Gemantararaya.com | Nias Utara

Desas-desus pinjaman daerah kabupaten Nias Utara kepada pihak Bank Sumut telah bergulir sejak pembahasan draft APBD 2022 pada Oktober tahun lalu. Belakangan, pinjaman tersebut gagal dicairkan dengan berbagai spekulasi.

Pemerintah kabupaten Nias Utara melalui akun buzzer Nias Utara terkini menyebut bahwa hal itu merupakan ulah Partai PDIP.

“Dalang di balik gagalnya pinjaman 90 Miliard ada campur tangan partai penguasa moncong putih” Tulis akun Facebook tersebut.

Pernyataan ini dipicu karena pernyataan salah seorang kader PDI Perjuangan Muller Gulo di salah satu grup WA.

“Pinjaman dari Bank’ Sumut Yg 90 M TDK disetujui oleh Kementerian keuangan Melalui Partai PDI Perjuangan”. Tulis Muller.

DPC PDI Perjuangan melalui Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, Ideologi dan Organisasi Budiyarman Lahagu menyampaikan agar hati-hati dalam membuat pernyataan. Menurutnya kegagalan pemerintah kabupaten Nias Utara mencairkan pinjaman terhadap PT. Bank Sumut didasari oleh ketidaksiapan pemerintah memenuhi syarat UU.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Nias Utara hati-hati dalam membuat pernyataan. Pastikan apakah mereka sudah memenuhi syarat hukum? Kan ada aturannya? Jangan sesumbar menyalahkan pihak lain”. Tutur Budiyarman.

Budiyarman tidak menepis pernyataan kader PDIP di salah satu grup WA yang beredar. Pihaknya justru meminta lembaga DPRD kabupaten Nias Utara memberikan klarifikasi atas gagalnya pinjaman tersebut.

“Pernyataan saudara Muller bukan representasi partai. Oleh karena itu, idealnya rekan-rekan jusnalis tanyakan DPRD. Mereka yang godok ini saat pembahasan anggaran”. Tegas mantan aktivis itu.

Pihak PDI Perjuangan Kabupaten Nias Utara belum memastikan apakah akan menempuh jalur hukum.

“Kami belum memikirkan apakah akan menempuh jalur hukum. Kami memiliki BBHAR yang berwenang di sektor itu”. Kata Budi mengakhiri. (Tim)

By Seru