih jauh bupati Nias menjelaskan sesuai yang ada di Alkitab mengatakan paling lama umur manusia 70 sampai 80 tahun dan itupun syukur-syukur kita bisa mencapai umur seperti itu. Dan tentu harapan seluruh keluarga agar ibu ini bisa menunggu pelantikan adik kami Ama Keshia Gulo menjadi bupati Nias, tetapi Tuhan berkehendak lain. Selamat jalan tante kami menuju ke rumah Bapa disurga yang penuh kedamaian dan semoga kelurga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini oleh Tuhan, “pesannya.

Wakil walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli dalam kata sambutan singkatnya mengatakan bahwa hidup ini hanya titipan sementara yang diberikan Tuhan kepada kita, tentu harapan kita kepada ibu ini jangan dulu pergi paling tidak menunggu acara pelantikan Ama Keshia Gulo yang tinggal satu bulan lagi, tetapi kehendak Tuhan berbeda karena firman-Nya berkata sebab rancangan-Ku bukanlah rancangan-mu (Yesaya 58:8a), untuk itu apapun yang dibuat oleh Tuhan kepada kita adalah yang terbaik, “ujarnya.

Pendeta dalam khotbahnya mengutip firman Tuhan yang diambil dari Wahyu 14:13 bunyinya “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka”

Pendetanya menjelaskan bahwa ketika iman dan perbuatan kita semasih hidup maka kematian merupakan kebahagian yang kekal bersama Tuhan didalam kerajaan surga. Perlu kami sampaikan kepada kita semua bahwa ibu Ina Adimina adalah merupakan aktifis gereja di BNKP Hilibadalu dan kami kenal sosok ibu ini adalah taat dalam kegiatan ibadah dan rutin mengikuti kebaktian setiap hari minggu. Ibu ini semasih hidupnya dikenal memiliki jiwa kasih dalam hidupnya terhadap sesamanya. Sehingga buah dari hasil perbuatan dan imannya, anak-anaknya menjadi berhasil dan menjadi kelurga yang diberkati. Sosok ibu ini telah memberi keteladanan bagi keluarganya dan bagi kita semua, untuk itu marilah kita mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita di dunia ini,”tutupnya

ArG / redaksi

By Geya