Gemantararaya.com

SUMBAR–Gubernur dan Wakil Gubernur mengadakan rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan menghadapi kunjungan lebaran yang kemungkinan Sumatera Barat akan dikunjungi oleh perantau dan wisatawan dalam jumlah besar di waktu bersamaan cuti lebaran tahun 2022.

Bersama seluruh kepala OPD , Stakeholder, TPSM, TPP Desa Wisata dan BPPD Sumbar, rakor dilaksanakan Jumat (15/4/22) di Ruang Rapat Gubernur Sumbar.

Destinasi wisata yang menjadi fokus persiapan kunjungan lebaran di sumbar menjadi sorotan dalam pembahasan rakor, terutama aksesibilitas kemantapan kondisi jalan sepanjang jalur mudik maupun jalur wisata. Perlunya jalur alternatif guna mengurai kemacetan, bagaimana menertibkan PKL di kelok 9 dan permintaan sumbangan di sekitar pintu masuk objek wisata di jalan jalan umum yang sering dikeluhkan oleh wisatawan.

Dishub kabupaten/kota juga diminta menyiapkan ada nya rambu rambu jalur alternatif di jalan provinsi dan rambu rambu jalur destinasi wisata baru. Pada H-7 penumpang atau perantau yang datang di Bandara International Minangkabau (BIM) akan disuguhkan musik traditional minangkabau.Selain itu Dishub jug diminta memperhatikan kenyamanan penumpang dbandara, tidak ada lagi tarik menarik penumpang di bandara sehingga petugas /sopir travel wajib menggunakan uniform dan name tag armadanya.

Wakil gubernur Audy Joinaldy juga meminta pemkab/pemkot memastikan sanksi tegas bagi pelaku usaha wisata yang tidak menjaga kebersihan kenyamanan dan keamanan wisatawan khususnya destinasi wisata beresiko seperti perahu wisata seperti pulau pulau pantai, arung jeram harus ada peralatan keselamatan dan tim rescue dan satgas gabungan
dan karyawan destinasi wisata memakai seragam, dan daftar harga yang jelas untuk makanan dan wahana.(Adf/Dzal)