Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa & Bernegara

Media Cyber Gemantararaya.com

GUNUNGSITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli gelar upacara kesadaran berbangsa dan bernegara, yang dilaksanakan di lapangan olahraga Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Jl. Dolok Martimbang Hilina’a No.19 Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Senin (20/09/2021).

Kegiatan upacara ini dilaksanakan paling sedikit sekali dalam sebulan yaitu tanggal 17 bulan berjalan. Upacara kesadaran berbangsa dan bernegara ini dilakukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, membiasakan sikap tertib dan displin serta tanggung jawab sebagai generasi muda, menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan dalam merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah dan selaku abdi negara dan warga binaan pemasyarakatan wajib merawat dan menjaga negeri tercinta ini.

Bertindak sebagai Isnpektur Upacara Soetopo Barutu, perwira upacara BZ. Gea, S.H., komandan upacara Mei Karianus Zai, S.Pd., Protokol Lieslin S.Kp., pembawa bendera Warga Binaan, Pembaca Pembukaan UUD NRI 1945 dan Catur Dharma Narapidana adalah Warga Binaan, pembaca Tri Dharma Petugas Pemasyarkatan Jefri Laoli, Pembaca SK Satya Lencana Herdin Telaumbanua, S.Pd., dihadiri seluruh Kasi, Kasubsi, pejabat pengamanan dan seluruh ASN Lapas Gunungsitoli serta seluruh WBP.

Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Soetopo Barutu dalam sambutan menyampaikan arahan Menkumham berkenaan dengan beberapa peristiwa yang menyedot perhatian bangsa Indonesia khususnya tragedi yang menewaskan 48 jiwa di Lapas Kelas I Tangerang, kasus tenggelamnya Kapal Pengayoman IV dan terakhir viral kasus pemukulan Warga Bnaan Pemasyaratakan di Lapas Kelas I Medan. Untuk itu melalui Dirjen PAS memberikan perintah kepada para Kakanwil, Kadiv PAS, Kesatuan Kalapas/Karutan untuk melaksanakan upaya:

  1. Pencegahan dan cek jaringan listrik, melaksanakan perbaikan di Lapas/Rutan
  2. Melakukan mitigasi resiko atas semua kemungkinan ancaman gangguan keamanan dan ketertiban
  3. Menjalin koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dan Stakeholder, tingkatkan deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban
  4. Bersihkan handphone dari kamar Warga Binaan dan siapkan WARTELSUSPAS
  5. Keluarkan alat-alat elektronik, kompor gas portabel dari kamar hunian
  6. Cek bengkel kerja, dapur umum, ruang kerja yang menggunakan listrik pada saat jam kerja maupun usai kegiatan kerja. Pastikan listrik padam.
  7. Lakukan koordinasi, lakukan simulasi gangguan keamanan dan ketertiban, bencana kebakaran, kerusuhan secara periodik
  8. Pasang alat Panic Button/Alarm di setiap Satuan Kerja jika ada gangguan Kamtib
  9. Melaporkan di Dirjen PAS terhadap langkah-langkah Lapas Zero Halinar (HP, pungutan liar dan narkoba)
  10. Pastikan jaringan listrik pada kantin/koperasi tidak menyambungkan pada daya listrik kantor, menggunakan token dan listrik sendiri dan siapkan APAR, “ujarnya.

Menyambung arahan Menkumham diatas, Kepala Lapas Gunungsitoli Soetopo Barutu menyampaikan himbauan dan komitmen dari seluruh Warga Binaan Lapas untuk sepakat melaksanakan perintah Pimpinan diatas dan disambut respon positif dan tepuk tangan dari seluruh Warga Binaan berjanji untuk mendukung program zero halinar termasuk kekerasan apapun didalam Lapas ini baik sesama Warga Binaan dan petugas terhadap Warga Binaan, “pungkas Kalapas.

Sebagai Kepala Lapas apresiasi kepada seluruh Warga Binaan Lapas Gunungsitoli atas komitmen tidak menggunakan narkoba di Lapas Gunungsitoli terlebih 48 orang Warga Binaan kasus narkoba dengan semangat dan tepuk-tangannya siap untuk terus bertahan dan komitmen untuk tidak memakai narkoba jenis apapun, bertobat dan patut untuk memperbaiki diri menjadi manusia mandiri.

Pada upacara kesadaran berbangsa dan bernegara ini Kalapas Soetopo Barutu juga berkesempatan menyerahkan Piagam Satya Lencana Karya Satya masing-masing kepada:

  1. Rita Harefa, S.ST., Pangkat Penata Tk.I (III/d), Jabatan Perawat Penyelia memperoleh Tanda Kehormatan dianugrah XXX Tahun
  2. Rotua Masdiana Bancin, A.Md., Pangkat Penata Muda Tk. I (III/b), jabatan Perawat Mahir memperoleh tanda kehormatan dianugrah XX Tahun
  3. Trimariang Harefa, AMKG, Pangkat Penata Muda Tk. I (III/b) Jabatan Penyedia Kelengkapan Perawatan Napi memperoleh tanda kehormatan dianugrah X Tahun.

Berikutnya Kalapas juga menyerahkan Piagam Penghargaan Pelatihan Kesamaptaan kepada 32 orang ASN Lapas Gunungsitoli yang turut dalam Pelatihan Penyegaran Kesamaptaan, yang diterima oleh 3 orang perwakilan antaranya Imelda Laowo, SKM., Feriaman Harefa, SKM. dan Vitalis Dian Lestari Zebua.

Terimakasih dan selamat kepada peserta pelatihan Kesamaptaan ini, harapan dengan ilmu yang kita peroleh dalam Pelatihan Penyegaran Kesamaptaan ini memberikan pengalaman baru dalam melaksanakan baris berbaris, lebih displin lagi dalam berkarya, jiwa samapta, kesiap-siagaan dalam melaksanakan tugas di Lapas baik dalam memberi pelayanan dan jaminan keamanan bagi Wara Binaan Pemasyarakatan dan masyarakat umum sebagai konsumen Lapas Gunungsitoli, “sebut Soetopo.

Kegiatan upacara kesadaran berbangsa dan bernegara ini diliput oleh media cetak/elektronik online dan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, cek suhu tubuh dan jaga jarak. (Red)

By Geya

One thought on “Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa & Bernegara”

Comments are closed.