Gemantararaya.com | Gunungsitoli – Lembaga Bantuan Hukum Cahaya Keadilan Masyarakat (LBH CKM) melaksanakan pengukuhan / pelantikan Paralegal baru LBH CKM Angkatan – III di Kantor LBH CKM, Jl. KL. Yos Sudarso Km. 5, Hilihao, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, Jum’at (01/04/2022).
Adapun Paralegal yang baru dilantik yakni, Amuri Telaumbanua, S.E., Furiso Telaumbanua, Soniaman Waruwu sekaligus Kepala Pos Pelayanan Hukum (Ka.Poslankum) Hiliserangkai, dan Eli James Lisaro Zendrato sekaligus Kaposlankum Sitolu’ori.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Direktur LBH CKM, Faahakhododo Telaumbanua, S.H. alias Bung Fakha Tel, didampingi oleh Wakil Direktur Fidesmin Zai, S.H., Sekretaris Umum Poliyaman Lombu, S.H, Wakil Sekum Arnitia Laoli, S.H, dan Bendahara Hematrianus Gea, S.H.
Ketua Panitia Diklat, Fidesmin Zai, S.H. dalam kata pembukaan sekaligus arahannya mengatakan terimakasih kepada seluruh paralegal yang telah percaya untuk mengikuti Diklat dan bergabung di LBH CKM, dan juga kepada seluruh pengurus dan panitia atas kerjasama yang baik selama ini, sehingga Diklat Paralegal LBH CKM Angkatan ke – III yang dilaksanakan 22 s/d 25 Maret 2022 bisa berjalan dengan sukses, hingga hari ini bisa diadakan pengukuhan sekaligus pengambilan sumpah janji Paralegal LBH CKM.
“Agar rekan2 Paralegal LBH CKM yang dilantik hari ini, kedepan melakukan pelayanan hukum, pemberian bantuan hukum baik litigasi maupun non litigasi agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada, mengedepankan keadilan dan kebenaran hukum” ujar Fidesmin.
Usai pelantikan, Direktur LBH CKM, Bung Fakha Tel, kepada Wartawan di Kantor LBH CKM sekaligus Kantor Hukum Fakha Tel & Partners menyampaikan bahwa Paralegal bukan hanya sekedar asisten Advokat, tetapi sesuai dengan UU No 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, dan Permenkumham RI Nomor 3 tahun 2021tentang Paralegal dalam pemberian bantuan hukum, Paralegal adalah merupakan Pemberi Bantuan Hukum, bisa terlibat langsung dalam penanganan perkara dengan bersama-sama Advokat, baik litigasi maupun non litigasi.
“Bedanya Advokat dengan Paralegal, antara lain, Advokat bisa mandiri membuka kantor hukum sendiri, sementara Paralegal tidak bisa mandiri, harus bergabung di LBH dan dalam penanganan perkara bersama-sama dengan Advokat di LBH” ujar Bung Fakha Tel yang juga Ketua DPC Himpunan Advokat / Pengacara Indonesia (HAPI) Kepulauan Nias.
Dikatakannya lagi, perbedaan lainnya, Advokat bisa menangani semua perkara, sementara Paralegal ada batasan-batasan, Paralegal hanya bisa mendampingi kasus anak, kekerasan dalam rumah tangga, lingkungan hidup, dan kasus probono atau masalah masyarakat miskin sebagai penerima bantuan hukum, dan beberapa kekhususan lainnya.
Fakha juga menjelaskan, LBH CKM sudah berdiri sejak 29 Maret 2021, dan saat ini LBH CKM memiliki 5 orang Advokat dan 14 orang Paralegal.
Hingga saat ini, lanjut Bung Fakha Tel, LBH CKM juga sudah membentuk Perwakilan yakni Perwakilan Kab. Nias yang berkantor di Simpang Sogae’adu, Kec. Sogae’adu, Kab. Nias, dan Perwakilan Nias Utara yang berkantor di Desa Silimabanua, Kec. Tuhemberua.
Selian itu, lanjutnya, kita juga punya sejumlah Pos Pelayanan Hukum (Poslankum) di masing-masing Kecamatan, diantara, Poslankum Gunungsitoli 1, Gunungsitoli 2, Gunungsitoli Utara, Tuhemberua 1, Tuhemberua 2, Namohalu Esiwa, Alasa Talumuzoi, Tugala Oyo, Sawo 1, Sawo 2, dan 2 yang baru dibentuk hari ini, yakni Poslankum Sitolu’ori di Nias Utara, dan Poslankum Hiliserangkai di Kab. Nias.
“Ke depan, kita akan kembangkan lagi di beberapa daerah lainnya” ujar Bung Fakha Tel yang merupakan Pendiri Utama LBH CKM ini. (AT)

By Seru