Untuk Cegah Covid 19, Sekdes Sihare’o III Hilibadalu Sampaikan Tidak Cukup 5 M, Tetapi 1 B Dan 5 M

Media Cyber Gemantararaya.com

Nias – Sekdes Sihare’o III Hilibadalu Yaso’aro Gulo himbau masyarakat desa Sihare’o III Hilibadalu kecamatan Ma’u pada khususnya tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, Sabtu (10/07/2021).

Sekdes Yaso’aro Gulo dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pemerintah desa Sihare’o III Hilibadalu telah menerima bantuan covid -19, dan telah dibagikan kepada masyarakat untuk keperluan untuk cegah covid-19.

Lanjut Sekdesnya sampaikan bahwa sesuai petunjuk protokol kesehatan ada 5 M yakni :

  1. Mencuci tangan
  2. Memakai masker
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhkan kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Menurut sekdes Yaso’aro Gulo 5 M tidak cukup, tetapi 1 B dan 5 M yaitu :

  1. Berdoa (Mangandò)
  2. Mencuci tangan
  3. Memakai masker
  4. Menjaga jarak
  5. Menjauhkan kerumunan
  6. Mengurangi mobilitas

Untuk cegah covid-19 ini yang utama berdoa kepada Tuhan menurut kepercayaan kita masing-masing, karena Tuhanlah yang lebih berkuasa menghilangkan virus corona ini dimuka bumi ini. Penerapan 5 M ini ada baiknya hanya kita sebagai manusia biasa tak luput dari kesilafan atau lupa misalnya memakai masker kadang lupa memakainya karena tidak biasa memakai masker kadang tidak nyaman, dan juga menjaga jarak dan menjauhkan kerumunan, dan secara sosial tidak lepas dari interaksi sebagai makhluk sosial manusia selalu berhubungan dan bertemu dalam sebuah kepentingan misalnya kerumunan di pasar atau di pekan karena antara kebutuhan primernya dan lain sebagainya. Dan juga mengurangi mobilitas, dan hal ini juga tidak terlepas dalam kehidupan kita terlebih-lebih daerah perkotaan, terutama kepentingan mudik yang urusannya perkantoran, bisnis, dan sekolah.

Sekdes Yaso’aro Gulo pesankan kita tetap patuhi protokol kesehatan sebagai bentuk untuk cegah covid-19, dan kita utamakan andalkan dan berkomunikasi dengan Tuhan dengan cara berdoa, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhkan kerumunan, dan mengurangi mobilitas, dan diingat jangan lupa dengan akan yang punya kuasa yaitu Tuhan, ” tutup sekdesnya. (ArG/red).

By Geya