Gemantararaya.com, Klapanunggal(Kabupaten Bogor), Pemerintahan desa kembang, Kecamatan Klapanunggal gunakan DD(Dana Desa) untuk revitalisasi lapangan bola pakuan yang berada di kampung tegal RT 20 RW 06, desa kembang kuning, persis di seberang kantor kecamatan klapanunggal.

Di Tahun Anggaran 2021, pemerintahan desa kembang kuning pun kucurkan Dana Desa sebesar Rp. 429.996.782 rupiah, tetapi lapangan bola tersebut terlihat secara kasat mata diduga belum siap pakai.

Dari hasil penelusuran gemantararaya. Com dilokasi revitalisasi,Jumat(14/01/2022) tampak terlihat kerusakan-kerusakan disekitar jalur trek sekeliling revitalisasi lapangan bola, semen cor pecah-pecah dan banyak yang retak. Belum lagi rumput nya yang panjang-panjang, sehingga menimbulkan pertanyaan khalayak apakah rumput tersebut sesuai standar lapangan bola atau rumput kampung? Bagaimana di RAB dan realisasinya? Sehingga perlu dilakukan audit secara menyeluruh, baik internal maupun eksternal karena revitalisasi tersebut gunakan Dana Desa dari APBN yang merupakan anggaran negara dari uang rakyat(RAB vs realisasi dan Spesifikasi? ).

Foto: tampak dibeberapa titik, semen cor trak revitalisasi lapangan sepakbola pakuan, desa kembang kuning pecah dan retak-retak.

Penggunaan Dana Desa sepatutnya benar-benar dirasakan warga masyarakat manfaat nya dan selalu merujuk skala prioritas untuk rasa keadilan, dan semua penggunaan Dana Desa maupun anggaran lain oleh pemerintahan desa wajib transparan sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, tidak bisa ditutup-tutupi sehingga akuntabilitas nya jelas.

Menteri Desa PDTT, Halim Iskandar(Gus Halim), baru-baru ini mengatakan pembangunan di indonesia yang bersumber dari DD, itu fokus kepada 2 hal yaitu: 1. Pertumbuhan ekonomi dan 2.Peningkatan Sumber Daya Manusia. DD bisa digunakan untuk apa saja sesuai skala prioritas dan ber implikasi pada pertumbukan ekonomi dan peningkatan SDM, tapi kalau tidak ber implikasi kepada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM, tidak boleh.

Dengan adanya SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan desa yang 18 point yang dimulai dari”desa tanpa kemiskinan dan tanpa kelaparan”sampai goals yang ke 18 akan terlihat dampak penggunaan Dana Desa, bukan sekedar DD digunakan bangun jalan desa atau ratusan ribu kilometer jalan jembatan, sekian posyandu desa, tetapi bagaimana dampak dari semua program, baik infrastruktur dan non infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan peningkatan SDM desa.

Menteri Desa PDTT pun mengakui, awal DD hadir, banyak perencanaan dilakukan berdasarkan keinginan, seperti keinginan kepala desa, kei ginan BPD, keinginan tokoh tanpa melihat masalah yang dihadapi masyarakat desa.

Sementara di Tahun Anggaran 2021,Kemendes PDTTmenetapkan fokus prioritas penggunaan Dana Desa 2021,yaitu:

  1. Pemulihan Ekonomi Nasional sesuai kewenangan desa yang terdiri dari pembentukan, pengembangan dan “Revitalisasi” BUMDes atau BUMDesma, penyediaan listrik desa dan pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes atau BUMDesma.
  2. Program Prioritas Nasional sesuai kewenangan desa yang meliputi pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikas,i pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan Stunting di desa dan desa inklusif.
  3. Prioritas Dana Desa Tahun 2021 adalah adaptasi kebiasaan baru yaitu desa aman covid-19.

Bahkan di Tahun 2020 lalu, Prioritas Penggunaan Dana Desa, Kemendes PDTT melakukan perubahan peraturan Menteri Desa PDTT no. 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Dan diubah menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT no. 6 Tahun 2020 dan perubahan keduanya yaitu: Permendes PDTT no. 7 Tahun 2020 yang mengatur penggunaan Dana Desa untuk mendukung pencegahan dan penanganan pandemi covid-19. Artinya dimasa pandemi prioritas penggunaan Dana Desa dialokasikan untuk dua hal yaitu: Prmbangunan Infrastruktur secara Swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat, juga untuk jaring pengaman sosial yaitu: BLT DD.

Nahhh… Perlu diketahui pada tanggal 24 Agustus 2021, telah ditetapkan dan diundangkan peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 7 Tahun 2021, tentang “Prioritad Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 saat ini”, salah satunya prioritas penggunaan Dana Desa yang disesuaikan adalah Pemenugan kebutuhan ketahanan pangan nabati dan hewani sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan nasional.
Secara lengkap, penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 ini diprioritaskan pada 3 poit yaitu:

  1. Pemulihan Ekonomi Nasional sesuai kewenangan desa.
  2. Program prioritas nasional sesuai kewenangan desa
  3. Mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa.
    Hal ini sebagaimana tercantum pada pasal 5 ayat 2 Permendes PDTT No. 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 ini.
    Prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2022 ini tidak jauh beda dengan prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021, dan prioritas penggunaan Dana Desa selalu diatur setiap tahun sebelum masuk pada tahun anggaran baru sesuai kondisi yang terjadi. Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa ini merupakan kerjasama Kementerian Desa PDTT dengan Kemendagri, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Sekretariat Negara dan Kemenko PMK.

Merujuk pada Prioritas Penggunaan Dana Desa diatas yang sudah sesuai aturan yang ditetapkan dengan skala prioritas, Khususnya Tahun Anggaran 2020 dan Tahun Anggaran 2021, apakah Pemerintahan Desa Kembang Kuning sudah benar-benar melaksanakan Permendes tersebut?

Merujuk Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 ini pun, yang mana Prioritas Penggunaan Dana Desa nya tidak jauh beda dengan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, dan melihat kondisi Revitalisasi lapangan sepak bola pakuan desa kembang kuning saat ini,yang mana Pemerintahan desa kembang kuning gunakan DD Tahun Anggaran 2021 yang tidak sedikit nilainya untuk revitalisasi lapangan bola, bagaimana nasib lapangan tersebut di Tahun Anggaran 2022 ini? Seberapa besar lagi Anggaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian Revitalisasi Lapangan Bola Pakuan desa kembang kuning tersebut? Kita lihat saja progressnya. (Marlon, S. E.).

By Admin

2 thoughts on “Wow…Pemdes kembang kuning gunakan DD yang tidak sedikit untuk revitalisasi lapangan bola, RAB vs Realisasinya apakah sesuai fakta dilapangan?”

Comments are closed.