Gemantararaya.com, Klapanunggal(Kabupaten Bogor), Proyek Revitalisasi lapangan sepak bola pakuan, yang berada di kampung tegal RT 20 RW 06, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten bogor, akhir-akhir ini jadi sorotan masyarakat, karena meski sudah menghabiskan Anggaran yang tidak sedikit jumlah nya sudah terlihat kerusakan dibeberapa titik, khususnya di Track pinggiran lapangan bola yang di cor, bahkan rumput lapangan bola nya pun jadi pertanyaan apakah rumput sesuai standar lapangan sepak bola?, dan apakah seluruh pekerjaan proyek revitalisasi sudah sesuai R. A. B?, di Tahun Anggaran 2021, Pemerintahan Desa Kembang Kuning menggelontorkan lagi Dana Desa(DD) sebesar 429.996.782 Rupiah.

Saat kepala desa kembang kuning, Masudin, dihubungi team wartawan terkait proyek revitalisasi lapangan sepak bola pakuan melalui Whatsapp, Senin(17/01/2022), Masudin melalui kiriman rekaman WA mengatakan bahwa Proyek revitalisasi lapangan bola pakuan over budged.

” Yang jelas lapangan itu over budged kang, rumput aja 3.000 jadinya 7.000. Yang tadinya akan kita kupas separoh akhirnya lapangan masih miring, kita kupas semua, kan gitu.., kalau menurut saya mah…, eta mah.., udah melalui RAB, jadi saya gak terlalu bermasalah kan gitu.., kalau itu mah…, pandangan sepintas aja” Ucap Masudin.

” Kalau dihitung dari audit aja sudah jelas kita ini boleh katakan over budged dari rumput, itu sudah jelas, RAB nya 3.000 jadi 7.000, begitu” Lanjut nya.

” Terkait pinggiran itu memang belum ada RAB, terkait pondasi pinggir, itu kang. Kalau kita mah…, seuai RAB kok, malah over budged terkait rumput, itu saya klasifikasi nya kang” singkat nya.

Sementara Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih saat disambangi team wartawan di kantor kecamatan di hari yang sama, Senin(17/01/2022), terkait proyek revitalisasi lapangan sepak bola pakuan, desa kembang kuning yang mana letak nya persis di seberang kantor kecamatan klapanunggal mengatakan, nanti inspektorat akan periksa.

Foto: Saat Team Wartawan konfirmasi Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih terkait proyek revitalisasi lapangan bola pakuan, desa kembang kuning.

” Nanti inspektorat akan periksa mana salah nya, kita tunggu saja hasil audit inspektorat dan nanti selesai pemeriksaan inspektorat harus dipublikasikan hasil nya” Jelasnya.

Saat ditanya terkait RAB Revitalisasi lapangan sepak bola pakuan, desa kembang kuning, dimana semua penggunaan anggaran Negara apalagi dari APBN Pusat harus transparan sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, Ahmad Kosasih anjurkan ke DPMD.

” Ke DPMD aja, pasti ada disana” Jawab nya singkat.

Sementara ketika wartawan mengkonfirmasi pihak inspektorat Kabupaten Bogor, yaitu ke Irban 5 melalui pesan Whatsapp, Senin(17/01/2021), Irban 5 mengarahkan ke Irban 1.

” Ke Irban 1 saja” Jawab Temsi singkat.

Foto: Team Wartawan saat Konfirmasi Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih

Untuk diketahui Ada 5 langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAB, yaitu:

1.Mempersiapkan Gambar Kerja Detail atau Detail Engineering Design(DED)
2.Menghitung Volume Pekerjaan
3.Membuat dan Menentukan Harga Satuan Pekerjaan
4.Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan
5.Menghitung Keseluruhan Jumlah Total Masing-masing Sub Pekerjaan.

Dari penjelasan langkah-langkah penyusunan RAB diatas sudah jelas bahwa RAB itu dipersiapkan dengan matang dengan berbagai pertimbangan, sehingga kalau pun ada harga yang meleset dari perkiraan atau perbedaan harga material tidak sampai diluar dugaan hingga melebihi 100 persen? Seperti harga rumput yang katanya di RAB 3.000 Rupiah, jadi 7.000 Rupiah? Sehingga perlu ditelusuri suplier sebagai pemasok rumput nya sebagai keterbukaan informasi dan supaya tidak menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat dan perlu dijelaskan jenis rumput yang digunakan.

Untuk diketahui juga bahwa rumput Standar lapangan bola biasanya dijual per meter persegi, bukan per kilo seperti umum nya rumput hijauan untuk pakan ternak kecuali benih bibit biji rumput yang biasanya dijual secara online.

Foto: saat sapi sempat melahap rumput lapangan bola pakuan beberapa hari lalu(sumber foto dari youtube: Sebar News TV Channel).

Untuk Jenis rumput yang biasanya digunakan dalam sebuah lapangan sepak bola dapat mempengaruhi permainan sebuah tim atau pertandingan. Pemain dan penonton akan semakin bisa menikmati permainan sepak bola jika kualitas lapangan bagus. Bagi pemain, aliran bola akan sedikit terhambat jika kualitas rumput tidak baik, sebab, pemain bola menendang bola di atas rumput sehingga gerak bola menjadi semakin lambat dan tak terarah. Bahkan, dapat meningkatkan risiko cedera juga kian tinggi jika kualitas rumput buruk bahkan kalau tidak sesuai standar rumput lapangan bola pada umum nya.

Secara bentuk arsitektural, rumput memiliki enam jenis. Namun hanya ada 3 jenis rumput yang cocok dan umum dipakai untuk standar lapangan sepakbola dan stadion-stadion di Indonesia dan biasanya dijual dengan sistem per meter persegi bukan per kilogram. Ketiga jenis rumput tersebut yaitu Zoysia matrella (ZM), Cynodon dactylon (CD) dan Axonopus compressus (AC).

1.Zoysia Matrella(ZM) atau Rumput Manila

Kualitas jenis Zoysia matrella atau Rumput Manila tak perlu ditanyakan lagi. Jenis rumput ini menjadi favorit sekaligus terbaik untuk sebuah lapangan sepak bola. Stadion-stadion di Eropa juga menggunakan jenis rumput manila.
Kelebihan rumput manila dari jenis lainnya adalah akar yang kuat, daun rumput berwarna hijau segar, tebal, dan erat. Akan tetapi, perawatannya cukup sulit. SUGBK/Jakarta, Si Jalak Harupat, dan Stadion Maguwoharjo sudah menggunakan jenis rumput manila ini.

  1. Cynodon Dactylon(CD) atau Rumput Bermuda

Bentuk rumput bermuda hampir mirip dengan Zoysia matrella. Hanya saja, akarnya tidak kuat seperti rumput manila. Namun demikian, warna dan ukuran daun rumput bermuda hampir mirip dengan Zoysia matrella. Rumput bermuda sejatinya lebih cocok untuk lapangan golf. Akan tetapi, beberapa stadion di Indonesia menggunakan rumput jenis ini karena perawatan lebih mudah dibanding Zoysia matrella.Adapun stadion di Indonesia yang menggunakan jenis rumput bermuda seperti Sultan Agung (Bantul) dan Pakansari (Bogor).

3.Axonopus Compressus(AC) atau Rumput Gajah

Rumput gajah banyak ditemukan di taman-taman sekitar rumah dengan kisaran harga -+20.000 per meter persegi(sumber:berbagai sumber).. Warnanya hijau segar jika terawat, namun akan berubah kuning hingga coklat kering jika tak disirami.Bentuk daun rumput gajah lebih besar dan lebar dibanding dua jenis di atas.
Bentuk tersebut mempengaruhi laju bola jika dipakai untuk lapangan sepak bola. Biasanya akan lebih lambat dan kurang halus.
Beberapa stadion untuk venue Liga 1 ada yang menggunakan kualitas rumput gajah, seperti Stadion Gajayana (Malang), Stadion Haji Agus Salim (Padang), hingga Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Diluar dari ketiga jenis rumput diatas yang tidak masuk kategori standar lapangan bola seperti yang disebutkan diatas, ada juga rumput embun pagi yang harganya kisaran 10.000 per meter per segi(sumber:berbagai sumber).

Sebagai Fungsi Informasi, untuk yang masih awam dengan jenis rumput-rumputan, bahwa rumput Standar lapangan bola berbeda dengan rumput yang bukan standar lapangan bola apalagi rumputan hijau khusus pakan sapi, rumput liar atau rumput kampung, karena peruntukan yang berbeda, untuk rumput hijauan pakan sapi, kambing dan lainnya, harganya bervariasi, ada yang harganya 250- 600 Rupiah per kilogram tergantung kualitas dan kuantiti pembelian.(sumber: berbagai sumber). (Marlon, S. E.).

By Admin

One thought on “Diduga Proyek tidak sesuai RAB!Kepala Desa Kembang Kuning, Masudin:yang jelas lapangan itu over budget kang”

Comments are closed.