Di Negeri Sendiri Kami Merasa Diperlakukan Seperti Anak Tiri

Kami para pekerja bangunan yg pekerjaan kami cukup mulia tp sangat di sayangkan kami sama sekali tidak di anggap di negri ini.

Kami pekerja bangunan. Yg memiliki TENAGA ,ILMU , dan yg mulianya kami punya ILMU SKIL yg tidak di miliki pekerja lainnya. Bayangkan jika tidak ada kami yg memiliki ILMU SKIL apa jadinya negri ini. tidak ada satu daerah akan berkembang jika kami tidak ada yg memiliki ILMU SKIL yaitu para tukang tukang bangunan.
Walau mereka punya tenaga jika tidak punya ILMU SKIL maka gedung tinggi menjulang. Ribuan ruko ruko jutaan rumah tidak akan berdiri.
Jika pekerja yg memiliki ilmu juga tidak ada kami yg memiliki ILMU SKIL juga tidak akan bisa gudung roko rmh berdiri tegak.
Sangat di sayangkan kami yg punya TENAGA ILMU DAN ILMU SKIL tidak di perhatikan sama sekali.

Sedih
Ribuan gedung ruko rmh yg kami buat untuk kantor ini itu rumah si anu dan si ini. Tp rumah kami sendiri tidak ada.
Bahkan pemerintah pengusaha tidak juga ada perhatian terhadap kami.
Mereka hanya punya tenaga. Punya ilmu tp mereka di fasilitasi oleh pemerintah lewat perbankan mendapatkan rmh subsidi.
Sementara kami buruh bangunan yg memiliki ilmu skil hanya jadi penonton melihat betapa indahnya mereka mendapatkan bantuan pengambilan rumah subsidi, perantara bank bank yg di tunjuk pemerintah.

Kenapa kami tidak mendapatkan.

Karna kami sebagai buruh bangunan harian lepas.
Lalu siapa yg memberi jaminan buat kami para pekerja buruh harian lepas ini.
Kami juga aset negara kami juga aset daerah. Yg butuh di perhatikan dan di perjuangan nasibnya. Jangan hanya tenaga kami yg di ambil tp kami tidak di perhatikan.

Kami minta kepada Bpk presiden REPUBLIK INDONESIA YG KAMI CINTAI INI. kami mohon dengan segala hormat tolong kami di perhatikan.

Ret zulhamdan KETUA F SPBPU K SPSI PROVINSI RIAU.Kami tinggal di negri kami tapi kami seperti anak tiri dengan ibu tiri yg kejam. Kami para pekerja bangunan yg pekerjaan kami cukup mulia tp sangat di sayangkan kami sama sekali tidak di anggap di negri ini. Kami pekerja bangunan. Yg memiliki TENAGA ,ILMU , dan yg mulianya kami punya ILMU SKIL yg tidak di miliki pekerja lainnya. Bayangkan jika tidak ada kami yg memiliki ILMU SKIL apa jadinya negri ini. tidak ada satu daerah akan berkembang jika kami tidak ada yg memiliki ILMU SKIL yaitu para tukang tukang bangunan. Walau mereka punya tenaga jika tidak punya ILMU SKIL maka gedung tinggi menjulang. Ribuan ruko ruko jutaan rumah tidak akan berdiri. Jika pekerja yg memiliki ilmu juga tidak ada kami yg memiliki ILMU SKIL juga tidak akan bisa gudung roko rmh berdiri tegak. Sangat di sayangkan kami yg punya TENAGA ILMU DAN ILMU SKIL tidak di perhatikan sama sekali. Sedih Ribuan gedung ruko rmh yg kami buat untuk kantor ini itu rumah si anu dan si ini. Tp rumah kami sendiri tidak ada. Bahkan pemerintah pengusaha tidak juga ada perhatian terhadap kami. Mereka hanya punya tenaga. Punya ilmu tp mereka di fasilitasi oleh pemerintah lewat perbankan mendapatkan rmh subsidi. Sementara kami buruh bangunan yg memiliki ilmu skil hanya jadi penonton melihat betapa indahnya mereka mendapatkan bantuan pengambilan rumah subsidi, perantara bank bank yg di tunjuk pemerintah. Kenapa kami tidak mendapatkan. Karna kami sebagai buruh bangunan harian lepas. Lalu siapa yg memberi jaminan buat kami para pekerja buruh harian lepas ini. Kami juga aset negara kami juga aset daerah. Yg butuh di perhatikan dan di perjuangan nasibnya. Jangan hanya tenaga kami yg di ambil tp kami tidak di perhatikan. Kami minta kepada Bpk presiden REPUBLIK INDONESIA YG KAMI CINTAI INI. kami mohon dengan segala hormat tolong kami di perhatikan. Ret zulhamdan KETUA F SPBPU K SPSI PROVINSI RIAU.