Pimpus Try Power Sekaligus Pimda Solmet Pertanyakan Fungsi Wilayah Dan Cabang Ajb Bumiputera

Media Tim (red)

Nasabah tak Bisa Klaim Asuransi Pendidikan di Ajb Bumiputera Wilayah Riau, khususnya di KCP Bumiputera Pekanbaru membuat barisan mata telinga Jokowi benar benar kecewa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh (Rudy ) Pimpinan Tim relawan Jokowi dari Solidaritas Merah Putih (SOLMET) Riau, Sabtu, 14 Januari 2023 di Pekanbaru Riau.

Selain memimpin relawan Jokowi dari Solidaritas Merah Putih, Rudy sebagai pimpinan Tertinggi dari lembaga Try Power Gemantara Raya Pusat yang bergerak di Independent Control Agency, Law-Advocacy, dan Publications -Media hampir setiap pekan gencar oleh aksinya yang selalu gegerkan portal informasi publik dalam membantu pelayanan publik terkait keluhan masyarakat.

Terlepas yang ia lakukan membantu memfasilitasi permasalahan – permasalahan yang menimpa masyarakat kurang beruntung ini, terutama yang berasal dari tingkat menengah ke bawah. Baik masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri atas hak-haknya, takut karena kebutaan pengetahuan hukum, tidak berani berbicara menyampaikan hal yang dialami oleh masyarakat itu sendiri.

Demi membantu perpanjangan tangan dan lidah pemerintah, segala hal ini telah dipersiapkan oleh tim Solidaritas Merah Putih, dan try Power Gemantara Raya melalui media sosial yang dimiliki, dan mitra kerja lainnya yang telah tergabung dalam organisasi relawan juga organisasi masyarakat yang markotop tersebut.

Ia menyampaikan kekecewaannya bahwa oknum dari pihak Ajb bumiputera khususnya di wilayah Riau saat ini benar2 tidak bermanfaat, dan hanya tampil gaya pintar dalam sisi lempar batu sembunyi tangan saja. Tahun 2021 beberapa nasabah Ajb bumiputera Riau telah kita fasilitasi ke pak Ka.Kanwil saat itu atas dasar dumas yang kita terima. Alhamdulillah tuntas dalam waktu tidak lebih dari 3 pekan. Tetapi saat ini justru di wilayah Riau dan cabang benar2 tidak bertanggung jawab bahkan tidak bermanfaat.”Tegasnya”

Salah satu contohnya bpk.Sudarto yang memiliki polis asuransi pendidikan anaknya. Sudarto dan istrinya ditolak oleh Ajb bumiputera Riau membayar cicilan polis asuransi pendidikan anaknya dengan alasan KCP karena corona saat itu, tetapi malahan sampai tutup usia kontrak asuransi.

Bahkan bpk.Sudarto hanya menerima hak tertanggung asuransi pendidikan anaknya selama TK dan SD. Ajb bumiputera Riau KCP Ajb bumiputera Pekanbaru Riau bpk Asman saat bertemu langsung dengan bpk.Rudy mengatakan berupaya untuk sampaikan ke Ajb bumiputera pusat, agar direalisasikan dan asuransi pendidikan anaknya bpk. Sudarto sebelum masuk tahap akhir kontrak Januari 2023. Namun bpk.Rudy benar benar dikecewakan oleh KCP dan Ajb bumiputera khususnya wilayah Riau, dimana hingga saat ini belum juga terealisasi tuturnya.

Bahkan bpk. Rudy yang telah mengukir ratusan prestasi untuk membantu pemerintah memfasilitasi penyelesaian kepentingan masyarakat ini mengatakan bahwa, jawaban KCP hanya lempar batu sembunyi tangan, dan selalu mengatakan itu urusan pusat, terus gunanya mereka apa? duduk menung, menunggu, tidur, gajian? “tanyanya”.

Kalau mereka di daerah hanya duduk menunggu gaji, menerima uang masyarakat untuk apa, nyetor bisa online, semuanya sudah digital bubarkan aja yang di wilayah atau cabang nya.Gaji itu bayarkan dana pendidikan asuransi masyarakat. Pak Jokowi sudah program dana pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Tambahnya”.

Harusnya kita syukuri masyarakat menabung untuk pendidikan anaknya, membantu program pemerintah. mereka tabung lewat program asuransi pendidikan, agar suatu waktu mereka ambil untuk membayar sekolah anaknya malah dipersulit. “Jadi sampah jangan bertopeng rapi untuk rakyat, jangan saling lempar lembing, tetapi hanya sampah yang ada wadah khususnya di tepi jalan, “tegasnya kecewa.”

Saya sekarang berada di Pekanbaru, dan insyaallah saya sudah komunikasi chatting dengan KCP untuk menyiapkan surat pengantar, atau berkas yang mungkin menjadi lampiran pengurusan pembayaran asuransi program beasiswa berencana milik anak bpk.Sudarto. Kasihan anaknya sekolah hingga membuat ayah dan ibunya pontang- panting mencari pinjaman uang untuk sekolah anaknya.”Sambungnya”.

Apalagi saya sudah tanya ke pimpinan KCP pengajuan atas hal ini, tapi lagi lagi itu urusan pusat, biar kita coba bantu fasilitasi. Karena yang diharapkan dari uang yang disimpan melalui program asuransi pendidikan Ajb bumiputera justru menambah beban mereka untuk mengurusnya. Nanti kita upayakan untuk juga menyampaikan ini ke pak Erick Tohir sebagai Pimpinan BUMN saat ini.”Tutupnya”.

Media Tim (red)