Gemantararaya.com, Cileungsi(Kabupaten Bogor), Kepala Sekolah SMPN 1 Cileungsi berinisial(OS), dikenakan sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah dan diwajibkan mengembalikan uang yang telah dipungut kepada orangtua murid, setelah hasil audit inspektorat keluar. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah,S.E.,M.M. Kepada Gemantararaya com beberapa waktu lalu terkait masalah Pungutan-pungutan yang dilakukan saat PPDB 2021, yaitu Pungutan Uang seragam sekolah sebesar 1.350.000 per siswa dan Pungutan penerimaan murid baru Jalur kelas olahraga sebesar minimal 6,8 juta rupiah per siswa yang katanya sebanyak 3 kelas dimana per kelas  sebanyak 36 murid atau siswa.

Sanksi Penurunan Pangkat satu tingkat lebih rendah merupakan jenis hukuman disiplin berat sesuai PP 53 Tahun 2010,  sehingga oknum yang terkena sanksi berat tidak layak lagi menjadi kepsek karena dianggap tidak kompeten.

PNS yang disanksi berat dikenakan sanksi mutasi yang diatur dalam UU no.5 Tahun 2014 tentang UU ASN dan juga PP 11 Tahun 2017 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Sampai saat ini meski sudah dijatuhi hukuman sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah  dan diwajibkan mengembalikan uang yang telah dipungut kepada orangtua murid, dimana jenis sanksi penurunan pangkat merupakan sanksi disiplin berat, tetapi kepsek SMPN 1 Cileungsi belum dimutasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sehingga menimbulkan pertanyaan dimasyarakat,khususnya orang tua murid.

Ketika Wartawan Gemantararaya.com mengkonfirmasi Kadisdik Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah,S.E.,M.M., via pesan Whattsapp Jumat(22/10/2021), kapan dilakukan mutasi kepala sekolah SMPN 1 Cileungsi karena sudah dikenakan sanksi penurunan pangkat yang merupakan jenis hukuman disiplin berat sesuai PP 53/2010, sampai berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari Kadisdik Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah,S.E.,M.M.,, dan Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Akar Rumput NKRI(GEMAR NKRI) yang merupakan Relawan Jokowi yang mengkawal Nawacita Presiden Jokowidodo, dan juga elemen Masyarakat lainnya berharap Kadisdik segera memutasi Kepsek SMPN 1 Cileungsi untuk kebaikan dunia pendidikan,khususnya Dikdas tanpa pungutan yang merupakan program wajib belajar yang digaungkan pemerintahpusat dan dalam waktu dekat akan mempertanyakan persoalan ini ke Kantor Disdik Kabupaten Bogor, bahkan akan melakukan demo damai jika Kepsek SMPN 1 belum dicopot.

Mutasi PNS diatur dalam UU no.5 Tahun 2014 tentang ASN, dan lebih lanjut mutasi PNS diatur dalam PP 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Mutasi tersebut dilaksanakan atas dasar kesesuaian kompetensi PNS dengan Persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan, yang mana dalam hal ini penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah merupakan hukuman disiplin berat sehingga atas dasar kesesuaian kompetensi PNS dengan Persyaratan jabatan, maka PNS yang sudah terkena hukuman disiplin berat layak dimutasi.

Dasar Hukum: UUD 1945, UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN, PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, PP No.11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS. ( Marlon S.E.).

By Admin

One thought on “Kepsek SMPN 1 Cileungsi turun pangkat satu tingkat, Kadisdik harusnya lakukan Mutasi sesuai UU No.5/2014 dan PP 11/2017.”

Comments are closed.