Diduga Merusak Tanaman Kehidupan TNTN, Bibit Pohon Pemberian Oleh BPDAS

Cyber Media Gemantararaya.com

RIAU – Pengrusakan tanaman kehidupan, Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) pemeliharaan pohon kehidupan pemberian bibit oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) di desa Bagan Limau kecamatan Ukui Pelalawan Riau.

Pengajuan bibit tanaman kehidupan ke BPDAS melalui program, permohonan ke BPDAS sepuluh ribu batang dan diserahkan kepada Ketua MPA Zulkarnain Harahap dan disaksikan oleh jajaran perangkat desa dan masyarakat setempat tahun 2019, “ucap Zulkarnain selaku ketua MPA.

Ketika awak media ini bersama dengan tim melakukan investigasi kelapangan Jumat 2 Juli 2021 di desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau dan langsung bertemu dengan Ketua MPA (Masyarakat Peduli Api) Zulkarnain Harahap.

Zulkarnain membenarkan kejadian tersebut, bahwa bibit tanaman kehidupan tersebut diduga dilakukan oleh oknum anggota dewan kabupaten Pelalawan.

Bibit tanaman kehidupan ini pak atas pemberian oleh BPDAS melalui pengajuan proposal, maka BPDAS memberikan kepada masyarakat Bagan Limau tahun 2019, berjumlah kurang lebih sepuluh ribu batang, dengan jenis bibit mangga, kelengkeng, sirsak, dan manggis.

Luas tanaman kehidupan tersebut sekitar 80 hektar, pengrusakan tanaman kehidupan ini terjadi setelah dilakukan pengambil alihan tanaman kehidupan ini kepada oknum anggota dewan tersebut. Mereka melakukan penyemprotan dan pengemasan lahan tanaman kehidupan tersebut.

Saya sebagai ketua MPA dan bersama masyarakat Bagan Limau sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan tersebut. Seharusnya anggota dewan inilah yang melindungi kami dan tempat pengaduan kami,” ungkap Zulkarnain dengan merasa kesal.

Kenapa anggota dewan ini melakukan pengrusakan tanaman kehidupan ini, kalau kami dengar dia melakukan ini katanya lahan ini milik dia katanya, dengan luas 220 hektar dan mengklaim lahan tersebut. Kami pun jadi heran pak apakah bisa lahan hutan TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo) milik pribadi, sedangkan setahu saya hutan TNTN ini milik negara dan hutan dunia, tidak boleh menjadi hak milik pribadi kecuali pinjam pakai.

Harapan saya dan masyarakat Bagan Limau agar pemerintah memberikan keadilan bagi kami sebagai masyarakat dan sebagai warga negara Indonesia, dan langkah selanjutnya kami akan melaporkan ke Polres Pelalawan, terkait pengrusakan tanaman kehidupan tesebut, “tutup Zukarnain.

Ketika awak media ini konfirmasi kepada anggota dewan melalui telepon seluler, anggota dewan ini tidak mengakui pengerusakan bibit tanaman kehidupan tersebut, dan saya pun tidak tau ada pengerusakan tanaman kehidupan tersebut. Kalau ada pengerusakan bibit itu tangkap aja om dan laporkan ke pihak yang berwajib, “ujarnya

Awak media ini juga bertanya soal lahan yang 220 hektar itu di kawasan TNTN, apakah lahan itu punya pak dewan? jawabnya iya benar itu lahan saya, dan saya mengelolanya tahun 2001 sampai 2002 dan saya pun punya suratnya. Tapi pak dewan itu kan lahan hutan TNTN milik negara. Iya benar tapi kan TNTN belum ada tahun 2001, TNTN ada tahun 2004. Dan lahan tersebut sudah saya serahkan kepada TNTN untuk kerjasama menanam tanaman kehidupan. Jadi kalau ketua MPA mau melaporkan pengrusakan itu silahkan, “tutup pak dewan.

JZ

By Geya