Gemantararaya.com,Cileungsi,Kabupaten bogor, Zulkifli, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan jembatan kelas A wilayah IX Dinas PUPR kabupaten bogor, yang berlokasi di Jalan raya cileungsi-jonggol Km. 7, kecamatan cileungsi sangat sulit ditemui dan hampir setiap dikonfirmasi ke kantor nya terkait masalah proyek di wilayah pengawasannya selalu tidak ada di kantor, sehingga jadi pertanyaan apakah memang jarang ke kantor atau ada alasan lainnya?Staff nya pun selalu kompak menjawab:” Bapak tidak ada, bapak sedang tugas luar, bapak sedang ke dinas, dan berbagai jawaban lainnya sehingga wartawan yang bolak-balik datang untuk konfirmasi selalu tidak pernah ketemu, bahkan tidak kenal sosok Zulkifli secara langsung.

Akhirnya wartawan hanya bertemu Atam, staff zulkifli yang mengaku sebagai petugas pengamat lapangan, karena zulkifli tidak berada juga di kantornya.

Ketika Atam hendak dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait proyek peningkatan jalan tunggilis-situsari yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp.2.961.802.000 yang diduga bermasalah karena banyak retakan dan bahkan dugaan patah dibeberapa titik proyek, hanya bisa menjawab kalau mau konfirmasi ke pimpinan saja sementara pimpinanya jarang berada di kantor.

” Saya gak bisa jawab apa-apa, kalau mau konfirmasi ke pimpinan saja, saya disini sebagai pengamat, tugas pengamat apa sih? mengamatikan? mengawasi, mencatat, melaporkan, sudah itu saja” jawab Atam.

Kan bagian dari tugas pak.atam sesuai pemgamatan bapak dilapangan bagaimana pendapat bapak terkait proyek peningkatan jalan situ tunggilis-situsari yang diduga bermasalah tersebut? apakahsudah sesuai prosedur dan sudah trial dan vendor nya darimana?, Atam pun mengatakan tak bisa menjawab.

” Saya tidak bisa menjawab karena saya tidak ada keterlibatan! baik dalam pengawasan proyek tersebut, gitu. Maksud saya pengamatan disini, ada suatu bencana, saya yang harus segera ke lokasi gitu, jangan sampai keduluan orang-orang lain, gitu, tugas saya sebatas itu” ucapnya polos.

Ketika ditanya kembali terkait proyek peningkatan jalan tunghilis-situsari yang diduga tidak sesuai kontrak dan RAB, Atam menjawab itu bidang dan tugas konsultan.

” Itu Bidang dan tugas tanggung jawab konsultan, misalnya saya ada perintah, itu ada proyek yang patah dan retak, saya tinjau, benar gak sih? lalu saya foto(cekreeek), saya kirim ke pimpinan(zulkifli)” terang Atam.

Enak dong pak, jadi ASN/PNS begitu, digaji hanya foto-foto dan mengamati, Atam pun menjawab yang enak itu tidur-tidur pak.

” Kan jalan, gimana sih pak? kan butuh tenaga, kalau yang enak itu tidur-tidur pak! ujar Atam sambil tertawa.

Nah.. sesuai laporan Pak. Atam ke atasan Bapak(Zulkifli), karena kami pun sudah kirim link berita by WA ke Pak. Zulkifli meski hanya dibaca dan tidak direspon, bahkan koran pun sudah disampaikan, apa jawaban atasan pak. atam(zulkifli)? pak.atam pun menjawab biasanya atasan beri teguran.

” Biasanya atasan memberi teguran ke pemborong, bukan kembali ke saya, gitu pak, dan mengenai tindak lanjut, itu kembali ke pengawas konsultan ber tanggung jawab atas proyek, dan kontraktor juga harus ber tanggung jawab, kan konsultan pengawas arahkan, lalu kontraktor kerjakan, jadi harus tanggung jawab , mau bongkar atau ganti, gitu” ucapnya.

” Itu kan masih dalam pelaksanaan pemborong nya, belum serah terima, dan gak akan diterima, kan harus sesuai prosedur sampai selesai” tutupnya(Marlon, S.E).

By Admin

One thought on “Zulkifli Ka.UPT jalan jembatan Wil.IX diduga jarang ngantor?saat dikonfirmasi,staff selalu jawab UPT hanya sebatas Monitor, Atam:saya sebatas mengamati!”

Comments are closed.