Gemantararaya.com, Klapanunggal(Kabupaten Bogor), Pemerintahan desa kembang, Kecamatan Klapanunggal terlihat sedang sibuk memoles cor-cor an Track sisi Proyek Revitalisasi lapangan sepak bola pakuan dengan semen acian. Dari pantauan dan investigasi gemantararaya.com dilapangan, Kamis(20/01/2022), tampak ada sekitar 3 orang pekerja di lokasi Proyek.

Proyek Revitalisasi lapangan bola pakuan ini belum di audit oleh inspektorat kabupaten bogor tapi sudah tampak terlihat banyak kerusakan sehingga memunculkan pertanyaan dikalangan masyarakat, apalagi semen cor track sisi lapangan terlihat banyak kerusakan dan retak-retak, lalu dipoles lagi dengan acian semen.

Proyek Revitisasi lapangan bola pakuan desa kembang kuning ini sudah banyak menghabiskan anggaran. Di Tahun Anggaran 2021 saja pemerintahan desa kembang kuning menggelontorkan lagi Dana Desa sebesar Rp. 429.996.782 rupiah, tetapi proyek lapangan bola tersebut masih menimbulkan banyak pertanyaan karena diduga pelaksanaannya tidak sesuai R.A.B.

Bahkan Kepala Desa Kembang Kuning, Masudin akui bahwa harga rumput berbeda dengan R.A.B. yang tadinya 3.000 rupiah menjadi 7.000 rupiah, tapi tidak dijelaskan harga tersebut per kilo atau per meter per segi, sehingga kualitas dan standar rumput nya jadi pertanyaan, sebab secara umum ada 3 jenis rumput standar lapangan bola.

Penggunaan Dana Desa sepatutnya benar-benar dirasakan warga masyarakat manfaat nya dan selalu merujuk skala prioritas sesuai peraturan yang ada untuk rasa keadilan di masyarakat apalagi dimasa dampak pandemi covid saat ini, dan semua penggunaan Dana Desa maupun anggaran lain oleh pemerintahan desa wajib transparan sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, tidak bisa ditutup-tutupi sehingga akuntabilitas nya pun jelas.

Menteri Desa PDTT, Halim Iskandar(Gus Halim), baru-baru ini mengatakan pembangunan di indonesia yang bersumber dari DD, itu fokus kepada 2 hal yaitu: 1. Pertumbuhan ekonomi dan 2.Peningkatan Sumber Daya Manusia. DD bisa digunakan untuk apa saja sesuai skala prioritas dan ber implikasi pada pertumbukan ekonomi dan peningkatan SDM, tapi kalau tidak ber implikasi kepada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM, tidak boleh.

Menteri Desa PDTT(Gus Halim) pun mengatakan dengan adanya SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan desa yang 18 point yang dimulai dari”desa tanpa kemiskinan dan tanpa kelaparan”sampai goals yang ke 18 akan terlihat dampak penggunaan Dana Desa, bukan sekedar DD digunakan bangun jalan desa atau ratusan ribu kilometer jalan jembatan, sekian posyandu desa, tetapi bagaimana dampak dari semua program, baik infrastruktur dan non infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan peningkatan SDM desa.

Menteri Desa PDTT mengakui, awal DD hadir, banyak perencanaan dilakukan berdasarkan keinginan, seperti keinginan kepala desa, kei ginan BPD, keinginan tokoh tanpa melihat masalah yang dihadapi masyarakat desa.

Untuk Tahun Anggaran 2021,Kemendes PDTT menetapkan fokus prioritas penggunaan Dana Desa 2021,yaitu:

  1. Pemulihan Ekonomi Nasional sesuai kewenangan desa yang terdiri dari pembentukan, pengembangan dan “Revitalisasi” BUMDes atau BUMDesma, penyediaan listrik desa dan pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes atau BUMDesma.
  2. Program Prioritas Nasional sesuai kewenangan desa yang meliputi pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya dan pengembangan teknologi informasi dan komunikas,i pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan Stunting di desa dan desa inklusif.
  3. Prioritas Dana Desa Tahun 2021 adalah adaptasi kebiasaan baru yaitu desa aman covid-19.

Bahkan di Tahun 2020 lalu, Prioritas Penggunaan Dana Desa, Kemendes PDTT melakukan perubahan peraturan Menteri Desa PDTT no. 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Dan diubah menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT no. 6 Tahun 2020 dan perubahan keduanya yaitu: Permendes PDTT no. 7 Tahun 2020 yang mengatur penggunaan Dana Desa untuk mendukung pencegahan dan penanganan pandemi covid-19. Artinya dimasa pandemi prioritas penggunaan Dana Desa dialokasikan untuk dua hal yaitu: Prmbangunan Infrastruktur secara Swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat, juga untuk jaring pengaman sosial yaitu: BLT DD.

Perlu diketahui dan dilaksanakan sebagai Fungsi Informasi bahwa pada tanggal 24 Agustus 2021, telah ditetapkan dan diundangkan peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 7 Tahun 2021, tentang “Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 saat ini”, salah satunya prioritas penggunaan Dana Desa yang disesuaikan adalah Pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan nabati dan hewani sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan nasional.
Secara lengkap nya, penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 ini diprioritaskan pada 3 poit yaitu:

  1. Pemulihan Ekonomi Nasional sesuai kewenangan desa.
  2. Program prioritas nasional sesuai kewenangan desa
  3. Mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa. Hal ini sebagaimana tercantum pada pasal 5 ayat 2 Permendes PDTT No. 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 ini.
    Prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2022 ini tidak jauh beda dengan prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021, dan prioritas penggunaan Dana Desa selalu diatur setiap tahun sebelum masuk pada tahun anggaran baru sesuai kondisi yang terjadi. Penetapan prioritas penggunaan Dana Desa ini merupakan kerjasama Kementerian Desa PDTT dengan Kemendagri, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Sekretariat Negara dan Kemenko PMK.

Merujuk pada Prioritas Penggunaan Dana Desa diatas yang sudah sesuai aturan yang ditetapkan dengan skala prioritas, Khususnya Tahun Anggaran 2020 dan Tahun Anggaran 2021, apakah Pemerintahan Desa Kembang Kuning sudah benar-benar melaksanakan Permendes tersebut? seberapa urgensinya proyek revitalisasi lapangan bola pakuan mengingat saat ini pemerintah masih gencar memerangi pandemi covid yang mana sangat berdampak luas bagi kehidupan,khusus nya perekonomian warga masyarakat?

Untuk diketahui juga sebagai fungsi informasi, Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 ini pun, yang mana Prioritas Penggunaan Dana Desa nya tidak jauh beda dengan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 yang lalu, dan melihat kondisi Proyek Revitalisasi lapangan sepak bola pakuan desa kembang kuning saat ini, yang mana Pemerintahan desa kembang kuning telah gelontorkan DD Tahun Anggaran 2021 sebanyak tiga tahap yang nilai uang nya tidak sedikit untuk revitalisasi lapangan bola, apakah lapangan bola tersebut sudah benar-benar rampung seratus persen dan layak pakai di tahun 2022 ini? Saat ini Proyek Revitalisasi lapangan bola pakuan, desa kembang kuning, kevamatan klapanunggal tinggal menunggu hasil audit inspektorat kabupaten bogor dan Warga masyarakat inginkan hasil audit dibuka secara transparan sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik. (Marlon, S. E.).

By Admin

4 thoughts on “wow…Pemdes Kembang Kuning Poles Cor Track rusak Proyek Revitalisasi Lapangan Bola Pakuan dengan semen,bagaimana realisasi RAB yang sebenarnya?ini penampakan nya.”
  1. Have you ever considered about including a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is important and everything.
    But think about if you added some great pictures or videos to give your posts more, “pop”!

    Your content is excellent but with images and videos, this site could definitely be one of the greatest in its field.

    Excellent blog!

Comments are closed.