Gemantararaya.com | Dairi Sumut – Air PDAM Tirta Nciho cabang Parbuluan tidak hidup saat kran dibuka. Masyarakat sangat sengsara diakibatkan buruknya pelayanan Pihak PDAM Tirta Nciho Cabang Parbuluan pasalnya dalam satu bulan penuh air hanya 4 kali berjalan dan kejadian ini sudah berjalan berbulan-bulan namun tidak ada solusi. Beberapa dari warga sudah mendatangi kantor PDAM Tirta Nciho Cabang Parbuluan guna menyampaikan keluhan tersebut, namun pihaknya selalu memberi jawaban ya.. ya.. akan kami periksa, namun justru hasilnya tetap sama, air tidak jalan. Dalam 1 minggu air hanya jalan 1 kali, sangat fatal pelayanan sangat buruk, padahal tagihan air tetap dibayar tiap bulan. Masyarakat Sigalingging Desa Parbuluan IV Sumatera Utara disengsarakan air dari perusahaan daerah air minum yang tidak keluar sehingga masyarakat kalau mandi sumber air yang sangat jauh dari rumah warga. Sungguh tak dapat digambarkan warga yang sudah begitu kerja lelah dari ladang harus dibebani tanggung jawab mencari air untuk kebutuhan rumah tangga.

Sigalingging warga Parbuluan IV saat dikonfirmasi mengatakan,
masyarakat sungguh menderita karena air bersih tidak ada dan perhatian dari pemerintah juga kurang. Sumber air bukan tidak ada, cukup lebih dari cukup buat warga Parbuluan IV, namun tidak ada respon atas usul dan keluhan dari masyarakat. Sudah sangat sering air PDAM mati di Sigalingging, apalagi di areal pemukiman warga jalan Kantor Camat Parbuluan.

Seorang warga Sigalingging mengatakan, air PDAM yang sering dipakai masyarakat untuk kebutuhan mandi, cuci piring dan cuci pakaian justru terbengkalai akibat air PDAM mati. “Saya sebagai masyarakat sebenarnya kesal namun terkadang mengeluh tidak ada gunanya karena tidak akan didengarkan dan diperhatikan dan terpaksa juga mandi ke sungai, di rumah semua sudah mengeluh akan air yang tidak ada , saya sudah lansia, tidak sanggup mengangkat air untuk keperluan keluarga, terkadang pulang dari ladang kaki saya tidak saya cuci karena air tidak ada”, untuk kamar mandi saja harus dijemput dengan jerigen, tidak tertahan baunya kamar mandi saat cucu buang air besar air tidak ada untuk menyiram, lengkap penderitaan ini, tapi sangat disesalkan air dari sumbernya cukup namun tidak ada solusi pengelolaan lebih baik, ah sudahlah saya bukan Dirut PDAM hingga saya memikirkannya,” ujarnya kesal

Begitu juga E.M warga Sigalingging saat dikonfirmasi membenarkan air PDAM hampir sering mati hingga membuat masyarakat sengsara dan pihak pemerintah Kabupaten Dairi justru tidak ada perhatian. “Masyarakat perlu air, Saya harap kepada bapak Bupati Dairi agar menegur pihak PDAM karena buruknya pelayanan tersebut air PDAM Tirta Nchiho cabang Parbuluan mati,” terangnya.

Hotma, warga Kota Sigalingging yang datang dari rantau merayakan Idul Fitri di Sigalingging sangat terkejut melihat air PDAM mati hingga sampai menunggu hari kedua, air juga tidak kunjung hidup. “Saya sudah dua hari tidak mandi, ini baru saya rasakan balik kampung halaman yang sengsara terhadap air bersih dari PDAM,” katanya.

Tokoh Agama sekaligus Tokoh Masyarakat Pdt. Drs.Togar Sigalingging dihubungi guna menyampaikan terkait keluhan warga Sigalingging tersebut mengatakan pihaknya juga sudah bosan berbicara terhadap pihak PDAM Tirta Nciho untuk membuat solusi karena semuanya tidak ada respon positif akan usul dan saran yang saya sampaikan, “tandasnya juga dengan nada kesal.

Tempat terpisah awak media mencoba menghubungi petugas PDAM Tirta Nciho Cabang Parbuluan bahwa pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dan mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan kami, jawabnya lewat WA. (L.H)

By Seru