Inisial MZ Korban Penganiayaan Akhirnya RZ Dilaporkan Ke Polres Nias

Cyber Media Gemantararaya.com

NIAS UTARA – Berawal dari pemecatan seorang karyawan PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa, bernisial MZ (25) perempuan warga desa Moawo kecamatan Lahewa kabupaten Nias Utara provinsi Sumatera Utara.

Menurut MZ munculnya permasalahan akibat pemecatan atau pemberhentian saya sebagai karyawan di perusahaan tersebut, saya merasa dirugikan dimana saya kurang lebih 2 (dua) tahun bekerja sebagai bidang administrasi perkantoran, tetapi tidak ada di hargai jasa saya bahkan gaji saya tidak di bayarkan selama 1 (satu) bulan.

Pada saat pemberhentian saya sepucut surat pun tidak ada dari perusahaan yang di wakili oleh RZ sebagai maneger PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa kepada saya.

Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis 01 Juli 2021 di Kantor PT Sadar Abadi Jaya Toyolawa di dalam mess. Akhirnya MZ melaporkan RZ di Polres Nias dengan nomor : LP/172/VII/2021/NS tertanggal 02 Juli 2021.

Ketika hal ini dikonfirmasi oleh awak media kepada korban MZ di kediamanya Sabtu 03 Juli 2021 terkait laporannya di Polres Nias, MZ menceritakan kepada kru media bahwa saya bekerja di perusahaan itu kurang lebih 2 (dua tahun) sebagai karyawan di bidang administrasi perkantoran.

Lalu pada Kamis 01 Juli 2021 tanpa saya ketahui apa masalahnya tiba-tiba datang Satpam memanggil saya untuk ketemu manager RZ di kantor tempat saya bekerja. Sesampai saya di kantor RZ menyampaikan bahwa kamu diberhentikan bekerja sebagai karyawan.

Kemudian RZ mengatakan kepada saya, segera kosongkan perumahan/mess tempat saya tinggal dan semua barang-barangnya di keluarkan.

Kemudian saya bertanya kenapa saya di berhentikan kira-kira apa kesalahan saya. Kalau memang perusahaan memberhentikan saya sebagai karyawan di perusahaan ini, saya minta sepucut surat dan semua hak hak saya dibayarkan.

Namun RZ tidak memberikan surat pemberhentian dan juga tidak membayarkan hak-hak saya, tetapi apa yang terjadi terus melakukan tindakan pemaksaan terhadap saya untuk keluar dari perusahaan itu.

Dengan demikian saya bertanya kira-kira apa alasan perusahaan saya disuruh keluar dan tanpa basa-basi RZ langsung ambil martil dan gergaji besi untuk membongkar gembok pintu kamar saya.

Ketika hal itu saya bertanya dan menyampaikan lagi kepada RZ yang di dampingi seorang yang tidak saya kenal tapi berpakaian atribut langsung keberatan dan saya sampaikan lagi. Pak saya siap di keluarkan dari perusahaan ini jika bapak memberikan surat alasan dasar pemberhentian saya, dan segala hak saya sebagai karyawan harus dibayarkan oleh perusahaan.

Namun RZ tidak menghiraukan pertanyaan saya malah dipaksa untuk mengeluarkan barang-barang saya sehingga terjadi cekcok dan hingga terjatuh saya dan menimbulkan tangan saya sebelah kiri tergores akibat dorongan RZ di kamar saya.

Dengan perbuatan RZ jelas saya keberatan dan tidak terima atas penganiayaan terhadap saya, maka saya datang di Polsek Lahewa pada saat itu, namun Polsek Lahewa menyuruh saya untuk membuat laporan langsung di Polres Nias dan sebelum saya ke Polres Nias terlebih dahulu saya mengambil visum di Puskesmas Lahewa yang didampingi anggota Polsek Lahewa.

MZ membenarkan bahwa benar telah saya melapor di Polres Nias perihal kekerasan atau penganiayaan terhadap perempuan dengan nomor : LP/172/VII/2021/NS tertanggal 02 Juli 2021. Dan saya berharap kepada pihak Polres Nias Untuk memproses laporan saya dengan seadil-adilnya demi mendapatkan keadilan “harapnya”

Ketika permasalahan ini dikonfirmasi kru media kepada pihak perusahaan melalui manager PT. Sadar Abadi Jaya Toyolawa bernisial RZ melalui nomor WhatsApp pribadinya, 04/07/2021, RZ menjelaskan bahwa kejadian itu, kami melakukan ketegasan untuk mengeluarkan barang- barang Magdalena dari kamar mess milik perusahaan PT. Sedar Abadi Jaya di perkebunan Toyolawa pada hari Kamis 01/07/21 sekitar pukul 12.00 wib.

Alasannya, pada tanggal 24 April 2021 kami telah menyampaikan kepada Magdalena bahwa kami hanya dapat memberi izin tinggal di kamar mess berakhir pada bulan Mei 2021. Namun Magdalena tidak mengindahkan ketegasan tersebut sehingga dia tetap menghuni kamar mess itu sampai sekarang.

Kami tidak dapat meneruskan mengeluarkan barang-barangnya pada waktu itu, karena dia menunjukkan sikap melawan, mengucapkan ujaran kebencian, menghina dan mengancam bahkan Magdalena melakukan tindakan kekerasan kepada kami.

Selain tindakan ketegasan untuk menindak lanjuti pemberhentiannya untuk tidak menghuni mess yang tidak ada izin kepadanya, juga kami ingin menempatkan karyawan baru di kamar mess tersebut mulai pada hari Kamis 01/07/21, namun hal itu tidak terjadi karena sikap Magdalena yang tidak kondusif. Sampai sekarang karyawan baru tersebut tertunda mendiami kamar mess milik perusahaan dan juga tertunda memulai kerja di perkebunan.

Untuk selanjutnya, kami dapat menyatakan bahwa tindakan kami tersebut adalah bukan perbuatan kekeraran atau anarkhis tetapi proses tindak lanjut ketegasan kami untuk mengelola milik atau aset perusahaan yang dipercayakan kepada kami.

Selanjutnya, kami menuntut Magdalena atas perbuatannya melawan hukum antara lain ;

  1. Merampas milik perusahaan dengan menghuni kamar mess tanpa izin.
  2. Telah melakukan tindakan kekerasan, berujar kebencian, menghina dan mengancam kami.

Atas perbuatan Magdalena tersebut, kami telah mengalami berbagai kerugian, tutup RZ.

(01/Fzal)

By Seru