Gemantararaya.com, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Tembok Sekolah Dasar Negeri(SDN) Palasari 03 yang berada di desa mampir, kecamatan cileungsi, kabupaten bogor ambruk akibat hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, sehingga kerusajan ini masuk kategori rusak akibat bencana alam dan butuh perbaikan secepatnya karena sangat membahayakan keselamatan anak didik.

Dari pantauan gemantararaya.com di lokasi tembok SDN Palasari 03 yang ambruk, terlihat lubang besar tembok yang menganga dengan kemiringan yang sangat membahayakan dan pondasi pun sudah terpisah dari tembok.

Informasi yang didapatkan gemantararaya.com dari Guru di SDN Palasari 03, Kamis(02/06/2022), mengatakan bahwa tembok sekolah roboh saat libur lebaran beberapa waktu lalu ketika hujan deras turun berturut-turut.

” Tembok nya roboh libur lebaran kemarin saat hujan deras turun berturut-turut, dan katanya sudah dibicarakan ke disdik kabupaten bogor oleh kepsek, Anwar Hidayat,Spd dan diteruskan ke pengawas gugus 7″ terang Guru di SDN tersebut.

Saat salah satu Guru di SDN Palasaei 03 yang tidak disebutkan namanya ditanya terkait apakah pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah ada yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi tembok yang rusak parah dan membahayakan anak didik di SDN Palasari 03, pihak guru menjawab belum.

” Belum pak, belum ada dari pihak Disdik Kabupaten Bogor yang datang meninjau langsung, kita hanya bisa berharap segera diperbaiki karena kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi anak didik” terangnya.

Melihat situasi dan kondisi tembok SDN Palasari 03 yang roboh akibat hujan deras beberapa waktu belakangan ini dan sangat membahayakan anak didik, sehingga diharapkan Gerak Cepat(Gercep) Kepala Dinas Pendiidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, S.E.,M.M.., bersama dinas terkait untuk segera turun tangan memberi solusi dan khususnya perbaikan tembok yang roboh, karena selain APBD, Dana BOS, ada beberapa Dana bantuan yang bisa sigunakan dalam perbaikan sekolah yang rusak sarana dan prasarana nya, termasuk salah satunya Dana Alokasi Khusus(DAK), dan atau Dana lainnya sebagai bentuk dukungan Pemda Kabupaten Bogor terhadap program wajib belajar, mencerdaskan kehidupan bangsa dan terciptanya kondisi belajar anak didik yang aman dan nyaman.

Untuk diketahui, fungsi media sebagai fungsi informasi, bahwa Dana Alokasi Khusus Fisik yang selanjutnya disebut DAK Fisik adalah dana yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Prioritas Dana Alokasi Khusus 2022: Pemenuhan Sarana TIK dan Rehabilitasi Prasarana Sekolah. Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi bagian penting dalam perencanaan anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal ini bertujuan agar program prioritas Kemendikbudristek di daerah dapat terus berjalan. Untuk tahun 2022, ada tiga fokus kebijakan DAK fisik bidang pendidikan, yaitu peningkatan ketersediaan akses dan mutu layanan pendidikan, pemberian bantuan kepada pemerintah daerah melalui penuntasan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan dalam mendukung pembelajaran berkualitas.

Tahun 2022 penggunaan DAK fisik akan mengutamakan dua hal, pertama adalah pemenuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu program digitalisasi sekolah, yang di tahun-tahun mendatang akan menjadi infrastruktur dasar bagi peserta didik dan guru dalam pembelajaran, serta yang kedua adalah pembangunan prasarana terutama sekolah yang tidak memadai dan banyak mengalami kerusakan, hal ini disampaikan Menteri Pendididikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Selasa (31/08/2021) lalu.

Pemenuhan TIK dan rehabilitasi prasarana sekolah dilakukan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menteri Nadiem juga menyampaikan beberapa kriteria yang dapat diajukan untuk mendapat DAK fisik tahun 2022. Pada jenjang PAUD, satuan pendidikan yang mendapat DAK Fisik adalah Taman Kanak-kanak (TK) dengan akreditasi A dan B serta minimal jumlah peserta didik selain daerah afirmasi sebanyak 24 orang. Sedangkan pada jenjang SD, SMP, dan SMK, DAK fisik dapat diperoleh untuk seluruh jenis satuan pendidikan dengan semua tingkat akreditasi, serta minimal jumlah peserta didik selain daerah afirmasi sebanyak 60 orang.(Marlon,S.E.).

By Admin