Gemantararaya.com, Gunung Putri(Kabupaten Bogor), Pembangunan Gedung SMPN 4 Dan Gelanggang Olah Raga Masyarakat(GOM), di lahan PSU yamg terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri. kabupaten Bogor terkendala akses jalan lintas, sehingga persoalan ini jadi perhatian Para Anggota DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Dapil 2.

Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Bogor mengunjungi lokasi Pembangunan SMPN 4 dan GOM dilahan PSU yang terletak di Desa Tlajung Udik, Rabu(02/09/2021), salah satunya Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Gerindra, H.Adi Suwardi,S.E..

H.Adi Suwardi, ketika dimintai tanggapan nya saat diwawancarai Gemantararaya.com di lokasi lahan PSU mengatakan, bahwa kunjungan ini merupakan hasil kesepakatan Para Dewan Dapil 2 sebagai bagian dari pengawasan yang mana ada informasi bahwa akses jalan belum ada sehingga diperlukan kimunikasi yang baik antara Dinas terkait dan Masyarakat terdampak.

” Pertama, ini hasil kesepakatan teman-teman Dewan dari Dapil 2, ada 9 orang dari berbagai Fraksi, daei Gunung Putri ada 4 orang dan teman-teman dari luar Gunung Putri pun sangat support, kita sama-sama sepakat dimana Dewan itu bagian dari pengawasan, dan mudah-mudahan pembangunan GOM dan Sekolah yang sangat dirindukan Warga Gunung Putri sejak 2016 bisa berjalan mulus” terang nya.

” Di lapangan kita dapat informasi bahwa akses jalan belum ada, berarti bisa diadakan, banyak cara untuk mengadakan, itulah saya tegaskan tadi ke DPKPP supaya lakukan komunikasi yang terbaik sehingga didalam pembangunan nanti berjalan lancar dan penggunaannya pun tidak ada masalah, jangan sampai nanti penggunaannya ditutup oleh pemilik tanah yang terdampak akses jalan karena belum selesai, sebab selesainya itu kan banyak, ada selesai dengan tulisan, lisan , dikasih begitu saja, hibah, sewa atau beli, silahkan,komunikasikan dengan Dinas” terang nya lagi.

” Saya yakin, warga pemilik tanah akses yang kena peruntukan jalan, namanya untuk Sarana dan Prasarana Umum, apalagi pendidikan dan disitu juga nanti ada puskesmas, kantor desa, artinya itu harus akses yang benar-benar umum. Tapi jika kita bicara akses umum, jangan sampai ada satu orang pun warga yang merasa teraniaya atau dirugikan, jangan sampai, maka dari itu harus dilakukan komunikasi yang terbaik” lanjut nya.

Saat ditanya apakah kedepan ada kunjungan berikut nya dari Anggota Dewan Dapil 2, H.Adi Suwardi mengatakan akan data perkembangan dari DPKPP dan Dinas terkait.

” Jadi, nanti Insya Allah berikutnya setelah hari ini nanti kita akan data perkembangan seperti apa dari DPKPP dan Dinas-dinas terkait, kalau terjadi hal yang tidak selesai dimungkinkan akan kita undang ke DPRD, ini saat Bamus sudah saya sampaikan bahwa kami dari Dewan Dapil 2 akan kunjungan cek lokasi bangunan SMPN 2 dan GOM,sampaikan penyuluhan,gitu” ungkapnya.

” Pastinya kedepan, kita harus kawal dan monitor meski tidak tepat waktu, jangan sampai tertunda” singkat nya.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor, Fraksi Demokrat, H.Moch.Hanafi  kepada Gemantararaya.com juga mengatakan hal yang sama terkait kendala akses jalan dan sudah dikonfirmasi ke pihak pelaksana.

” Pembangunan terkendala dengan akses jalan dan sudah kita konfirmasi ke pihak pelaksana dan mereka mengakui kendala akses, kita telusuri karena yang mau dibayar kan pakai uang Rakyat, jangan sampai terkendala, kalau tidak ada akses akan jadi masalah dan saya sudah perintahkan ke Pihak Kecamatan dan Desa supaya meng inventarisir tanah-tanah yang dilewati menuju PSU ini supaya bisa terwujud sesuai harapan” jelas nya.

Ketika ditanya dengan adanya persoalan akses jalan, apakah sebelum nya tidak dilakukan survey, H.Moch.Hanafi menjawab harus nya sudah, itu yang saya sesalkan.

” Sebenarnya kalau akses saya kira kan, begitu tanah diserahkan ke Pemda, seharusnya itu sudah ada, apalagi untuk dibangun harus nya sudah ada akses juga, itu yang saya sesalkan, kenapa dari awal itu tidak dipastikan, karena membangun itu kan tidak ujug-ujug kan ada DAD juga kan? Harusnya dipastikan dulu, jangan sampai terkendala” imbuh nya.

” Kita dari DPRD Dapil 2 beberapa komisi, kegiatan berikutnya cukup satu kali,clear. Intinya prmbangunan tidak bisa berhenti dan akan kita komunikasikan dengan Pemda, kan kalau bawa material tanpa akses dan harus melewati depan rumah warga, sekali dua kali mungkin gak apa-apa, tapi kan gak mungkin seterus nya” tutup nya.(Marlon,S.E.).